
Andre yang di sambut dengan baik, walau tanpa membawa orang-orang tersebut juga Andre sudah di anggap jadi kandidat utama, sebagai pemimpin dalam penerus generasi ANDRILOS hanya saja Andre ingin minta keringanan, untuk duduk di sana.
Bukan tujuan dia ingin jadi pemimpin, dia hanya ingin membuat pamannya itu untuk muncul, agar dia tahu dimana keberadaan papah dan daddynya berada itulah tujuan utamanya.
ZACKY : Mr, Charly. Kedatangan kami kemari, anda pasti sudah mendengarnyakan, jika Tuan muda yang datang bersama saya ini adalah cucu dari tuan Andriano, pewaris SAH dari kelas bangsawan utama
CHARLY : Kami semua sudah dengar, makanya kami sangat kaget saat anda sendiri yang datang menemui kami, padahal anda juga salah satu kandidat kuat, tuan Zacky
DEMIAN : Ada yang ingin kami juga sampaikan, Tuan Andre ingin masuk dalam jejeran kandidat, tapi ia masuk bersyarat
CHARLY : Maksudnya, bersyarat?
SHANDY : Artinya Tuan Andre, tidak akan terlalu besar mengikuti semua kegiatan asosiasi ini
ZACKY : Tuan Andre, juga ingin sampaikan jika beliau akan masuk Asosiasi, tapi dengan berapa perbedaan
CHARLY : Maksudnya?
DEMIAN : Maksudnya disini, karena Tuan Andre ini tidak bisa full mengikuti semua kegiatan asosiasi di garis bawahi, karena dia hanya akan duduk menjabat selama 1 periode
CHARLY : Mana mungkin bisa seperti itu, Tuan Andriano menginginkan agar generasi keluarga ya bisa—
ZACKY : Apakah, dia bangkit dari peti ya dan mengatakan hal itu, kepada anda Mr?
CHARLY : Aah- itu,...
DEMIAN : Mr. Charly, Buat dia jadi kandidat utama sekarang juga, jika tidak kami akan ikut campur dalam perekrutan tenaga kerja yang baru
CHARLY : Tuan-tuan, anda salah mengartikan soal asosiasi khusus ini, yah aku akui tempat ini di bangun karena tuan charlosen sendiri, karena beliau yang telah menginginkan yah harus ada dewan perwakilan, untuk merekrut anggota dalam keputusan berkelompok, tapi bukan sepenuhnya seperti di atur oleh ketua begini
SHANDY : Jadi menurut anda kami harus bagaimana? Mr. Charly?
CHARLY : Andriano pernah bilang jika cucunya akan menjadi pemimpin penerus ANDRILOS yang kuat, beliau sudah memprediksi akan hal ini yang pada akhirnya datang juga, beliau pasti sangat senang, jika Tuan muda ingin masuk menjadi pemimpin penerus ANDRILOS
Singkatnya setelah perdebatan cukup lama itu, akhirnya Andre menduduki posisi puncak dalam kandidat kuat, dari jejeran ANDRILOS, dan Andre juga mengalahkan anggota grup klan bangsawan lainnya.
^^^🌾 INDONESIA, DESA N^^^
Keesokan paginya saat Elisa yang senang sekali karena bisa membantu ibu-ibu disini, untuk membangun perekonomian ibu-ibu. Di bantu sang adik untuk gelar tikar dan lainnya, alat-alat yang dia beli kemarin sudah siap disana.
Satu persatu ibu-ibu itu juga pada berdatangan, kekediaman Elisa. Sampai jam 9 tepat, semua ibu-ibu itu sudah pada berkumpul, Elisa dengan telaten sekali untuk membantu ibu-ibu itu membuat segala jenis kue-kuean.
Hingga kedatangan 4 orang yang kemarin di pukuli Elisa, sampai babak belur itu akhirnya datang dengan juragan mereka, untuk mengetahui tentang keberadaan Elisa dan menuntut balas.
"Mana ini, pemilik rumah! " Seraya membanting barang-barang ada di depan.
Elisa yang ada di halaman belakang di buat kesal dengan tingkahnya, Elisa langsung keluar dari halaman belakang melihat siapa yang melakukan keributan.
"Aduh siapa sih, di luar kok berisik banget" Ucap Elisa yang bejalan pergi.
Ibu-ibu yang tadi masih fokus bikin kue juga ikutan keluar melihat siapa yang datang, saat mendengar suara yang tidak asing baru mereka mundur lagi.
"Itukan suara si juragan"
"Iya, aduh mau ngapain yah?"
"Pasti bikin keributan lagi, mba Elisa kesana lagi"
"Semoga gak apa-apa deh!"
Mendengar hal itu, Azril yang ikutan penasaran malah ikut keluar membantu tetehnya.
"Siapa kamu, main banting-banting barang orang aja" Ucap Elisa yang baru keluar.
"Juragan, itu ceweknya" ucap Baron si preman yang waktu itu di hajar habis oleh Elisa.
"Jadi kalian kalah dari cewek kecil ini, badan kalian aja yang gede, ngelawan satu cewek aja k.o langsung di kalahkan" Ucap si juragan yang kesal sama anak buahnya.
"Juragan dia cukup kuat, juragan gak ngerasain sih. Makanya bisa bilang gitu, kita yang sudah merasakan dia cukup kuat" ucap si Baron.
"Jadi selama ini aku ngasih makan apa? sekumpulan babi!" Ucap si juragan yang agak marah sama anak buahnya.
"Coba saja juragan lawan, jika juragan bisa menang" ucap si Juki yang keceplosan.
"Kurang ajar kau, beraninya nyuruh-nyuruh lalu kalian ku kasih uang buat apa?" Ucap si juragan yang sangatlah marah.
"Woy, kalau mau ribut jangan disini ini rumah orang, disini lagi pada sibuk" Ucap elisa yang kesal sama ke lima orang yang ada di depan mereka.
"Jadi kamu pemilik rumah, apakah kamu yang buat anak buah ku patah tulang begini?" tanya si juragan.
"Iya, kenapa? kamu mau protes atau mau juga merasakan ya. Terus ini gimana ceritanya, barang-barang saya berantakan begini. Kamu mau tanggung jawab gak, kalau anak buah kalian masih sakit aku sanggup tanggung jawab beri pengobatan gratis. Jadi gimana denganmu mau tanggung jawab, sama rumah aku yang berantakan begini" Ucap Elisa yang marah gara-gara barang-barang berserakan.
"Kurang ajar, jadi semua ini ulahmu. Lalu kenapa? emangnya kamu pikir saya gak sanggup buat bayar barang-barang rongsokan mu itu"
"Yaudah kalau kamu sanggup, bayar sini" Ucap Elisa yang kesalnya dengan tingkah si juragan itu, mau melawan tapi di tahan Azril.
"Teh, biar Azril aja" ucap Azril yang tahu jika teteh yah udah mulai ngamuk gimana jadinya, yah Elisa emang kalau dipancing akan meluap-luap.
"Kamu terlalu baik zril, aku udah Gedeg banget sama sok kaya dia, padahal gak ada apa-apanya dia" Ucap Elisa.
"Bapak-bapak, kalian sudah merusak barang-barang kami setidaknya bayarlah karena kami pakai uang buat beli, lagian kenapa sih harus melakukan perusakan rumah" Ucap Azril yang ikut kesal.
"Kalau kalian merasa orang tua, sadar umur, mau sampai kapan kalian tobat, dan berhenti menyiksa warga di sini, kuburan mu sempit baru tahu rasa" Sindir Azril ucapan itu membuat amarah meledak-ledak, Azril di tarik kera bajunya, hingga kaki ya menggantung.
"Dek! woy lepas adik ku, beraninya sama nak kecil kau" ucap Elisa yang mencengkram erat tangan si juragan, lalu setelah tangan juragan itu tak bertenaga, melepaskan kera baju Azril, ternyata cengraman tangan Elisa lebih kuat.
"Teh, tenang yah. Sebaiknya kalian cepat kabur deh, aku tak bisa menahan tetehku, jika bener-bener amarahnya sudah muncak begini, juragan sebaiknya anda per—" belum sempet melanjutkan ucapan, Azril sudah melihat tangan teteh mengepal dengan sempurna, siap-siap ingin menghabisi mereka.
"Boleh juga kau, aku ingin tahu seberapa kuatnya si ka—" saat juragan itu maju, ingin menantang, malah dapat tarikan baju dan langsung ke banting, tangan si juragan di puter hingga patah tulang lengan.
BRAK !
BLUUUG !
KREEETEEKKK !
"Aaaaaaaaaaaa taaaannnnggggaannnn kuuu" teriakannya sangat nyaring, 4 orang yang di belakang si juragan tadi malah ketakutan, merinding dengan sikap brutal yang di miliki Elisa.
Azril hanya bisa tepok jidat ya, karena gagal menahan amarah tetehnya, ia langsung menjadi penengah bagi teteh dan si juragan itu, agar tetehnya tidak semena-mena terhadap si juragan.
"Aissss, sudah ku bilang kalian lari sebelum tetehku ngamuk, nggak percaya sih. Teteh tenang dong! Teh, inget masih ada pelatihan untuk ibu-ibu bikin kue" Ucap azril yang menenangkan Elisa.
Disisi lain, Ben yang di tugaskan Andre untuk menjaga dan mengawasi Elisa malah ikutan kaget sama kekuatan yang di miliki Elisa.
"Gila, istri tuan muda hebat juga. Lalu untuk apa aku menjaganya, jika beliau sendiri sudah bisa jaga diri sendiri, apakah aku masih si perlukan, saat dia memiliki kemampuan 10x lipat dari beruang" Dumal si Ben yang takjup dengan apa yang di lihatnya itu.
^^^🏰 KASTIL PERAK^^^
Disana terlihat seorang pria sedang duduk di sofa besar, dengan dua pria paru baya lainnya. Tapi, kedua pria itu malah berada di sebuah jeruji besi yang tidak jauh dari si pria yang duduk di sofa, mereka hanya bisa menatap kearah si pria yang sedang meneguk segelas anggur 🍷.
"Bagaimana ini, kita tidak akan bisa lolos begitu saja. Monika pasti akan khawatir, bagaimana cara kita keluar dari sini" Ucap Arafif.
"Maafkan aku Arafif, aku telah membuatmu dalam masalah" Ucap Brandon yang merasa bersalah.
"Sekarang bukan waktunya untuk menyesal Brandon, kita harus memikirkan untuk menyelamatkan diri" ucap Arafif yang menekan.
"Caranya?"
"Makanya kita pikirkan, karena ini bukan waktunya untuk pasrah begitu saja" Arafif yang sedang memikirkan sesuatu.
Tiba-tiba saja anak buah yang di perintah Marsel Zenus itu datang, membawa semua data yang diperoleh yah.
PENGAWAL : Tuan, dia sudah muncul. Ternyata dia selama ini ada di New York, tidak ada di Indonesia
ZENUS : Tarik semua, siapa dia?
PENGAWAL : Putra Dari Adik anda
ZENUS : Monika?
PENGAWAL : Iya, putra dari nona Monika Cantika Clarlosen. Dia juga sudah masuk dalam jejeran Asosiasi, dan sudah di tetapkan sebagai pilihan, ketua ANDRILOS selanjutnya, hari penobatan akan di mulai Minggu depan
ZENUS : Kurang ajar, aku lengah. Kirim pasukan, ke Istana Lentera
PENGAWAL : Baik, saya akan laksanakan
Mereka pergi setelah mendengar hal itu, menuju kastil yang dimana semua anggota keluarga ANDRILOS berada, atau tempat Markus dan keluarga bangsawan lainnya tinggal.
"Kau dengar itu, Arafif. Andre dalam bahaya, jika..."
"Aku dengar, tidak usah kau ulangi. Lalu bagaimana kita masih di sini, ku harap anak itu sudah punya rencana"
"Iya, aku harap dia baik-baik saja"
Kenapa dia kembali, Andre jangan konyol nak. Apakah kamu ingin menantang maut mu, jangan seperti ini nak. Gerutu dalam benak Arafif.
Semoga dia baik-baik saja, tuhan tolong lindungi putraku, jika kau ingin mengambil nyawa. Setidaknya ambillah nyawaku dulu, aku mohon tuhan jangan ambil dia. Gerutu dalam benak Brandon.
Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, hanya melihat kepergian Zenus keluar. Brandon dan Arafif tidak bisa kemana-mana, karena mereka sudah tidak punya tenaga seperti dulu lagi, Arafif yang sudah mulai lemah karena usia, Brandon yang juga sudah tidak bisa jalan sempurna, mereka hanya bisa menunggu sebuah mukjizat dari agar bisa bebas dengan selamat.
...🌸...
...🌸...
...🌸...
Haiii para readers, ada karya baru nih. On going juga, minta dukungan yah! Agar bisa menyelamatkan rasa malasku biar aku semangat...
Dengan judul : My Marriage Must Be Happy Ending, Mampirnya.
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Sabtu 26 Februari 2022.