Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
20. Perasaan Bersalah.


Setelah selesai mandi Elisa keluar dengan handuk dan membuka koper betapa terkejutnya Elisa saat melihat isi di dalam koper, mamah monika begitu tega pada menantunya itu karena hanya menyiapkan 1 baju tidur itu juga sangat tipis dan transparan warna merah muda yang sangat menggoda.


Melebarkan baju itu dengan wajah syok Elisa. " Hah? Ini apa, ya ampun mamah kok tega bener sama Elisa hanya membawakan pakaian beginian nggak ada lagi pakaian lainnya selebihnya, cuman ada susu-vitamin-madu dan jamu mas Andre🤦🏻‍♀️" tetiba Elisa langsung lemas, melihat piayama handuk di dekat lemari pakaian Andre, langsung Elisa pakai saja.


Keluar dari kamar tidur mengunakan piayama milik Andre, sedangkan Andre sibuk menyiapkan sarapan.


Tak melihat Elisa hanya merasa jika Elisa sedang berjalan mendekati meja makan. " Sudah selesai, cepat sini makan nanti keburu dingin nggak enak." Ujar Andre yang masih mencari garpu


Andre berbalik badan betapa kagetnya saat melihat Elisa masih mengunakan piyama miliknya.


"Eh~ Kok masih pake piyama?" Ujar Andre melihat Elisa dengan wajah datarnya.


Elisa diam tak menyauti ucapan dari Andre, ia langsung duduk saja. Andre merasa heran dengan perubahan sikap Elisa yang seperti itu, hingga Andre kebingungan.


(" Ada apa dengannya, apakah dia marah padaku gara-gara yang tadi kenapa raut wajahnya seperti itu, kan yang seharusnya marah itu adalah aku ") Dumal Andre dalam benaknya.


(" Kenapa mamah menyiapkan itu maksudnya gimana sih! apakah tujuan mamah mengirim aku kesini agar aku segera memberikan dia cucu yah?") Dumal dalam benak Elisa.


Andre dan Elisa sama-sama larut dalam pemikiran mereka masing-masing.


" Elisa" Panggilan dengan lembut dan pelan, tapi tak di dengar oleh Elisa karena masih melamun.


" ELISA NURHALIZA~" Menaikan 2 volum nada bicara Andre.


" Huh? iya mas" Elisa baru menyautinya karena baru tersadar dari lamunannya.


" Ada apa denganmu" Tanya Andre penasaran.


Elisa menggeleng kepala pelan-pelan. " Nggak apa-apa mas" Ucap Elisa ragu.


" Beneran gak apa-apa!" Ucap Andre karena merasa jika Elisa sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


" Iya, gak apa-apa" Ucap Elisa.


" Yasudah kalo kamu nggak mau cerita gak apa-apa, ini kamu makan dulu. Emm~soal yang tadi pembicaraan kita jangan kamu ingat yah" Ucap Andre yang mau mencairkan suasana.


" Huh? soal apa!" Elisa melamum lagi jadi kurang faham dalam pembicaraan.


" Udahlah lupain, nih makan dulu" ujar Andre sambil memberikan piring ke Elisa.


Sesaat sedang makan isi di atas piring cuman di aduk-aduk saja oleh Elisa itu membuat perhatian Andre terfokus melihat Elisa yang semakin aneh, karena seperti ada sesuatu yang di sembunyikan Elisa.


" Sayang, Elisa" Panggil Andre lembut dan pelan lalu ia memegangi tangan Elisa.


" Hah!" Elisa baru sadar diri.


" Nggak enak makannya, kalo gak enak dan bukan selera kamu kita bisa ganti menu yang lainnya" Tanya Andre yang khawatir.


" Enak kok!" Ujar Elisa.


" Beneran enak" Tanya Andre untuk menyakinkan.


Elisa hanya mengangguk kepala tanda ia mengiyakan.


" Tapi Kok cuman di aduk-aduk doang" Ucap Andre.


" Mas Andre" Bibir Elisa bergetar hebat ingin mengatakan sesuatu tapi ia tidak bisa berbicara.


" Hem~ Iya sayang katakan" Ucap Andre dengan seksama mau mendengarkan apa yang ingin di katakan Elisa yang tertahan itu.


" Marah soal apa!" Andre merasa kebingungan.


" Itu~ soal yang tadi di kamar" Ujar Elisa yang mengalihkan pandangan karena malu telah menolak Andre.


" Aah~ Sudah aku katakan jangan kamu pikirkan, aku hanya bercanda menggodamu" Ujar Andre yang jujur.


" Tapi keliatan ini sangat serius" Ucap Elisa yang langsung berfikir tentang pakaian bikini tadi.


" Hah! Elisa kamu jangan anggap yang tadi itu serius tolong kamu lupain yah. Aku minta maaf, aku bersikap seperti tadi tidak akan ada lain kali kok. Aku janji tidak akan bercanda seperti tadi lagi, udah cepat dimakan" Ujar Andre yang merasa bersalah atas tindakan sikapnya itu.


" Mas Andre sepertinya ada masalah" Ujar Elisa yang bibirnya sulit untuk mengatakannya pada Andre.


" Masalah? masalah apa" Tanya Andre yang lembut.


" Mas Andre marah yah?" Elisa yang merasa bersalah pada Andre karena belum bisa jadi istri yang baik.


" Nggak! kata siapa aku marah" Jawab Andre dengan tatapan senduh dan lembut.


" Elisa butuh beradaptasi dan menyesuaikan diri" Ujar Elisa yang saat ini menundukkan kepalanya karena malu.


" Aku tahu! " Jawab Andre singkat.


" Sekarang kita makan dulu yah, kita akan lanjutkan pembicaraan setelah sarapan" Ujar Andre kembali sambil menaruh lauk di sendok Elisa.


Elisa yang masih sesekali melihat Andre makan di depannya itu membuat tidak nyaman Andre seperti Elisa mau menerkam mangsanya.


(" Apakah sikap dan perilaku yang tadi itu tidak bisa di maafkan oleh Elisa hingga menyebabkan trauma baginya, ah~ Sebenarnya apa sih yang tadi aku lakukan jadi kaya gini kan, elisa jadi kaya orang linglung tentu saja Elisa akan merasa kaget dengan sikapku tiba-tiba seagresif itu. Dasar Andre-- seharusnya kau bisa menahannya kenapa kau lakukan hal bodoh") Dumalan Andre dalam benak yang menyesali perbuatan diri.


" Elisa jangan terus memainkan pandangan, cepat di makan kalo terus melirik dan mencuri-curi pandangan denganku seperti mengawasi begitu aku tidak bisa makan nih" Protes Andre menegur Elisa.


" Aaamm~" Ucap Elisa yang langsung menudukkan wajah seraya mengambil suapan besar untuk di masukan ke dalam mulut yah.


" Sepertinya kau sangat tertarik padaku yah Elisa kenapa selalu memperhatikan ku terus" Tabak Andre yang menjadi ge-er.


" Aku bilang ada masalah mas, ini sangat serius" Ucap Elisa.


" Okey, aku akan dengarkan apa masalahmu agar kamu tidak menatapku seperti akan memakanku" Ujar Andre yang menghentikan suapannya meletakan sendok.


" Apakah mas andre marah sama Elisa" Ujar elisa yang saat ini merasa jika dirinya merasa sangat bersalah pada Andre karena penolakan sebelum yah.


" Kok itu lagi pertanyaannya, bukannya aku sudah menjawab pertanyaan itu sebelumnya, apakah kurang jelas yang aku katakan. Baiklah aku akan ulangi lagi, ini yang terakhir dengarkan baik-baik okey. Aku sama sekali tidak marah padamu, aku hanya bercanda dan menggoda dirimu " Ucap Andre yang menatap Elisa untuk menyampaikan perasaan.


" Elisa aku mohon maaf jika perbuatan atau bercandaan ku keterlaluan, hingga membuat kamu jadi trauma seperti ini. Aku berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan yang sangat di luar dari sikap dan perilaku sehari-hariku" Lanjutan ucapan Andre.


" Elisa, kamu juga perlu tahu jika aku ini seorang manusia biasa yang mempunyai hawa ***** yang sama, dan akan tertarik pada lawan jenisnya. Wajarkan jika aku melakukan hal seperti itu terhadap kamu, lagi pula aku tidak pernah melakukannnya selain kamu atau tertarik dengan wanita lainnya. Aku hanya tertarik padamu, aku juga sama seperti orang normal lainnya dan aku juga seorang pria kadang kala aku tidak bisa mengambil sikap tengah saat menyaksikan istri terlihat begitu menggoda di depan suaminya, apakah aku salah jika aku salah aku minta maaf, aku tidak akan melakukannya lagi. Aku janji sama kamu, aku tidak akan berani Menyentuhmu atau meminta hak istri kepadamu tanpa seizin dan persetujuan dari mu aku tidak akan memulainya" ujar Andre yang terus menejelaskan pada Elisa.


Sedangkan Elisa hanya diam mendengarkan saja, untuk mencoba memahami sisi dari Andre yang saat ini sedang berusaha untuk memberikan penjelasan kepadanya dan pengertian.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Senin 27 September 2021