
Berjalan dengan sangat hati-hati, sambil was-was melihat tatapan semua orang yang sangat menakutkan padanya, Andre langsung menatap Elisa yang sedang berjalan dengan ragu-ragu mendekati yah.
(Gawat, jika begini terus maka Elisa akan ---) Ucap dalam hati Andre yang mulai panik.
(Aduh~ kok mereka serem-serem yah, kan aku istrinya kenapa harus mereka yang manatap marah padaku, seperti aku yang merebut suami mereka saja) Gerutu Elisa yang khawatir.
"Nona, kamu lambat sekali jalannya" Ujar Bagas yang langsung menarik tangan Elisa membuat Elisa kaget, tanpa sadar ia menepisnya dengan cepat.
"Ih apa sih, jangan kurang ajar yah. Main ditarik-tarik aja, nanti juga aku sampai kok tanpa harus kamu tarik" Ucap Elisa dengan nada sewot.
"Uppss~ sorry nona, karena kamu jalanya kayak siput" Ucap Bagas yang langsung mengakat tangan yang di tepis elisa tadi dengan tanda ia tidak tahu.
"Apa masalahmu, lagian aku yang jalan kenapa kamu yang gak sabar, sebenarnya yang kayak siput itu adalah kamu yang punya otaknya kayak siput" Ujar Elisa yang begitu sangat geram dengan tingkah bagas.
Mendengar ucapan itu dari mulut Elisa membuat Bagas naik emosi, tapi langsung di tahan oleh Luky yang masih berada di sebelahnya, Elisa yang dibuat kesal itu hanya menatap tajam pada Bagas.
"Hah! Dia ngomong apasih, kamu seperti sedang meledekku ya" Ujar Bagas yang maju satu langkah tangan sudah mengepal kuat.
"Kenapa? Merasa tersindir, baguslah. Itu tandanya kamu tahu diri, tidak usah aku beri penjelasan lagi. Lalu apa alasanmu ada apa untuk menyuruh kemari agar aku mendatangimu, ingin apa?" Ucap Elisa yang saat ini menatap tajam, dengan satu tangan sudah ia lipat kedepan.
( Elisa sepertinya sudah benar-benar marah, jika dia sudah benar-benar dalam level 100 bisa gawat, bagas kamu telah membangkitkan singa betinaku yang sedang tidur) gerutu dalam benak Andre yang langsung panik, ia bangkit dari kursi saat ini.
"Wah apa nih! Kayaknya nih cewek nantangin kita yah, jadi cewek rese juga. Apakah aku salah milih, nona masih untung aku memilihmu, seharusnya kamu berterima kasih padaku karena telah memilihmu" Ucap Bagas yang menatap dengan tajam pada Elisa yang sangat tak ada takutnya.
"TERIMA KASIH?! hello, apakah aku gak salah denger. Sudah gila kali aku bilang itu kepadamu, lebih baik aku berterima kasih pada koki yang sudah memberikan masakan terbaiknya untukku, dari pada harus bilang terima kasih pada orang yang gak tahu attitude seperti kamu" Ujar Elisa menujuk dadah Bagas dengan menusuk-nusukkan jari telunjuk kirinya pada Bagas.
Andre bangkit dari kursinya dan melerai keduanya, tapi tak ada gunanya suara Andre kalah dari suara Elisa dan Bagas.
"Bagas, sudah cukup! Hentikan bercanda mu ini, jangan buat aneh-aneh lebih jauh lagi. Sebelum penghuninya benar-benar mengamuk, jadi hentikan" Ujar Andre yang mencoba menghentikannya, tapi tak ada gunanya.
"Apa maksudnya itu? kamu jangan membelanya dre aku tahu tujuanmu mengatakan ini agar kamu terbebas dari janjimu" Ujar Bagas yang malah menantang Andre.
"Bagas, dengar aku selagi masih baik padamu jika kamu lebih dari ini aku tidak jamin keselamatan mu" Ancaman Andre karena memang tidak main-main amukan Elisa.
"Kamu sedang mengancamku? Andre percuma kamu mengancamku itu tidak akan berpengaruh padaku, jadi akan sia-sia usahamu" Ujar Bagas dengan yakin.
"Iya, tapi jika gelombangnya terlalu besar aku tidak yakin jika kau bisa menahannya karena penghuninya lebih buas dari pada gelombang airnya" ujar andre yang menatap menyakinkan bagas jika ucapannya itu bukan omong kosong.
( Apakah Andre tidak man-main dengan ucapannya kali ini, apa yang dimaksudkan Andre) ujar dalam benak Luky yang juga penuh dengan pertanyaan.
"Kamu ngomong apa sih! bilang aja kamu mau mengalihkan pembicaraan, atau kamu tidak beranikan untuk menepati janjimu. Kamu nggak minat sama hal seperti iya kan, aku tahu trikmu ini Dre jadi jangan kau bohongi aku dengan ancaman konyolmu, lagian dia ini cewek tulen bukan jadi-jadian iyakan nona. Hey nona apakah kamu benar-benar wanita asli atau kah kamu wanita---" belum sempat ucapan Bagas itu selesai tapi sudah dapat tamparan keras mendarat di pipinya.
PLLAAKKK !!!
"Jaga mulutmu, ternyata otak dan mulutmu sama saja, sama-sama sampah! Kamu pikir wanita didunia ini sama di matamu, jangan samakan aku dengan wanita jablayy di yang ada di belakang mu itu" Ujar Elisa yang marah pada Bagas karena ucapannya yang kurang ajar itu, Elisa tipe yang tidak akan main-main dengan hukumannya.
Sudut bibir Bagas terluka, gara-gara tamparan itu, pipi bagas juga sangat merah. Luky saja kaget saat melihat kejadian yang di depan matanya itu, ada wanita yang berani menampar putra grup KARA sedangkan ibunya saja tak berani melawannya.
"Kamu-kamu berani menampar ku, dasar wanita tidak tahu di untung. Sudah bagus aku memilihmu, tapi apa balasan yang berikan padaku ini" Ujar Bagas yang akan membalas memukul Elisa tapi dengan cepat Elisa menahannya dengan tangannya yang lebih kecil dari lengan Bagas tapi tenaga Elisa tidak kalah dari tenaga pria.
"Kenapa emangnya? lagian aku barang yang dapat kamu tunjuk dan pilih sesuka hatimu, aku manusia kamu yang binatang, tidak berotak dan tidak bermoral. Apakah orang tuamu tidak mendidikmu dengan tata aturan sopan santun, ouh yah aku tahu apakah ibu dan ayahmu juga seorang siputya, aku lupa" Ujar Elisa yang meledek dengan nada nyiyir.
"Kamu semakin kurang ajarnya, apakah kamu tidak tahu siapa aku" Ujar Bagas yang mulai geram dengan apa yang di katakan Elisa.
"Hemm~ pede banget sih jadi orang, sayangnya aku tidak tertarik dengan kamu, tapi jika katakan dengan wanita-wanita itu mungkin saja mereka tertarik, lagian kamu tidak menarik tidak terlalu tampan juga, jadi aku gak mau tahu siapa kamu" Ujar Elisa membuang mukanya.
"Kurang ajar nih cewek" saat akan membuat sesuatu pada Elisa, Andre langsung menahan dan turun tangan.
"Sudah cukup! sampai disini saja Bagas jangan terlalu jauh sebelum terlambat, Elisa redahkan amarahmu" Ucap Andre yang menenangkan elisa.
"Untuk apa aku yang harus merendahkan diri, lagian apa yang aku lakukan hingga aku harus merendahkan amarah" Ucap Elisa manatap Andre.
"Aku tahu ini salah ku, jika aku tidak memancing mereka melakukan yah, jika aku diam saja mungkin ini tidak akan terjadi jadi maafkan aku, jadi mohon percaya padaku akan ku selesai masalah ini" Ucap Andre pada Elisa menyakinkan.
"Tidak perlu, semua sudah terjadi lagian kau tak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah dan tak melakukan apapun tuh dari tadi aku liat, biar aku yang selesai ini, kamu cukup diam saja seperti tadi" Elisa yang juga sudah terlalu kesal dengan suaminya.
( Sepertinya Andre tampak berbeda, jika dengan cewek ini. Tunggu dulu bukannya nih cewek yang tadi siangkan, apakah aku salah) Dumal dalam benak Luky.
"Iya, Bagas sudah lah kamu lupakan. Nona saya mewakili temanku untuk minta maaf kepada mu!" Ucap Luky yang membungkam mulut Bagas dengan tangannya.
"Dia gak punya mulut kah hingga harus anda yang mewakili untuk minta maaf, lalu untuk apa anda tutupi mulutnya seperti itu, atau mulutnya cuman dibuat untuk berkata-kata sampah saja makanya anda tutupi mulutnya, maaf anda untuk apa?" Ucap Elisa yang menaikan suaranya.
"Elisa! sudah cukup" Ucap Andre yang menenangkan Elisa yang sudah sangat kesal.
"ha-ha-ha, temanku ini punya mulut kok hanya saja seperti yang kau bilang tadi jika dia buka mulut akan bicara sembarangan lagi takutnya akan menyinggung perasaanmu" Ucap Luky yang merendahkan suasana.
(Gila menakutkan juga nih cewek, aku harus hati-hati denganya, sepertinya levelnya juga lebih tinggi dari Andre ) Ujar pria yang saat ini malah jadi bergetar.
"Nona maafkan dia, bagaimana jika kita lanjutkan saja, yah" Ucap Luky mengalihkan pembicaraan.
"Lanjutkan soal apa? menurut mu tuan" Ujar Elisa yang saat ini melipat tanganya kembali.
"Hemm apa yah, mungkin karena kepalang janji mungkin Andre harus..." Ucapnya terhenti karena tatapan mata menakutkan terpancar dari wajah Elisa.
"Jadi, Huh! kupikir kamu lebih baik darinya tapi ternyata sama saja rupanya! Kamu menyuruh Andreku untuk tetap melakukan kiss dengan wanita kan! Baiklah, siapa yang kamu pilih tadi. Aahh~ aku lupa kalian telah memilihku yah untuk mencium dokter Andre begitu" Ucap Elisa yang dibuat kesal.
"Hey Wanita setidaknya kamu cukup beruntung karena bisa mendapatkan ciuman dari Andre, lihat semua yang terlihat sangat iri denganmu. Siapa namamu, biar kenalan dulu biar tambah akrab siapa tahu bisa jadi wanita disamping Andre" Ucap Bagas yang sudah agak redah.
"Tidak! tidak perlu kita kenalan, kalian akan kepo sendiri nanti denganku" Ujar Elisa yang menyaringnya bibirnya dengan tatapan tajam.
(Elisa ternyata lebih kejam dari Andre, aku baru tahu sisi ini) Gerutu Rudi dari jauh.
"Maaf nona, temanku ini kadang- suka beranda" Ucap Luky.
"Nona, aku beri tahu yah tidak mudah loh untuk mendapatkan perhatian khusus dari Andre, karena dia si gunung es, jangan wanita yang akan bertahan lama-lama di samping kutub es, kamu wanita yang paling di untungkan di sini, hanya Wanita-wanita yang sangat beruntung yang bisa dekat dengannya, tak banyak juga yang dapat singgah di dekatnya karena saking dinginnya" Penjelasan Bagas.
"Cih! membual"
"Nona apa yang kau katakan!"
"Tidak ada yang ku katakan, kalian hanya mengatakan omong kosong. Sebenarnya apa mau kalian, menyuruhku datang hingga menyeret ku ke depan seperti ini"
"Nona, kamu galak sekali"
"Aku galak seperti ini hanya kepada orang-orang tertentu saja, yang telah mengusikku dan mengusik orang lainnya"
"Wah, dia sangat kuat yah"
"Andre apakah aku memilih wanita yang tepat" Ucap Bagas yang sangat bersemangat.
"Iya, dia seleraku sekali kamu pandai mencari tipe idealku yang terbaik terima kasih kawan!" Jawab Andre.
"Nona, kau dengar itu dia bahkan sangat senang. Jadi bagaimana jika kita kenalan dulu" ucap Bagas yang mengulurkan tangannya.
"Tidak! tidak perlu kita berkenalan, lagi pula siapa kalian beraninya mengajakku berkenalan"
"Wah! wanita ini kurang ajar sekali"
"Kau tidak tahu aku, ah~ benar kamu tinggal di Indonesia jadi tak tahu tentang ku"
"Memang, sudah aku katakan tadi apakah selain otak siput ingatan mu juga terganggu, aku tidak tertarik mengenal pria idiot seperti kalian" Ucap Elisa.
"APA kamu bilang, Weh sudah bagus yah aku menunjukmu, seharusnya kamu berterimakasih kepada ku kenapa kau malah--" Ucapan Bagas terhenti karena tangan Luky sudah menahan tubuh Bagas.
"Hmmm nona maaf jika temanku kurang sopan tapi dia hanya bercanda kok"
"Menurutmu apakah ada bercanda yang menyuruh seseorang untuk mencium seorang wanita disini? Jawab!" Ucap Elisa kesal.
"Ekuemm tidak ada!"
"Lalu apakah kau tahu apa yang kalian katakan itu akan dianggap serius sama orang lain, jadi jangan buat candaan seperti ini, soal janji dokter Andre, apakah dia yang membuatnya? justru kalianlah yang membuat rencana ini, negaramu punya agama yang berbeda dengan kami yang Muslim sedangkan kalian non muslim dan agama Islam terlalu kuat di negara kami, kamu menyuruh dokter Andreku, untuk mencium salah satu bagian tubuh wanita yang bukan mahramnya. Otak kalian di letakan di mana? asal kau tahu dia itu milikku, hanya aku yang mendapatkannya" Ucap Elisa yang di dengar semua orang.
Tanpa sadar Andre tersenyum tipis mendengar pengakuan itu, Luky juga belum sadar dengan apa yang di katakan Elisa.
"Kalian telah kehilangan moral kalian, kalian berdua telah membuat orang yang sudah sah menjadi pasangannya ini, untuk membagi miliknya dengan mereka orang asing" Ucap Elisa yang kepala yah sudah panas.
"Elisa, sudah hentikan mereka memang seperti ini jadi redakan amarahmu" Ucap Andre yang menenangkan Elisa.
"Diam kamu! Buat kalian siapa tadi nama-nama ah si siput dan si idiot, kalian jangan anggap wanita itu serendah mereka, kalian pikir wanita itu sama tak ada harga diri yah, ingat lah tanpa wanita kalian tidak akan ada di dunia jadi jangan merendahkan diri dan derajat kaum wanita, kamu dengarkan" Ucap Elisa menatap tajam pada Luky dan Bagas.
Elisa menghela nafasnya panjang. " Sudahlah aku lelah berdebat menceramahi kalian, kalian tadi ingin menagih janji Andre kan, lihat baik-baik buka mata kalian, kami sudah sering melakukan yah bahkan di atas ranjang sekalipun" Ucap Elisa menatap Bagas dan Luky.
Andre terdiam, tak tahu apa yang di rencanakan Elisa. Langsung melompat kepelukan Andre, tanpa pikir panjang Elisa mengalungkan tanganya di leher Andre dan langsung melahap dengan ciuman yang lumayan sangat dalam hingga semua tak bisa berkata-kata lagi.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Selasa 11 Januari 2022