
Setelah rapi, Elisa keluar dari kamarnya melihat tak ada siapa-siapa di depan pintu ia malah jadi kebingungan mau kearah mana untuk bisa keluar dari tempat itu untuk menuju ruang makan.
" Loh, kok gini sih mana arah untuk pergi dari sini menuju ruang makan. Cacing di perut ku udah pada bicara, minta di isi. Sabar yah nak, mamah lagi nyari jalan. Papahmu mana sih, aduh-- malah ninggalin istri dini" Gerutu Elisa yang berjalan mencari jalan keluar.
Akhirnya menemukan tangga untuk turun, tapi itu tangga yang berbeda dari dimana saat ia naik tadi, dengan dua jalan tangga di sana.
" Loh kok beda sih? jangan-jangan aku tersesat lagi, aduh gimana nih! lagian nih rumah gede banget sih" Dumal kesal Elisa saat sudah di ujung jalan, Elisa ragu untuk turun kebawah.
Akhirnya Elisa memutuskan untuk turun, menelusuri setiap sudut rumah entah ia keluar dari pintu mana saja lah, Elisa pasrah.
" Yaudahlah, terserah aku turun aja jika aku tersesat lagian masih di dalam rumah. Toh suruh siapa meninggalkan Elisa yang orang asing tinggal di rumah Segede 1 kota ini, eh ini dimana, ini pintu apa yah?" Ucap Elisa yang penasaran dengan pintu yang ada di depannya.
Clikkk...
Malah ada kolam renang ala pangeran seperti negeri dongeng, Elisa malah semakin takjub dengan monumen bangunan rumah ini, bukan hanya rumah saja bikin Elisa pusing ternyata seisi bikin Elisa punyeng 7 keliling.
" Wah! gila ada kolam renang Segede ini, padahal hanya mereka yang tinggal, mamah emang orang gak bisa di tebak" Gerutu Elisa yang kaget, Elisa keluar lagi dari ruangan tersebut, berjalan-jalan lagi.
Elisa membuka sebuah pintu lainya yang tidak jauh dari tempat tersebut ternyata ada tempat favorit Elisa, yang seumur hidupnya ingin sekali menonton di bioskop tapi karena jadwal job kerja part time padat jadi tak pernah sempat, nonton juga hanya lewat via internet di warnet-warnet.
Elisa membuka sebuah pintu yang agak lucu menurut yah, saat dibuka ternyata itu adalah tempat nonton pribadi atau disebut bioskop pribadi.
" Sumpah nih rumah atau moll, segala yah ada, lengkap banget sih kalo kaya gini aku juga betah lama-lama di sini, muterin rumah" Ucap Elisa sambil menutup kembali pintunya.
Jalan ketempat lainya, Elisa jalan-jalan lagi menuju tempat lainya ada pintu yang agak aneh lagi saat di buka ternyata tempat buat fitness dan olahraga.
" Wah! keren ada tempat olahraga pribadi juga" Ucap Elisa yang merasa bener-bener terpesona.
Disisi lain, Andre yang baru selesai dari penangkaran kuda setelah membantu kuda kesayangan melahirkan anak pertamanya, Andre cukup senang karena ia berhasil melihat Zeana kuda kesayangan melahirkan.
" Bagus zea, aku bangga padamu ternyata aku tidak sia-sia datang kemari ternyata kamu hanya mau menunggu ku yah, maaf yah!" Ucap Andre pada kudanya zea ia sangat bangga pada zea yang berusaha mengeluarkan anaknya.
Dari jauh Elisa akhirnya ke pintu terakhir, yaitu pintu menuju ke penangkaran kuda. Saat melihat Andre yang tersenyum lebar sekali saat ini, saking penasarannya ia menghampiri suaminya.
" Eh itu dia orangnya, di cari-cari dari tadi malah ada di sini" Gerutu Elisa yang berjalan mendekati Andre.
" Mas, kamu di sini rupanya?!" Ucap Elisa yang berjalan mendekati Andre.
" Sayang! bagaimana kamu bisa datang kesini" Tanya Andre yang kaget saat melihat Elisa yang udah ada di belakangnya saja.
" Jalan dari sana, kenapa?" Elisa menujuk ke pintu keluar tadi.
" Ahh, apakah di beritahu orang agar datang ke sini atau di antar oleh siapa kamu kesini" Ucap Andre yang sangat penasaran.
" Aku datang sendiri, dan cari tahu jalannya sendiri" Ucap Elisa yang menegaskan.
" Lalu kenapa kamu pake baju seperti ini, kamu tidak kedinginan?" Ucap Andre yang khawatir dengan Elisa.
" Ya Dingin lah, coba salah siapa? Elisa binggung mau balik lagi gak tahu jalan" Ucap Elisa yang kesel.
" Aduhhh- kamu ini, bikin tambah khawatir saja. Yaudah tunggu sebentar yah, istriku lagi mau melahirkan lagi" Ujar Andre spontan.
Elisa kaget, saat mendengar hal itu Andre yang tidak sadar apa yang di katakan ya, karena Andre sangat fokus pada persalinan zea kudanya itu.
" Hah!!! Maksudnya ? Kamu sudah menikah lagi sebelum aku" Ucap Elisa yang syok.
Andre sadar apa yang di katakan tadi malah di salah pahami oleh Elisa.
" Eh? b-b-bukan gitu sayang, ini zea kuda Persiaku mau melahirkan lagi" Ucap Andre yang menujuk pada kuda putih bercorak.
" Apa! ini malah tambah aneh, kamu malah menikahi kuda juga?" Ujar Elisa yang kaget.
" He-he-he ya enggak lah, aku cuman menikah sama wanita yang bernama Elisa Nurhaliza kok, sumpah cuman dia satu-satunya" Ujar Andre yang mulai panik.
" Padahal orangnya ada di depan mata, seolah-olah kamu sedang membicarakan tentang orang lain" Ujar Elisa yang Ngambek.
( Yah, dia Ngambek lagi ) Gerutu Andre dalam benak yah.
" Maaf sayang aku lagi gak fokus sama satu betina, karena zea lagi kontraksi lagi. Sayang kamu agak jauh yah, takutnya kamu ke tendeng sama zea. Agak mundur gih atau lihatnya dari luar kandang saja, masalahnya takut ia jingrak-jingrak" Ucap Andre.
" Iya deh!" Elisa nurut sama ucapan Andre.
( Aku gak tahu kalo dia seperti ini, ternyata memiliki suami perfect, malah kelebihan begini) Gerutu dalam benak Elisa.
" Wah, mereka jantan dan betina yah, selamat ya mas kamu udah jadi seorang ayah" Ucap Elisa yang saat ini sangat senang.
Setelah mengurus kelahiran si kuda Elisa yang sudah sangat lapar, jadi di antar oleh pelayan pria ke ruang makan keluarga, sedangkan Andre sedang mandi.
" Nona, disini tempat makanya, Silakan anda duduk dulu saya akan melihat ke bagian dapur apakah hidangan sudah siap atau belum" Ucap si pelayan pria, si pelayan langsung menarik kursi agar Elisa duduk.
" Baiklah, jadi aku hanya menunggu di sini?" Ucap Elisa yang saat ini duduk di kursi yang sudah di persiapkan.
" Iya Nona" Ucap si pelayan pria.
Tak lama satu persatu hidangan akhirnya keluar dari persembunyian mereka, pelayan satu persatu keluar membawa hidangan dan perlengkapan makan lainya, semua dengan kesibukan masing-masing.
" Wah? Apakah ini semua lauk yang harus di makan dalam waktu jamuan makan siang, ini terlalu banyak" Ucap Elisa yang kaget karena para pelayan itu tak ada habisnya membawakan semua hidangan yang ada di dalam.
Andre juga baru keluar dari kamarnya, dan langsung duduk di sebelah Elisa dengan wajah kaget, lucu sangat polos saat melihat semua makanan di hadapannya.
" Sayang! air liur hampir jatuh itu" Ledek Andre yang baru datang dari belakang Elisa.
" Mas, ini semua lauknya" Ucap Elisa yang tak melihat Andre, hanya melihat hidangan di depan matanya.
" Iya, kenapa terlalu banyak?" Tebak Andre yang tahu jika istri itu akan mengatakan hal itu.
" Tentu saja, kita hanya makan berdua bukan sedang pesta. Ouh! apakah kita akan merayakan hari pernikahan kita yah makanya semua hidangan sebanyak ini?! Iyakan" Tebak Elisa dengan semangat.
" Nggak, ini hidangan biasa sayang! gak ada pesta perayaan" Jawab Andre.
" Terus mana nasi yah?" Tanya Elisa yang mencari nasi putih yang tidak ada di atas meja hidangan.
" Itu, di sebelah kamu " Ucap Andre yang menujuk mangkuk di sebelah Elisa yang terlihat Nasih merah.
" Ini, nasi? " Tanya Elisa yang kebingungan mengakat mangkuknya.
" Iya itu nasi" Ucap Andre.
" Tapi nasi kok warna cokelat, bukan nasi putih" Ujar Elisa membolak-balik nasinya dengan sendok.
" Aku sudah menebaknya jika kamu pastilah tidak akan suka, tapi sayang gak ada nasi putih di sini" Ujar Andre yang tersenyum lebar.
" Kenapa? " Elisa penasaran.
" Nasi putih itu terlalu banyak kandungan kalori dan lemak jadi, di ganti dengan nasi merah" Penjelasan Andre secara Dokter.
" Nggak nyambung lah kalo makan sama Nasi merah kaya gini, jangan bikin Elisa turun napsu makan saja deh?" Ucap Elisa.
" Di sambungin aja si gimana, ya kamu harus paksakan karena Nasi merah lebih baik" Ucapan Andre.
" Gak enak! Kalo udah kebiasaan makan yang putih terus tiba-tiba berubah " Ucap Elisa.
" Yaudah makan lauknya aja gimana" Ucap Andre yang menyarankan.
" Boleh?!" Tanya Elisa.
" Ya boleh lah, semua ini kan di hidangankan buat kamu" Ujar Andre.
" Ya ampun mas, perut ku sebesar apa? harus di habiskan gitu" Ucap Elisa yang keget.
" Gak harus juga sih, kamu aja suka yang mana" Ucap Andre.
" Kalo pilihan Elisa yang pasti semuanya suka, tapi kalo harus di habiskan semua gak akan muatlah perut Elisa gimana sih kamu" Ujar Elisa yang Protes.
" Yaudah makan sebisa kamu saja deh!" Ucap Andre yang pasrah.
Para pelayan di belakang Elisa tersenyum, karena harus mendengar perdebatan itu.
" Belum di coba, yaudah yuk dimakan!" Ucap Elisa yang udah gak sabar.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Sabtu 11 Desember 2021