Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
50. Ujian Hidup Pria Tampan.


Elisa yang saat ini sedang ujian tiba-tiba saja dapat firasat buruk karena hatinya mulai gelisah bukan karena soal tes ujian yang sulit, atau Elisa tidak bisa jawab tapi tiba-tiba hatinya terbesit nama Andre, dan berfikiran traveling mengawatirkan soal suaminya itu.


" Kok jadi kepikiran Mas yah, apakah dia baik-baik saja " Dumalnya pelan, sambil mata membulat karena kaget.


Rudi yang melihat Elisa hanya diam sambil pikiran kosong, membuat Elisa sadar.


" Woy Elisa kamu sudah selesai? " Tanya Rudi yang saat ini mengunakan suara isyarat.


Elisa yang faham dengan maksud dari apa yang di katakan oleh Rudi langsung menggeleng kepalanya pelan-pelan.


" Mas Rudi udah selesai " Tanya balik Elisa dengan bahasa yang sama.


" Iya aku sudah selesai, kamu nomor berapa lagi yang belum " Ucap Rudi yang saat ini menatap pada Elisa mengunakan bahasa tubuhnya.


" Empat nomer lagi 9, 11, 15, 20 " Ucap Elisa yang masih mengunakan bahasa tubuhnya.


Saat pengawas lengah Rudi melempar secarik kertas pada elisa karena Rudi dan Elisa duduk di kursi belakang itu memudahkan mereka untuk menyontek atau bertukar jawaban dengan mudah.


" Elisa itu cepat ambil ! Kamu nyontek aja dari ku, aku tunggu kamu di luar" Ucap Rudi


" Okey !! "


...Catatan : Jangan di tiru yah anak-anak! jangan di contoh cerita pengalaman Rudi dan Elisa ini gak baik, belajar dengan giat jika ingin menggapai cita-cita mu kelak...


Kembali keruang kantor dimana Andre berdoa agar bisa terbebas dari Ariana untuk saat ini, saat Try akan membuka kenop pintu tapi malah terkunci.


...🤫 TRANSLATE ENGLISH🤫...


TRY : Eh ???


Try yang kebingungan karena pintunya ke kunci dari dalam, tiba-tiba ia melihat ada yang tidak beres Try yang penuh kecurigaan.


TIFFANY : Ada apa Try ?


TRY : Ini pintunya kok di kunci dari dalam yah ?


TIFFANY : Emang biasa gak di kunci


TRY : Nggak, makanya aku binggung kok di kunci


TIFFANY : Ada orang kali di dalam coba kamu ngomong


Langsung saja Try mengecek kondisi saat ini sedang terjadi.


TRY : Dre, kau ada didalam?


Suara try yang membuat Ariana yang ada di dalam ruangan panik, melihat Andre yang tersenyum tipis, karena saat ini Andre terpenjara karena tanganya di ikat kuat terduduk di atas kursi dengan kaki dan tangan terikat.


ARIANA : Bilang pada dia kalo kamu sedang sibuk


Andre tersenyum tipis, penuh kemenangan lalu ia mengubah bahasa bicaranya mengunakan bahasa Indonesia yang tidak di mengerti oleh Ariana.


" Try, tolong aku di dalam ada nenek sihir " Ucap Andre dengan bahasa Indonesia yang sangat jelas.


" Jangan bercanda, cepat buka pintunya " Ucap Try yang tau kebiasa saudara itu.


" Untuk apa aku bercanda denganmu, aku beneran terkunci di sini Try Rohman" Menjawab ucapan Try.


" Kenapa kau kunci pintunya dari dalam " Ucap Try sekali lagi untuk memastikan.


" Kau dobrak saja, Aku Tak bisa membukanya. Try... Aaaahhhh~ " Teriakan Andre membuat try semakin yakin jika di dalam pasti terjadi sesuatu yang tidak bisa di ucapkan Andre.


ARIANA : Apa yang kau bicarakan cepat katakan pada mereka jika kamu baik-baik saja dan suruh dia pergi


Ancaman Ariana sambil menyetrum tubuh Andre, jadi si Andre terus berteriak kesakitan.


" Aaahhhh, apa yang kau lakukan try tolong aku. Aku sudah tidak kuat menghadapi yah " Ucap Andre yang mulai lemas tak berdaya.


Try hanya diam sejenak. " Andre~ Jangan gila kau di dalam, cepat buka pintunya " Ucap try mengeco.


" Sudah aku katakan aku tidak bisa, kau tuli yah dobrak saja " Ucap Andre yang mulai melemah.


" Jangan merusak property orang dong ! " Ucap Try yang saat ini memikirkan keselamatan dan kenyamanan bagi semuanya.


" Jika kau tidak bisa mendobrak, aku yang bisa mati karena telah di rusak oleh yah !" Ucap Andre yang saat ini tak bisa bergerak karena sudah melemah.


" Apa maksudmu ~" Ucap Try


Tiffany Kebingungan karena tak mengerti apa yang di katakan oleh kedua saudara itu, yang jelas jika ada seseorang di dalam sana.


TIFFANY : Try di dalam itu


TRY : Sssttt... aku tahu, bisakah kau membantuku dia tak tahu kalo kau ada jadi aku minta tolong padamu untuk mencari bantuan


TIFFANY : Kemana aku harus mencarinya ?


TRY : Fan, kamu cepat cari bantuan untuk menyelamatkan Andre. Udah kemana saja, yang penting bisa membuka pintu ini saja


Bisik Try pelan-pelan agar yang di dalam tidak mendengar apa yang dikatakan Try, hanya anggukkan kepala dari Tiffany yang di suruh oleh Try untuk mencari bantuan secara diam-diam agar Andre bisa keluar dengan selamat, akhirnya Tiffany pergi mencari bantuan.


" Ariana ? dia ada di dalam sini jadi tolong aku, jadi cepatlah kemarilah aku sudah tidak kuat " Ucap Andre yang memperjelas suara sudah melemah.


(" Apakah try mengerti aku dalam masalah besar saat ini, try apa kau mengetahui aku tersiksa di dalam sini ")


Tak lama Tiffany kembali dengan orang-orang yang membantu try salah satunya ada yang memegang kunci kantor yang terkunci itu jadi ia minta bantuan untuk membuka pintu tanpa harus merusak pintu.


Terlihat jelaslah di sana saat pintu terbuka, Andre dalam masalah besar, terpenjara Ariana panik saat banyak orang yang datang.


TIFFANY : Apa yang akan kau lakukan pada dokter Andre, kenapa dia seperti ini


...🏵️...


...🏵️...


...🏵️...


Elisa yang saat ini penuh dengan kegelisahan saat makan siang pun tak bersemangat terus kepikiran dengan Andre, tapi ia tak bisa mengungkapkannya.


" Woy ! Elisa ya ampun malah bengong kamu, eh~ tumben makanmu kok gak lahap seperti biasanya sih, ada apa denganmu? jangan bilang kamu kangen ibumu ?" Ucap Rudi yang saat ini membuyarkan pemikiran Elisa.


" Kok perasaan ku gak enak yah mas " Ucap Elisa memeganginya dadanya.


" Kenapa Luh " Ucap Rudi yang khawatir.


" Aku kepikiran seseorang " Ucap Elisa sepontan.


" Siapa? Ibu "


" Bukan "


" Ayahmu, azril atau pacarmu "


" Lebih dari sekedar pacar "


" Mantan pacarmu ?! "


" Mas Rudi bisa nggak jangan bercanda "


" Yah kamu yang jelas dong ! "


Tiba-tiba terlihat banyak orang yang berlarian membuat Rudi merasa penasaran sebenarnya mereka berlarian mau kemana dan akan menuju ke mana.


" Eh Lis itu orang-orang ada apa yah, kok pada berlari begitu, kita kesana cari tahu ada apa yuk! " Ucap Rudi yang menyudahi makan siangnya itu, karena Rudi sudah selesai makan.


Rudi dan Elisa akhirnya berjalan menuju lokasi yang sedang ramai sekali, banyak orang yang melihat dan atau menonton sesuatu di sana.


Sesampainya di tempat kerumunan atau kejadian, banyak yang berasak- bisik membicarakan sesuatu, jantung Elisa semakin berdegup kencang napas seakan tak beraturan, saat ingin mendekati kerumunan Elisa enggan untuk melihat.


" Eh ada apa sih !" Tanya Rudi yang saat ini mendekati salah satu orang di sana.


" Itu katanya dokter Andre melecehkan cucu pemilik gedung " Ucapnya.


DEEG !!


Elisa bengong, seakan tak percaya jika suami yah melakukan hal itu.


" Hah? gak mungkin lah Andre kaya gitu " Ucap Rudi yang juga tak percaya mewakili perasaan Elisa yang berkecamuk.


" Emang Nggak ada yang percaya dari pihak kita, tapi lihat baju nona Ariana itu menjadi bukti kerakusan dokter Andre " Ucap si kariyawan itu mengatakan hal yang membuat ubun-ubun Elisa mendidih.


Saking penasarannya, Rudi langsung menatap si Ariana yang saat ini meringkuk bergemetaran di pinggir dinding sambil beberapa orang membantu dia menenangkan diri.


" Yaampun, kok bisa gitu yah lalu dimana Andre ?" Tanya Rudi kembali karena tak melihat Andre di sana.


" Dia belom keluar masih di dalam " Ucap si kariyawan.


" Nggak mungkin si Andre akan melakukan hal bejat begitu, seumur-umur baru kali ini aku lihat Andre seagresif itu sama cewek " Ucap Rudi yang tidak mempercayai hal itu.


" Jangan tanya semua di sini juga gak ada yang percaya, lihat saja semua juga mengklaim jika si Ariana yang mencoba melakukan hal sebaliknya pada dokter Andre " Ucap si kariyawan.


" Mas Rudi aku mau lihat " Ucap Elisa yang tak bisa melihat karena tubuh tidak tinggi, sampai ia berjinjit-jinjit untuk melihat keadaan di depannya.


" Sini-sini kamu kecil sih jadi nggak bisa liat dengan jelas yah, kelihatan gak " Ucap Rudi menarik Elisa agar kedepannya mencari cela agar Elisa bisa melihat juga.


" Mana Dokter Andre, mas Rudi " Elisa sangat khawatir dengan suaminya yang belum juga kelihatan batang hidungnya.


Tak lama Andre yang di pah-pah oleh pihak berwajib, kepolisian sudah sampai di sana Try dan junlion berjalan di belakang Andre dengan 2 polisi di belakang yah, tangan Andre yang sudah Borgol.


" Nah itu dia !" Ujar Rudi yang baru melihat Andre yang sudah terlihat kelelahan wajahnya pun pucat.


Elisa menutup mulut dengan tanganya karena kaget melihat kondisi Andre yang membiru dan urak- urakan, hati Elisa terluka melihat suami yah seperti itu.


(" Mas Andre~ kenapa bisa begini sih. Dia~") Tatapan membunuh Elisa menatap pada Ariana seakan ingin memangsa buruannya.


Semua orang memperdebatkan hal yang menyudutkan Andre, pembelaan dari teman-teman Andre tak di gubris oleh banyak orang, sebagain ada yang tidak percaya tapi tak sedikit yang percaya jika Andre melakukan hal seperti itu karena melihat bukti yang jelas.


Mata Andre mencari Elisa, apakah dia melihat hal memalukan itu atau tidak, saat jarak pandang mulai buram ia melihat wajah Elisa yang sangat jelas, sambil mata mulai berkaca-kaca Elisa yang masih syok.


Mata Andre aktif sekali mencari sosok wanita yang penting baginya, Elisa tahu jika Andre pasti ingin melihat dirinya akhirnya Elisa menampakkan dirinya.


Andre tersenyum simpul, sambil menggelengkan kepalanya pelan tak sadar jika air bening itu telah membasahi pipi Andre, masih menatap pada Elisa penuh arti.


" Aku tahu, jangan menangis karena aku percaya kamu tidak melakukan yah " Ucap Elisa melakukan gerakan bibir pelan sambil peragaan tubuh, setelah mendengar hal itu Andre tersenyum tenang.


Semua seperti menyalakan Andre dalam hal itu, membawa Andre ke pihak yang berwajib membuat Andre yang lemah tak berdaya saat ini di bawa mereka pergi, Elisa menangis.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Kamis 4 November 2021