Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
30. Hari Pertama Masuk.


Elisa keluar dari kamar menggunakan baju yang disiapkan oleh Andre, Elisa tidak tahu kalau baju yang dia gunakan resletingnya harus di belakang bukan di depan.


" Yuk mas Andre, Elisa udah siap nih" Ucap Elisa sambil merapikan baju yang terus naik mencekik lehernya.


Andre yang tadinya duduk di sofa sambil main hp seraya menunggu Elisa, saat elisa keluar dari kamar melihat Elisa menggunakan baju yang ke Balik " Tapi sayang kamu baik-baik aja kan" Andre memikirkan Elisa yang saat ini menggunakan pakaian tidak nyaman.


" Emangnya kenapa sih mas, kok malah nanya kayak gitu" Ujar Elisa yang kebingungan.


" Kamu pakai baju itu kebalik!" Ucap Andre yang langsung bangkit dari sofa.


" Kebalik gimana?" Ucap Elisa yang memutar dan melihat-lihat baju yang di kenakan.


" Itu resleting seharusnya di belakang bukan di depan" Tegur Andre.


" Iya mana Elisa tahu, kalau resletingnya harus di belakang, yaudah tanggal dibuka lagi aja kan" Ucap Elisa yang membuka resleting langsung membuka baju di depan Andre.


Refleks Andre langsung memalingkan wajah dan pandangannya ke arah lain, Andre belum siap untuk hal itu.


" Yah~ malah di buka di sini!" Dumal Andre yang didengar langsung oleh Elisa.


" Kamu kenapa Sih?" Ucap Elisa yang saat ini melihat Andre sangat aneh.


" Jangan dibuka di sini juga dong Elisa~" Ucap Andre yang sudah pasrah deh menyerah akan serangan jantung dari Elisa.


" Emang kenapa sih mas kamu tuh ribut aja, lagian di sini nggak ada siapa-siapa cuman ada kamu, biar cepet kalau aku masuk ke kamar lagi nanti bisa lama, kan jadi sekalian kamu bantuin aku resletingin kebelakang, tangan Elisa nggak nyampe" Ucap Elisa yang langsung membalik baju dan memutar badannya.


" HAAAHH- imanku runtuh lagi deh!" Ucap Andre sambil membantu Elisa meresleting baju yang di kenakan oleh Elisa.


Elisa hanya senyum geli karena membuat Andre tidak bisa berkutik, saat ini karena Elisa sedang membelakangi Andre.


(" Hahaha, emang enak! Kau terus aja ngerjain aku sekarang gantian dong ") Dumal dalam benak Elisa.


" Mas~" Setelah selesai meresleting baju Elisa baru inget jika dia nggak punya sepatu atau sandal.


" Apa!" Tanya Andre saat ini menahan wajah yang sudah memerah merona.


" Elisa baru inget" Ucap Elisa.


" Baru inget apa lagi?" Ujar Andre yang agak gelagapan.


" Elisa pakai sepatu apa?" Ucap Elisa.


" Hah? sepatu! " Andre kebingungan.


" Kan mas tahu kalo Elisa datang kesini gak bawa baju apa lagi bawa sepatu saat datang" Ujar Elisa yang saat ini mulai pake jurus manjanya.


" Ah~ jadi kamu mau aku beliin gitu" Ucap Andre yang tidak bisa berkomentar lainnya.


" Iya terus masa harus pulang dulu ke Indonesia ngambil sepatu, ya lama kan mas" Ucap Elisa.


" Iya sih yaudah bentar"


" Kan Elisa kesini, karena suruhan mamah yang ingin Elisa datang tanpa sepengetahuanmu dan Elisa sendiri, sedangkan mereka tidak menyiapkan apa-apa untuk Elisa bawa, jadi nggak ada persiapan bawa sandal apa lagi bawa sepatu sama kaos kaki, ikat rambut aku nggak punya" Ucap Elisa.


" Ya ampun sayang kamu tuh banyak banget perintahnya, aku jadi binggung nih" ucap Andre.


" Elisa kayak gini juga gara-gara siapa, seharusnya mas yang nurutin Elisa dong" Ucap elisa cemberut.


" Iya-iya, kalo pesan juga akan lama datangnya sa, Udah ayo kita berangkat aja dulu nanti beli di jalan aja" Ucap Andre.


" Okey!" Ucap Elisa yang pake sendal jepit rumah milik Andre.


Berada di dalam lift ke inget jika Elisa akan pergi jadi pengganti bagi Hilda yang di pulangkan itu, karena berdiri beriringan dengan Andre terasa seperti anak dan bapak yang akan mengantarkan anak ke sekolah.


" Mas andre!" Tatap Elisa ke depan.


" Iya ada apa?" Andre menoleh kesamping.


" Nanti saat kita sudah sampai di sana bisa nggak kalo kita rahasiakan dulu hubungan ini" Ucap Elisa yang tidak mau hubungan di ketahui publik dulu.


" Kenapa?" Andre yang awalnya ingin menjadikan Elisa tameng untuk para wanita akhir runtuh sudah karena permintaan Elisa itu.


" Hemm-- Elisa pengennya gitu, karena aku gak mau jadi gak fokus nantinya!" Alasan Elisa yang tidak masuk akal.


" Aku sama sekali gak faham, gak fokus gimana? " Ucap Andre yang menatap wajah elisa saat ini.


" Pokoknya mas janji dulu sama Elisa akan rahasiakan soal hubungan kita ini dari semua yah okey!" Elisa langsung menatap Andre sambil menujukan kelingking.


" Terserah kamu saja deh, jangan menyesal nantinya!" Ucap Andre yang pasrah dan menerima jari kelingking Elisa itu.


" Hemm-- menyesal. Jika mas Andre yang main di belakang Elisa tanpa sepengetahuan atau mas bohongin Elisa, siap-siap yah kena hukuman" Ucap Elisa


" Aaah~ istri galak sekali aku jadi takut nih" ucap Andre menggoda Elisa.


Sesampai di tempat parkiran bawa tanah Andre menyalakan tombol untuk membuka kunci mobil, dan membantu Elisa membuka pintu mobil.


" Pake sabuk pengaman sa" Ucap Andre memperingati.


" Iya Masgankusay" Ucap Elisa dengan senyum di wajahnya.


Sesampainya di sebuah toko sepatu langsung disambut dengan baik oleh para pelayan disana, seketika pelayanan wanita langsung menyerbu Andre satu detik pun tak ada yang bisa memalingkan wajahnya dari pesona seorang Andre.


(" Apa-apa ini kok aku seperti tidak di anggap sih, nih cewek-cewek bule pada kenapa lagi liat suami aku kaya gitu banget, apakah keputusan aku salah yah bilang untuk merahasiakan identitas ku") Dumal Elisa yang merasa menyesalinya.


" Hemm-- bagus mas" Ucap Elisa tidak menolak pilihan dari Andre, terlihat sepatu yang di coba oleh Elisa saat ini malah kebesaran jadi meminta pelayan untuk mencarikan sepatu yang sama dengan ukuran yang berbeda.


" Kita ambil yang ini mau yang lainnya, buat gonta- ganti coba kamu pilih sendiri" ucap Andre membiarkan elisa melihat lihat.


" Terserah mas aja, kan mas yang bayar" Ucap Elisa yang nggak mau mendahului.


" Iya kirain kamu punya selera sendiri, kalo ada yang kamu suka bisa ngomong aja kan, cepat mana yang kamu mau pilih, aku sudah pilihkan satu sekarang kamu pilih sendiri" Ucap Andre.


" Yaudah mas pilihkan sendal buat di rumah dan jalan-jalan" Pinta Elisa yang saat ini meminta suaminya untuk memilih sendal.


" Oke sebentar yah! kamu mau coba yang ini sayang" Ucap Andre yang memilih kan lalu di berikan pada elisa, para kariyawan disana semua sangat iri sama Elisa.


" Bagus, pilih ini juga sama yang itu mas warna hitam itu cocok tuh buat sehari-hari" Ucap Elisa menujuk ke arah rak lainnya.


" Baiklah!"


Setelah membeli sepatu buat elisa akhirnya pergi menuju tempat atau lokasi pelatihan saat ini setelah berjalan di lobi terlihat Try yang sedang sibuk-sibuknya, dengan jadwal yang dia bawa saat ini.


" Sayang kamu kesana dulu yah! Mas mau ada perlu sebentar" Ucap Andre yang saat ini mengeluarkan hp dari kantong.


" Mas Andre!" Menahan lengan agar langkah Andre terhenti.


" Ada apa? Kamu takut ditinggal sendirian, aku gak jauh-jauh kok hanya mau nelpon orang saja" Penjelasan Andre.


" Bukan gitu, apakah kamu lupa soal janji kita tadi" Ucap Elisa mengingatkan.


" Lupa soal janji apa?" Ucap Andre yang sudah nyaman dengan panggilan sayang itu.


" Kita udah janji loh bawa kita akan rahasia kan hubungan ini dulu dari semuanya, kalau kamu manggil Elisa kayak gitu nanti ketahuan dong" Ucap Elisa.


" Iya maaf nona Elisa, ya udah kamu tunggu di sana dulu, aku mau nelpon seseorang mau nanya soal keadaan Hilda dan keluarganya" Ucap Andre.


" Ya mas" Jawab Elisa spontan, Elisa juga sudah nyaman dengan panggilan itu.


Jadi Langsung dapat tatapan mematikan dari Andre yang menoleh dengan wajah kaget.


" Terus kamu manggilnya tetap kayak gitu!" Tanya Andre.


Elisa baru ngeh dan sadar jika dia manggil Andre seperti biasa. " Yah enggaklah, Elisa akan manggilnya seperti semula Pak Andre kaya biasanya" ucap Elisa yang langsung cari alasan.


" Kalau kamu keceplosan manggil aku Mas gimana?" Ujar Andre.


" Ya kan panggilan itu sangat umum kan pak Andre, nggak akan ada yang tahu lah lagi pula kan sifat netral kata mas tersebut, aku aja manggil Rudi pakai mas kok" Penjelasan Elisa.


Andre hanya bisa menarik nafas panjangnya tidak berani berkomentar apapun lagi. " Kamu ini bisa aja deh ngeles yah, udah terserah kamu aku pasrah" Ucap Andre yang menyerah dalam berdebat dengan Elisa.


Try yang kaget melihat Elisa yang duduk di kursi tunggu disana membuat tanda tanya begitu besar Try Rohman, memberanikan diri menghampiri Elisa.


" Eli-sa~" Panggilan Try yang tidak percaya akan apa yang di lihatnya saat ini.


" Hallo dokter Try, apa kabar" Ucap Elisa yang langsung bangkit dari kursi tunggu tersebut.


" Kok kamu ada di sini? Sama siapa?" Tanya try yang kebingungan.


" Iya nih Elisa disuruh nunggu di sini, Elisa sendirian saat ini" Ucap Elisa.


Try yang melihat pakaian yang di gunakan oleh Elisa adalah baju jas milik Andre saat jaman magang dulu.


" Hemm-- eh sebentar deh, bukannya ini jas almamater LAB yah si Andre kan, kok kamu pake baju itu?" Tanya kebingungan try saat ini.


" Habis baju mba Hilda gak muat buat badan Endut kaya Elisa" Ucap Elisa yang menampilkan pakaian yang agak longgar tersebut.


" Hah? Hilda. Jadi kamu yang gantiin si Hilda" Syok Try yang tidak percaya akan menemukan pengganti Hilda dalam waktu 1 jam.


" Iya, dokter Try" Jawab Elisa yang saat ini mantap Try yang dengan tatapan penuh kebingungan.


Kedatangan Andre yang baru selesai menelfon itu langsung menghampiri istrinya dan sahabat itu, melihat seperti Try dengan tatapan melongo menatap Elisa.


" Andre, seriusan nih Elisa yang gantiin Hilda?" Tanya Try yang mau tahu kejelasannya dari Andre saat ini dengan wajah berseri-seri.


" Iya serius lah, dia kan udah di depan matamu sekarang masa harus pulang lagi?" Ucap Andre yang menunjuk Elisa dengan wajahnya.


Elisa menarik lengan baju Andre, dengan tatapan penuh dengan seringainya.


" Anterin masuk ke ruangannya pak andre" Ucap elisa mengedipkan mata gentitnya.


" Iya tentu saja akan saya antar kamu untuk ke ruangan. Yaudah Try aku mau nganterin Elisa keruang kls dulu karena sudah waktunya pemateri ke 2 masuk" Ucap Andre.


Try masih melongo dengan pemandangan di depannya itu karena kaget melihat keakraban Elisa dan Andre yang begitu sangat dekat. " Eh! ouh! Woy dre~" Setelah Andre sudah agak jauh baru sadar.


" Nanti kita bahas lagi, urus bagian dokter sana" Jawaban dari Andre .


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Jumat 8 Oktober 2021