Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
9. MengantarKan.


Berada di halaman depan rumah, pak Sofyan sudah menunggu disana dengan senyuman yang khas menyapa keluarga itu.


" Ini semua barangnya?" Tanya pak Sofyan.


" Iya pak, dek bawa koper ini juga ke belakang" Ujar Elisa.


Azril membantu membawakan barang, sedang Andre membantu menaikan ayah ke mobil dengan Elisa, setelah itu akhirnya mereka berangkat menuju rumah kontrakan Elisa.


Di perjalanan ibu karena sangat penasaran Bu Siti ingin menanyakan langsung pada anak dan menantunya itu, karena sempat keheranan dengan sikap Elisa dan Andre yang sedikit aneh hari ini.


" Teh sebenarnya ada apa sih?" Tanya Siti pada putrinya.


" Ada apa, apa yah sih bu" Ucap Elisa yang kurang faham sama apa yang di bicarakan ibunya itu.


" Bukanya barang-barang teteh sudah di bawa pada hari itu juga yah, kok bilang masih ada barang yang ketinggalan emang barang yang mana lagi sih?" Tanya ibu sangat penasaran.


" Ouh itu cuman alasan dong Bu, sebenarnya Elisa mau nganter pak Andre ke bandara" Perjelas Elisa.


" Bandara? emang nak Andre mau kemana?" Tanya ibu Siti pada putrinya.


" Bu siti kaya nggak pernah muda aja nih, yang pasti mereka mau honeymoon, Iyo kan den-neng" Tebak pak Sofyan.


" Nggak! Elisa cuman ngater dia ke bandara saja" Jawab Elisa dengan cepat menepis tebakan pak Sofyan.


" Jadi nggak mau liburan" Tanya pak Sofyan sambil melirik sama Andre yang ada di samping.


" Nggak, dia ada kerjaan jadi aku hanya mengantarkan ke bandara" Ucap Elisa.


" Laah pengantin baru kok malah berpisah pien toh den, emangnya mau kemana?" Tanya pak Sofyan sangat penasaran.


" Mau ke new York pak" Jawab Andre.


Syok dengan jawaban itu pak Sofyan yang khawatir jika Andre akan pergi kesana lagi.


" Eh! den mbok dipikirkan dulu, baru aja pulang terus menikah toh malah mau pergi lagi" Ucap pak Sofyan.


" Lagian aku gak akan lama di sana cuman 2 bulan kurang lebih, jangan khawatir seperti itu aku pasti pulang kok nggak akan mungkin bisa betah di sana lama-lama mulai sekarang" ujar Andre yang dengan senyuman tipis.


" Yo di ajak atuh neng elisanya" Ucap pak Sofyan.


" Ngapain Elisa ikut, lebih baik disini kalo disana juga mau ngapain lagian pak Andre kesana urusan kerja bukan liburan" Ucap Elisa menepis semua ucapan itu.


" Ah pak Sofyan denger sendiri, maunya juga gitu tapi..." Ucapan Andre terhenti.


" Yoh kok begitu sih neng, kan kasihan den Andre di sana. Yah setidaknya ada yang bisa menghibur dikala suntuk iyokan den, tapi ngomong-ngomong kok tadi saya denger masih ada panggilan PAK? yah, mbok di ganti napa neng panggilan yah. Kangmas, AA, Yangbeb, honey. Kok itu masih manggil PAK!"


" Iya nanti kalo udah punya anak" Ujar Elisa membuat Andre terdiam.


" Yo lama atuh kalo Nunggu itu" Jawab pak Sofyan.


" Bentar kok pak, gak akan lama katanya mah begitu kalo sudah menikah" Ucap Elisa mengambil entengnya.


" Walah... Ini mau gaspol toh den!" Ucap pak Sofyan itu membuat Andre malu.


" Huh? Ah--- entahlah terserah Elisa saja" Ucap Andre yang pasrah sajalah.


" Yo kalo mau gak lama, gak usah terpisah beginikan yang satu di sana yang satu dini. Gimana mau cepet atuh" Ucap Sofyan.


" Pake Paket online pak Sofyan, jaman sekarang kan udah canggih, nanti anaknya bisa kaya smart phone!" Ucap Elisa dengan candaan.


" Teteh gak boleh ngomong gitu! Anak itu adalah anugerah jangan sembarang bicara" Ucap ibu Siti dengan bahasa yang lemah lembut khasnya.


" Maaf bu" Ucap Elisa melulai saat di nasehati ibunya itu.


" Kalo ibu sama ayah sedikasinya saja, jika di kasih cepet cucunya ya Alhamdulillah, kalo belum ya sabar. Jangan buru-buru toh nak Andre sama teteh belum kenal lebih jauh, mending kalian Pacaran dulu. Apa tuh singkatan anak jaman sekarang" Ucap Bu Siti.


" PDKT bu" Saut Azril yang dari tadi dengerin musik tapi pas ibunya minta bantuan langsung Nyamber.


" Nah itu" Ucap Bu Siti.


Elisa mengerut dahinya. " PDK?, pak Andre kita pernah PDKT" Tanya Elisa.


" Hemm-mungkin awal kita ketemu" Ucap Andre sambil sedikit memikirkan.


" Bu- Yah Andre langsung berangkat yah" Ucap Andre yang saat ini ingin berpamitan dengan mertuanya.


" Nak Andre Hati-hati dijalan dan jaga kesehatan disana" Ucap Bu Siti yang bicara khas lemah lembut.


" Iya Bu, Ayah Andre berangkat ke luar negeri mohon doanya biar Andre sampai sana dengan selamat sampai balik lagi ke sini ketemu ayah-ibu" Ucap Andre yang berjungkuk di depan ayah yang ada di kursi roda.


" Iya, Nak Andre hati-hati yah" Ucap ayah.


" Iya yah" Jawab Andre.


Elisa yang di samping langsung menegur Andre yang tidak bisa bergegas. " Ayo pak, udah jam 8 nih nanti telat loh" Ucap Elisa.


" Iya bentar, assalamu'alaikum bu-yah Azril mas berangkat yah" Ucap Andre sambil mencium punggung tangan orang tua dan menyalami Azril.


" Iya mas, ati-ati" Ucap Azril.


Berada di mobil Andre yang duduk beriringan dengan Elisa yang memberikan tas hitam yang harus di bawa Andre saat ingin pergi itu.


" Nih tasnya coba di cek dulu sapa tahu ada yang ketinggalan" Ucap Elisa.


" Iya " Jawab singkat Andre.


" Ada buku bawa paspor?" Tanya Elisa menglist semua daftarnya.


" Ada" Sambil mengobrak Abrik tas.


" Charger hp sama leptop" Tanya Elisa lagi.


" Ada" Jawab singkat lagi sambil sibuk mengobrak Abrik isi tas yang di siapkan Elisa tadi.


" Terus dompet, itu harus lengkap yah. Ada KTP, kartu turis atau kartu luar negeri yang ada, uang dan kartu ATM" ucap Elisa sedikit berfikir.


Pak Sofyan yang menyetir hanya diam sambil menonton sesekali melirik pada kaca spion di atasnya untuk melihat keadaan di belakang.


" Iya ada" Jawab singkat lagi.


" Lengkap gak" Suara tegas elisa.


" Iya lengkap bu Elisa" Ucap Andre.


" Okey, ada lagi yang harus dibawa" Tanya Elisa.


" Hemmm--- Ada" Ucap Andre.


" Apa?" Sambil menatap Andre.


" Kamu" Jawab Andre membuat pak Sofyan senyum-senyum sendiri dan Elisa malah malu karena bukan hanya dia yang denger.


Karena itu Elisa melancarkan aksinya yaitu serangan cubitan mematikan untuk Andre membuat dia kesakitan. " Aaaaahhh ampun - ampun... " Ucap Andre yang kesakitan.


" Dari tadi bilang yah ada-ada-ada saja nggak ada kata lain apa?" Sewot pura-pura Elisa untuk menghilangkan rasa canggung karena malu.


" Kan kamu nanya tadi, salah aja nih jadi aku" Ucap Andre sambil memegangi bagian yang di cubit Elisa.


" Iya tapi bisakan jawab yang lain kan" Ucap Elisa mempersalahkan soal jawaban Andre tadi.


" Nggak bisa gitu dong!"


" Kenapa gak bisa !"


" Tahulah nyerah aku!" Pada akhirnya Andre kalah debat dengan Elisa.


Pak Sofyan hanya bisa jadi penonton yang tidak bersuara dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja karena melihat kelakuan 2 anak muda yaitu anak majikannya dengan menantunya itu.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Selasa 14 September 2021.