
Jam makan siang semua ramai dengan banyaknya kariyawan yang sedang antri jatah makan siang mereka, di lantai 4 dengan melihat pemandangan dari atas kota New York.
Makan siang kali ini baru pertama kalinya bagi Elisa, saat ingin naik ke lantai 4 dengan Rudi tiba-tiba ada serangan dari perutnya yang kurang baik, itu membuat Elisa harus cepat-cepat cari toilet terdekat.
" Aduuh-duuh" Ucap Elisa sambil memegangi perutnya yang sakit.
" Kamu kenapa lis?" Tanya Rudi yang khawatir kepada Elisa.
" Perut aku sakit banget mas, kayanya ada serangan mendadak nih" Ucap Elisa bikin binggung Rudi.
" Kamu lagi datang bulan?" Tebak Rudi.
" Nggak, cuman kaya yah tadi pagi aku salah makan deh atau aku gak cocok yah sama makan-makanan orang sini" Ucap Elisa tanpa sadar ia mengatakan yah.
" Eh? Apa Maksudnya" Ucap langsung mengerutkan keningnya.
" Aduh~ nanti aja aku jelaskan, aku pergi sekarang perut aku udah mules banget mau buru-buru ke toilet" Ujar Elisa yang langsung ngiprit nyari toilet terdekat.
" Dasar tuh anak ada-ada saja" Ujar Rudi sambil menggelengkan kepala.
Dari jauh Andre melihat Elisa yang lari menuju lorong dimana toilet berada, Rudi yang tidak jauh dari tempat dimana Elisa lari tadi, Andre terdiam ingin rasanya menghampiri tapi langkahnya tak bisa maju lebih lagi.
" Dre, besok pematerinya siapa?" Tanya Junlion tiba-tiba membuyar lamunan.
" Mr. James" Jawab singkat sambil jalan menuju tempat rapat.
" Ouhnya, Dre aku baru ke inget mau menyampaikan soal Mr. James, karena tadi aku baru saja menghubungi Mr. James, katanya besok dia ada seminar gimana!" Ucap Try.
" Begitu kah?" Jawab Andre yang saat ini fokus kembali pada lawan bicaranya.
" Kita nggak cari pemateri lainnya saja Dre" Ucap Try.
" Ah~ gimana kalo besok kita bawa saja para dokter untuk ikuti kelas seminarnya" Ide Andre yang membuat Try dan Junlion saling menatap.
" Hah! kamu serius?" Tanya kembali Try.
" Iya, besok tetap beliau akan jadi pemateri walau tidak secara langsung, dan juga bisa menjadi pemateri selanjutnya" Ucap Andre dengan senyuman lebar.
Andre yang pergi meninggalkan kedua temannya, yang masih terheran-heran dengan sikap Andre yang aneh akhir-akhir ini, Jun dan Try saling tukar pandangan.
Jun dan Try mengejar Andre. " Jadi besok jadwal para dokter free dong?" Ujar Junlion.
" Nggak Jun, tadi Andre bilang bawa semua dokter itu ikuti seminar itu tandanya untuk bawa semua dokter mengikuti materi tidak langsung" Penjelasan Try pada Junlion.
" Itu benar Junlion yang di katakan Try" Ujar Andre mengiyakannya" Ujar Andre.
" Ouh gitu, lalu siapa yang akan urus staf di sini" Ujar Junlion.
" Try, yang akan tetep tinggal di sini" Jawab Andre singkat tanpa berfikir.
" Baiklah" Tanpa penolakan dari Try.
Rudi sebenarnya sudah menyiapkan tempat duduk untuk Elisa, tapi tiba-tiba ada dokter muda yang mengambil tempat yang sudah di siapkan Rudi.
" Eh- apa-apa sih kok main ambil aja cari tempat lain dong!" Ujar Rudi yang mempertahankan kursi untuk Elisa.
" Ya kamu yang apa-apa serakah banget sudah dapat tempat malah masih menyembunyikan kursi lainnya!" Ucap dokter magang.
" Ini buat temen saya" Jawab Rudi.
" Lagian teman kamu juga belum datangkan, ngapain coba di siapkan kursinya! biarkan dia usaha cari sendiri" Ucap Dokter itu lagi.
" Ya elu yang seharusnya cari tempat lainnya nggak bisa ngalah banget buat cewek nih" ucap Rudi.
Saat Elisa baru keluar dari toilet, Elisa langsung pergi ke kantin yang sudah si siapkan oleh perusahaan filix tersebut, Elisa ikut mengantri tapi karena terlalu lama di toilet ia jadi antri yang paling akhir, dan cuman tinggal sisa-sisanya saja dari lauk-pauk yang sudah habis, hanya tinggal bumbu saja nasi itu juga tinggal sedikit tidak cukup satu porsi bagi Elisa.
" Hemm-- gara-gara perutku tidak enak, jadi kehabisan jatah makan siang deh. Apakah gara-gara perjalanan jauh dan aku juga belum pup selama 2 hari ini gara-gara liat toilet moderen yang bikin aku frustasi binggung cara make ya ampun yah Elisa- Elisa" ngedumel Elisa sambil mengambil jatah makan siang yang seadaanya itu.
Setelah selesai ambil jatah Elisa mencari tempat duduk melihat bangku semua penuh orang di meja tempat kariyawan, sedangkan ada tempat disisinya adalah khusus untuk para dokter dan jejerannya tapi karena Elisa tidak bisa membaca bahasa asing ia tidak tahu kalo tempat itu khusus untuk para petinggi kedokteran dan jejerannya.
" Elisa sini masih ada sisa duduk sedikit nih?" Ucap Rudi rela berhimpitan sama yang lainya hanya untuk menyiapkan tempat kosong buat Elisa, tapi Rudi malah di dorong oleh rekannya.
" Apa sih Rudi, udah tahu tempat sempit malah ngajak-ngajak yang lainnya" Ujar temen sebelah.
" Iya rud, lagian dia udah gede lagi biarkan aja dia cari tempat sendiri kan" Ucap temen lainnya.
" Ya jangan gitu lah dia kan cewek, masa iya sih harus nyari tempat yang lain emangnya ini tempat nenek moyang kalian, keterlaluan banget sih" Ucap Rudi kesel.
" Udahlah mas Rudi ngga apa-apa yang di katakan mereka ada benar yah juga saya cari tempat lainnya saja" Ujar Elisa mengalah karena junior disana.
" Ehh Elisa?" Rudi terputus kata-katanya karena tidak bisa menahan Elisa yang akan duduk di bagian para dokter senior itu.
Seorang wanita mendatangi Elisa. " Maaf mba ini tempat khusus bagi para dokter dan orang-orang penting, untuk para Perseta silakan duduk di bagian sana yah" Ujar pelayan.
" Yaelah mba sama-sama tempat ya juga, berbagi lah mba, mau makan aja susah bener sih" ucap Elisa.
Dari jauh Andre dan jejerannya baru keluar setelah rapat, di susul ada Ariana juga yang datang dengan para bawahannya.
Melihat istrinya di usir Andre tidak terima, ingin rasanya menolong Elisa tapi langkahnya lagi-lagi terhenti saat mengingat janjinya pada Elisa, jadi Andre langsung saja mengambil jatah makan siangnya.
Saking sukanya si koki dan dapat suruhan juga dari Ariana bahwa porsi Andre harus di lebihkan itu membuat Andre ada yang aneh dengan porsi makanya setiap hari, tapi tidak ia hiraukan selama ini.
Setelah dapat jatah makan, Andre yang langsung menghampiri istrinya saat ini sedang berdebat dengan pelayan di sana, Ariana dan bawahannya juga mengekor di belakang Andre, di susul Try- Junlion dokter lainnya yang jadi pemateri hari ini.
" Oke-oke aku pindah duduk, ya elah makan aja ribet soal tempat duduk" Ucap Elisa yang bangkit dari kursi.
" Biarkan dia duduk disini, Elisa kamu kembali duduk saja lanjutkan makanmu?" Ucap Andre yang menyela untuk menyelamatkan istrinya.
Melihat piring di bawa Elisa tidak ada lauk sama sekali hanya ada nasi putih dengan bumbu-bumbu dari masakan tak ada satupun lauk sedikitnya yang terlihat, itu membuat Andre kesal dan merasa marah sampe ke ubun-ubun, tapi ia menahan yah.
Andre meletakkan nampan Piring yah lalu duduk di samping Elisa, Disisi Andre ada Yasmine dan didepan Andre ada Ariana disusul Try yang duduk di sampingnya Elisa, sedang Junlion duduk di samping bawahan Ariana.
Andre meletakkan daging steak di piring Elisa, membuat Try dan yang lainnya syok melihat hal itu.
" Eh! apa yang anda lakukan pak andre?" Tanya Elisa yang kaget dengan perlakuan Andre itu, menatap Andre yang saat ini menahan emosi.
" Sudah kamu makan saja, jangan banyak protes" Ucap Andre.
Try hanya melongo, Junlion juga kaget dan baru sadar jika gadis obat yang suka di ledeknya itu malah ada di samping Andre.
" Eh! gadis obat kamu kok bisa ada di sini sih?" Tanya Junlion pada Elisa.
" Itu juga pertanyaan yang sama, saat aku menanyakan pada andre, tapi belum juga di jawab!" Saut Try.
" Sudah jangan banyak nanya makan saja apa yang ada di hadapanmu itu junlion" Dengan tatapan mematikan milik Andre, itu membuat Jun menundukkan pandangan seketika.
" Wah! mood Andre lagi gak bagus nih!" Dumal pelan Try membuat Try juga langsung fokus pada makanannya.
" Ada aura pembunuh yang sangat kuat dari Andre, mending kau jangan cari masalah dengannya" Ujar Try kembali.
" Oke Try" Jawaban singkat Junlion.
Elisa makan dengan tenang sekali, tapi Andre sesekali memotong lauk miliknya untuk di berikan kepada Elisa, Andre rela makan tanpa lauk sedikit pun hanya untuk Elisa, dia rela membaginya apapun dengan Elisa, semua hanya menjadi penonton.
(" Sikap Andre agak aneh, apakah mereka sudah jadian tanpa sepengetahuan ku yah") Ucap try dalam benaknya saat melihat aksi yang di tunjukkan Andre yang sangat romantis terhadap Elisa.
Rudi hanya diam tapi dia merasa tenang saat melihat Elisa duduk bersama Andre dan teman-teman yah, Elisa makannya pun tidak bisa tenang selalu menundukkan kepalanya karena malu, dengan tatapan orang-orang sekitar seperti tidak mau melepaskan mangsanya, para dokter dan orang-orang di depannya itu juga sangat keheranan penuh tanda tanya.
...💞 TRANSLATE ENGLISH💞...
Saking penasarannya Ariana memberanikan diri untuk bertanya pada Andre yang saat ini memberikan air minumnya pada Elisa.
ARIANA : Dokter Andre apakah dia pacarmu?
ANDRE : Kenapa memangnya anda bertanya begitu!
ARIANA : Bukan kah dia hanya seorang karyawan anda
ANDRE : Dia ini adalah is... Kariyawan ku yang paling aku akui
ARIANA : Tapi sikap anda terhadap kariyawan anda itu sangat di luar dari kata atasan dan bawahan, apakah ada hubungan diantara kalian.
ANDRE : Ada hubungan atau tidak itu bukan urusan Anda yang seharusnya tidak perlu ikut campur dalam masalah pribadiku.
TRY : Maaf menyela siv ARIANA, Andre tidak suka membahas masalah pribadi itu. Jadi kumohon jangan bertanya terlalu jauh, Andre terlalu sensitif soal itu.
JUNLION : Ya siv Ariana, jadi jangan menambah mood aurah tidak enak sekali, jadi saya mohon anda jangan terlibat atau menambah suasana jadi tidak nyaman, demi kebaikan bersama.
...🤔 SELESAI🤔...
Semuanya hanya diam tak ada yang berani lagi untuk berkomentar karena semua takut dengan Andre dalam mode menahan amarah, dan cepat atau lambat akan meledak juga.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Selasa 12 Oktober 2021