Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
81. Isi Didalam.


Andre yang berjalan di depan Elisa sedangkan Elisa mata nggak bisa diam tengok kanan- tengok kiri kepala sampe mau putus gara-gara melihat sekeliling yah, takut Elisa malah jadi tersesat Andre menangkap tanganya, karena Elisa tidak memperhatikan jalan dengan baik saking takjub dengan bangunan.


" Sayang, lewat sini" Ucap Andre sambil memegang tangan Elisa.


" Eh? Iya. Ini rumah bagus benget yah, luas juga ini rumah bisa bikin orang puyeng 7 keliling nih, rumah kok kaya lapangan bola" Ucap Elisa polosnya, Andre hanya bisa tersenyum.


" Ada kok lapangan bola, kamu mau lihat" Ucap Andre.


" Nanti saja, badan Elisa masih lemes banget" Ujar Elisa.


" Iya sudah tidak apa-apa, kamu juga harus istirahat dulu, untuk keliling tempat ini emang butuh waktu 2-3 hari" Ujar Andre.


" Eh? lama bener mas" Tanya Elisa kaget saat mendengar hal itu.


" Iya karena rumah ini emang seluas itu, apa lagi kalo bukan musim salju pasti akan memakan waktu lebih banyak" Ujar Andre yang pernah memutari rumahnya saat dia lagi kesal tapi tak bisa ia lampiaskan.



Jalan melewati lorong hingga akhirnya sampai di depan anakkan tangga, Elisa malah di buat kaget lagi sama suasananya, yang begitu adem damai dengan motif langit biru yang cerah, Elisa tahu kalo mamah mertua suka warna biru laut, dan papah mertua suka warna putih bersih, malah di padukan jadi satu hingga sangat bagus, ada aksen gold juga menambahkan kemewahan.


" Wah! bagus benget, Elisa kok kaya lagi wisata di dalam rumah" Ujar Elisa yang masih bergandengan dengan Andre.


Hingga mereka sampai di sebuah pintu yang sama dengan motif di dindingnya, tidak bisa membedakan mana pintu mana tembok. Saat dibuka pintunya, Elisa malah makin takjub lagi.



Warna putih masih mendominasi, tapi Andre suka warna gelap jadi ada aksen biru gelap dan abu-abu walaupun sedikit agak berbeda dari tempat lainnya.


" Ini kamar kamu mas" Tanya Elisa yang penasaran.


" Bukan !" Jawab singkat.


" Terus ini kamar siapa?" Tanya Elisa balik, menatap suaminya.


Andre tersenyum tipis. " Ini kamar kitalah" Ujar Andre yang berbangga.


" Cih, dasar bisa aja" Sambil melepaskan tanganya.


" Sayang! aku mau mandi dulu yah, aku belum mandi dari kemarin malam udah gak betah" Ujar Andre sambil menciumi bau tubuhnya.


" Ih jorok, pantesan aja dari tadi bau asam itu dari mana" Ucap Elisa meledek.


" Kamu sendiri juga belum mandi" Ujar Andre yang mencubit hidung Elisa.


" Ya udah, kalo gitu kita mandi sama-sama saja" Ujar Elisa sambil memeluk Andre dengan erat, kepala mendongak keatas menatap wajah Andre.


" Hah??? " Andre syok mendengar hal itu dari mulut Istrinya.


" Tapi-- mana kamar mandinya, dari tadi tidak ada pintu ke kamar mandi" Ujar Elisa yang melirik setiap sudut ruangan.


" Sini" Ucap Andre sambil memegangi Elisa, ada sebuah lemari kaca yang bisa di dorong ke samping, ternyata itu adalah pintu masuk kamar mandi.



Mata Elisa selalu tak bisa berkata-kata apa-apa lagi saat melihat semua hal itu, benar-benar keturunan Sultan kali yah, tapi kata mamah ini belum ada apa-apa yah. Tapi bagi Elisa, ini rumah sudah di bilang istana.


" Wah! Semua emas nih! Cantik banget, ini mah sayang di buat wastafel" Tanya Elisa sambil meraba area wastafel, seperti mangkok dan ada motif bunga.


" Nggak tahulah mamah-papah, suka banget bikin yang aneh-aneh? Jadi gimana tawaran yang tadi" Ucap Andre yang mulai tertarik.


" Tawaran tadi, apa?" Elisa binggung.


" Soal mandi?" Ujar Andre yang ragu, telinga Andre memerah karena menahan malu.


" Ouh! ya hayu kamu mau sekarang" Ujar Elisa yang langsung melepas satu persatu pakaiannya.


Andre yang malah panik. " K-k-kamu mau ngapain sayang?" Tanya Andre gelagapan.


" Katanya mau mandi bersama? kok masih nanya, bukanya kalo mandi harus lepas baju yah?" Ujar Elisa yang polos.


" I-ii-iya tapi- tadi aku hanya bercanda loh, gak jadi deh! kamu mandi duluan saja" Ucap Andre yang mulai kalang kabut saat ucapanya di tanggapi Elisa.


" Cih ! suruh siapa nantangin, dia pikir aku gak berani apa! emang dia yang suka nantangin tapi malah dia yang kabur, ya elah tuh orang nyeselin lama-lama" Gerutu Elisa kesel.


Andre malah kabur, keluar dari kamar mandi meninggalkan Elisa di dalam.


" Huffffsss- Gila, bisa hangus aku lama-lama didalam. Bodoh yah aku malah mengatakan hal itu, udah tahu Elisa itu gak akan main-main sama ucapan yah" Gerutu Andre sambil mengatur nafasnya, hingga menepok mukanya🤦🏻‍♂️.


" Ini mandinya gimana sih? tahulah" Ujar Elisa yang Kebingungan.


Elisa keluar lagi dari kamar mandi melihat Andre yang sedang melepas pakaiannya, kaget bukan main.


" Kamu mau mandi?" Tanya Elisa saat melihat Andre melepas kencing kemejanya.


" Kenapa kamu malah keluar lagi" Ujar Andre yang tak melihat hanya melirik pada Elisa yang ada di belakangnya.


" Aku gak ngerti cara make kamar mandinya" Ucap Elisa polos.


" Ya ampun sayang, itukan sama cara pakainya seperti di apartemen kalo kanan itu panas kalo kiri itu biasa" Ujar Andre yang langsung balik badan.


Terlihat Motif Kotak-kotak itu dengan jelas mata Elisa melihatnya tanpa berkedip, entah kenapa tak pernah bosen melihat itu, mata Elisa malah fokus ke bagian perut. Andre langsung menutupi itu dengan kemeja yang masih melekat di tubuhnya, Elisa langsung fokus ke muka Andre yang memerah.


" Udah sana mandi" Ujar Andre yang membuat tubuh Elisa memutar agar balik ke kamar mandi.


" Ouh gitu, terus mana handuk yah?" Tanya Elisa.


" Itu yang ada di lemari namanya apa sayang!" Ujar Andre.


" He-he-he oke, aku masuk lagi deh! padahal aku pengen tahu kalo kamu mandi suka lama itu ngapain aja sih di kamar mandi, aku suka kepikiran loh. Di otak aku malah jadi jalan-jalan liar, kalo kamu lagi mandi" Ujar Elisa, yang membuat Andre tambah jadi kelagapan.


" Wah! kamu nakal sekali sayang! udah sana cepat mandinya, terus gantian sama aku" Ujar Andre yang menutup pintu.


" Kenapa gak sama-sama sa--ja, malah langsung di tutup sih" Ujar Elisa yang kesal.


" Udah sana cepetan mandi, aku nyusul mandinya" Ucap Andre yang suara seakan sudah jauh.


10 menit kemudian...


Elisa keluar dari kamar mandi ada beberapa pelayan yang sudah menunggu di depan pintu kamar mandi.


" ADUUHH ! Aku kaget, kalian ngapain sih di depan pintu" ujar Elisa yang syok saat membuka handuk ada 2 pelayan di depannya.


" Maafkan kami nona" Ucap salah satunya.


" Jangan panggil aku nona, namaku Elisa. Panggil namaku saja" Ujar Elisa tegas.


" Maaf nona kami tidak bisa melakukan hal itu" Ucap satunya lagi.


" Kenapa?" Tanya Elisa kebingungan.


" Itu sudah jadi peraturan di rumah ini nona" Ucap si pelayan.


" Siapa yang buat peraturan itu?" Tanya Elisa dengan tanganya ia lipat kedepannya.


" Nyonya ketua" Jawab salah satunya.


" Siapa Nyonya ketuanya"


" Nyonya Monika"


" Lalu apakah aku ini Nyonya Monika?" tanya Elisa tatapan menajamkan.


" Bukan!" Ujar pelayan yang saling menatap satu sama lainya.


" Jadi, kalian harus pakai nama panggilan ku saja... Itu peraturan ku, kalian bantah peraturan ku, sama saja melanggar peraturan nyonya di rumah ini" Ujar Elisa tegas.


" Baik Nona, ahh... maksudnya El-lisa" ujarnya gelagapan.


" Bagus, kalian biasakan yah" ucap Elisa yang Mulai tersenyum lebar.


" Baik !!" Jawab serempak.


" Non... ah maaf Elisa apakah anda ingin pakai santai atau moderen, atau trendy" Memperlihatkan berapa potong baju.


" Hemm, ini pakaian untukku yah" tanya Elisa yang melihat bagaimana pakainya.


" Iya " Dengan senyuman tipis.


" Hemm, ini aja deh! mana pakaian dalamnya" tanya Elisa.


" Ini di sini?" Ujar pelayan.


" Ouh! Aku pake yang ini saja" Elisa mengambil pakaian dalam yang menurut nyaman.


" Baiklah!" ucap pelayan.


" Mana suamiku?" tanya Elisa spontan.


" Tuan, ada di penangkaran kuda" jawab pelayan.


" Hmm, dia punya kuda" Ucap Elisa yang kaget.


" Iya ada banyak kuda" Jawab lagi.


" Baiklah, kalian keluar lah aku mau ganti baju" Ucap Elisa.


" Anda tidak butuh bantuan kami?"


" Aku bisa pakai baju sendiri, aku tidak lumpuh kok tenang saja" Ucap Elisa.


" Baiklah, maafkan kami" ucap para pelayan yang langsung pergi.


" Tidak apa-apa" jawab Elisa.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Jumat 10 Desember 2021