
Elisa mengunjungi rumah sakit di bangsal 1 dan 2 membawa banyak makanan ke sana, karena bangsal VVIP khusus itu tempatnya ada di lantai paling atas, Elisa harus naik tangga sambil bawa kereta dorong jadi sampai disana malah ngos-ngosan karena harus jalan.
Tok Tok Tok...
Ada enam pasien yang berada di dalam 1 ruangan itu. Mereka yang berada di dalam sangat kaget pas mendengar suara ketukan, salah satunya ada yang memberanikan diri untuk membuka pintu.
"Bukain tuh, cek siapa yang datang." ucap Glenn yang saat ini tidak bisa bergerak karena dia yang terluka cukup parah dari yang lainnya, patah tulang kaki dan cedera punggung cukup parah.
Akhirnya salah anak buah Glenn membuka pintu, kaget karena Elisa yang berdiri dengan kerepotan bawa tas jinjing dan membawa kereta dorong khas pramusaji. Semuanya kaget bukan main, mau ada yang bangkit dari ranjang mereka saat melihat Elisa.
"Sudah nggak usah kalian bangkit, kalian rebahan saja di ranjang kalian masing-masing yang masih bisa jalan saja datang kesini." ujar Elisa yang nadanya sangat ngos-ngosan.
Semua malah jadi terdiam lagi, saat Elisa sedang berusaha susah payah memasukan kereta dorong itu masuk kedalam ruangan.
"Eh Nyonya?!" Ucap Jay yang syok saat melihat Elisa. "Nyonya, kenapa anda bisa ada di sini. Maksudnya, kenapa anda sini." sambung ucapan Jay yang gelagapan.
"Ouh,... Aku bawakan makanan buat ... kalian, coba kalian yang masih kuat jalan bisa bantu dorong ini," ucap Elisa yang ngos-ngosan, karena sedang bersusah paya memasukan kereta dorong ke dalam.
Elisa yang masih mengatur nafasnya karena harus naik tangga, karena Elisa belum tahu jika ada ekalator khusus angkat barang di lantai bawah sebelumnya.
"Ouh, Nyonya kenapa anda repot-repot bawa makanan ke sini." ucap Glenn yang merasa tidak enak hati.
"Jangan banyak protes dulu, ini cepat bantuin aku berat nih," ucap Elisa yang nada suara agak tinggi.
"Ouh, iya." Semua langsung membantu Elisa yang membawa kereta dorong tersebut.
"Tolong bagikan juga sama yang lainya di bangsal sebelah ya, aku mau ke bawah lagi untuk ngasih makan siang buat Andre. Harus di habiskan ya, aku akan kembali lagi nanti, semua harus dapat jangan sampai ada yang terlewatkan." ucap elisa yang mengancam.
"Terimakasih nyonya." ucap semuanya serempak.
Elisa kembali turun ke bawa, untuk menuju ruangan Andre, karena harus bolak-balik tangga Elisa kelelahan. Dari jauh Andre yang sudah melihat istrinya langsung berjalan agak cepat, karena ingin segera menghampiri Elisa.
"Sayang, kamu kenapa?" Ucap Andre yang menopang tubuh Elisa yang sudah sempoyongan.
"Nih, aku bawa kan makan siang untukmu" Ucap Elisa yang ngos-ngosan.
"Kamu dari rumah jalan atau lari sih? kok sampai ngos-ngosan gini, sini duduk dulu." ucap Andre yang mendudukkan Elisa di kursi.
"Tadi aku habis dari bangsal atas, menengok semua anak buah mu yang terluka." ucap Elisa yang nada bicara masih atur nafas.
"Kamu bawa makanan ya buat mereka?" tebakan Andre.
Elisa hanya menganggukkan kepalanya, mana mungkin elisa akan menjenguk orang tanpa bawa apa-apa. Tidak bisa Elisa hanya diam saja, sedangkan mereka semua mengaduh nyawa mereka untuk melindungi Andre.
"Yaudah, sini mas bawakan ini. Kamu pasti capek, habis masak terus ngaterin ini jugakan. Nanti kita pulang sama-sama." ucap Andre yang mengecup kening Elisa lembut.
"Emang, mas Andre nggak mau nginap lagi disini?" tanya Elisa yang menatap teduh wajah suaminya yang sudah lelah itu.
"Nggak, aku kangen tidur di samping kamu. Kalau gak ada masalah kayak gini, aku juga gak mau tinggal lama-lama di sini, maunya pulang. Agar bisa sama kamu, maafin aku yah! Jarang pulang, terus jarang perhatian ke kamu." ucap Andre yang merasa bersalah pada istrinya.
"Sadar juga kamu mas, aku meriang tahu?" ucap Elisa seraya memeluk diri sendiri.
"Meriang kenapa? kamu sakit sayang."Andre mulai panik.
"Iya sakit, cuman kamu yang bisa ngobatin rasa sakit aku ini, karena aku kurangnya belaian kamu. Asik!" ucap Elisa yang bercanda menggoda Andre.
"Jangan bercanda, di bagian mana yang sakit? coba sini mas periksa dulu." ucap Andre yang khawatir.
"Disini, di dalam hatiku. Karena kurang ya kasih sayangmu padaku, minta cium. Boleh?" ucap Elisa sudah memajukan bibirnya.
"Aiiisss, kamu ini." ucap Andre yang langsung menatap Elisa malu. Wajah memerah, hingga telinga ikut merah.
"Hmm-, cepet cium. Ayok,"ucap Elisa yang memaksa, menarik tangan Andre.
"Jangan di sini, banyak orang." Andre dengan suara pelannya.
"Malu, dilihat orang nanti. Aku dokter disini, masa iya pasien sakit dokter asik-asik begini" ucap Andre yang langsung menatap tajam kearah Elisa.
"Yaudah kita pindah tempat yuk! mas. Lebih nyaman yang nggak ada orang, kita pindah keruang kamu." ucap Elisa yang bangkit dari kursi.
"Dasar kamu ini, yaudah kita pindah tempat." ujar andre yang bangkit dari kursi, tangannya sudah ditarik elisa untu masuk keruangan.
"Yeeeeh, ayokkk jalan." elisa dengan sangat riang gembira karena mau dapat ciumaan dari suaminya.
Sesampainya di ruangan andre, tak sengaja elisa menendang sesuatu di depan pintu ruangan andre, sebuah kotak hitam, di bungkus plastik.
"Aduuh!" elisa hampir jatuh, dengan sigap andre menariknya agar elisa tidak jadi jatuh.
"Siapa sih meletakan benda ini di depan pintu, ini punya siapa?" ujar elisa yang kesal karena kotak tersebut.
Andre mengambil kotak tersebut, ternyata agak berat juga isinya. "Itu punya siapa mas, ada nama penerimanya nggak?" tanya elisa yang sangat penasaran.
"Atas namaku, tapi tidak ada nama pengirim ya nih. Dari siapa ya?" ujar andre yang kebingungan dengan benda tersebut. Entah kotak itu dari siapa yang telah mengirim kepada andre, sebuah kotak yang misterius.
"Dibuka aja mas, kita lihat di dalam." ujar elisa yang menyarankan, mereka masuk ke ruangan. Andre meletakan kotak itu di mejanya, elisa menaruh bekal makan siang andre di meja tunggu di ruangan andre.
"Sayang, ambilkan pisau." ucap andre.
"Nih mas, coba di buka mas." ujar elisa yang sangat penasaran dengan isi di dalamnya.
Tak lama andre sudah berhasil membuka lapisan luar dari kotak tersebut, banyak sekali plastik yang membungkus di dalamnya.
"Kok banyak banget plastik yang membungkus sih, kayak nih orang sengaja deh mau prank kamu mas. Padahal ulang tahunmu sudah kelewat ya, kok ada aja sih yang usil." ujar elisa yang sangat serius dengan isi kotak di dalamnya.
Andre yang penuh curiga, malah terdiam sejenak. Tiba-tiba perasaannya kurang baik saat akan membuka penutup kotak ya.
"Sayang, kamu mendingan mundur deh. Berdiri agak jauh, jangan dekat-deket." ucap Andre yang menyuruh Elisa agak menjauh darinya.
"Loh kenapa? Elisa kan mau lihat mas, isi ya apa" ucap Elisa yang penasaran.
"Jangan, aku khawatir ini bukan sembarangan. Nurutnya, kamu mundur jauh-jauh" ucap Andre yang wajahnya mulai panik.
"Yaudah deh!" ucap Elisa yang pasrah, mundur sangat jauh dari tempat semula.
Aku belum pernah melihat Mas Andre sekhawatir ini, sebenarnya apa sih yang ada di dalam kotak itu, bikin aku penasaran aja. Terus siapa yang mengirimkan ya, kok bikin kesel ya. Dumal dalam hati Elisa yang kesal, sambil kepalanya sangat aktif menoleh ke dalam kotak yang tidak bisa dia lihat tersebut.
"Astaghfirullah," Andre kaget saat membukan isi dalam kotaknya.
"Ada apa mas, isi ya apa?" ucap Elisa yang sangat penasaran.
"Jangan mendekat, di sana saja." ucap Andre yang sangat khawatir.
"Aku mau lihat mas," Elisa yang tidak mau mendengarkan ucapan Andre, malah mendekati Andre.
Elisa terdiam sejenak saat melihat kepala kuda dan organ dalam nya di sana, masih banyak darah segar di dalam kotak. Andre langsung segera menutup kembali kotaknya, dan meletakkan itu di bawa meja.
"Siapa yang krim itu sih, jorok banget." ucap elisa yang kesal.
"Kamu gak takut?" Ucap Andre.
"Nggak, cuman itu doang. Bahkan aku pernah lihat organ tubuh manusia, saat ada kecelakaan di kereta api. Mas Andre tidak usah khawatir, kita cari sama-sama pelaku ya, dalang dari semua ini." ucap elisa yang mengepal tanya kesal pada seseorang.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
Kamis 7 April 2022.