
Semuanya sibuk mencari informasi dimana Elisa berada saat ini andre terdiam sejenak di suatu tempat, memikirkan matang-matang apa yang terjadi saat ini, tak lama Andre meminta bantuan adik iparnya, untuk membantu mencari, Andre langsung menelfon Azril untuk melacak keberadaan tetehnya tersebut.
"Assalamualaikum dek! ... Mas Andre ganggu gak? ... Gini, kamu bisa melacak keberadaan tetehmu tidak? ... Maafkan mas ya, zril. Mas Andre nggak bisa jagain teteh lebih baik, ini salah mas ... Makanya mas minta tolong ke kamu dan sangat memohon sekali bantuan dari kamu, bisa tidak kamu lacak keberadaan tetehmu saat ini mas begitu khawatir dengan yah, karena dia menghilang sebelum makan apapun? ... Oke! kabari jika sudah ketemu ya zril, ouh! ya zril jangan bilang-bilang ayah sama ibu ya soal teteh yang hilang? ... Mas Andre dan tetehmu saat ini ada di Italia, ceritanya mau nemenin teteh kamu liburan di sini, tapi malah kayak gini... Jadi mas minta tolong sekali padamu ya ... Baik terimakasih zril, di tunggu kabarnya, ... walaikumsalam."
Panggilan tersebut terputus, Andre lalu terdiam lagi seraya berfikir keras, masih kebingungan siapa lagi musuhnya yang mengincar dirinya hingga menculik Elisa.
Di ruangan yang saat ini semua fokus dengan masing-masing profesinya, baru sadar jika Andre tidak ada di sana.
XEVERIO : Zever, dimana Andre?
ZEVER : Sepertinya dia ada di halaman, tadi ku lihat dia jalan ke arah sana, coba kakak cek!
XEVERIO : Baiklah, aku akan ke sana dulu.
Xeverio langsung bergegas ke arah tujuan yang di maksud kan tersebut, melihat Andre yang sedang duduk diam di sana sambil menyangga kepala dengan kedua telapak tangannya.
XEVERIO : Andre? kamu di sini, tunggu saja di dalam. Kenapa harus ada di luar, percayalah istrimu akan segara di temukan. Kamu istirahat lah dulu, dari pagi tadi kamu belum menidurkan tubuh mu, dan juga belum makan apapun sebaiknya kamu isi saja dulu tenaga mu itu.
ANDRE : Aku tidak bisa makan dengan baik, pikiranku kacau balau, aku tidak tahu siapa lagi yang mengincar nyawaku, hingga harus melibatkan Elisa. Jika dia musuh ku, atau musuh-musuh ayahku setidaknya dia menghadapi orangnya langsung, yang bersangkutan. Kenapa harus orang lainnya yang jadi korban, Elisa tidak tahu apapun soal ini.
XEVERIO : Dre jika aku jadi mereka, aku juga pasti akan berfikir begitu, mencari kelemahan dari lawan kita, coba saja kamu, jika berada di posisi lawan yang kuat dan susah di lumpuhkan apa cara terbaikmu untuk melumpuhkan lawan mu?
Andre terdiam sejenak, lalu berfikir keras lagi bahwa apa yang di katakan oleh Xeverio ada benarnya.
ANDRE : Kamu bener, jadi sekarang bagaimana? aku khawatir karena Elisa belum makan juga.
XEVERIO : Kamu tenang saja, Alex dan Zever sedang berusaha melacak keberadaan istrimu itu, berdoa saja agar segera di temukan.
ANDRE : Kau tahu rasanya bagaimana, jika aku sedang kacau seperti ini, kamu mengkatakan aku harus berdoa. Dari awal aku akan selalu berdoa demi kebaikan bersama. Tapi, pikiran ku tertuju pada Elisa yang sudah lama tidak adanya kabar, apakah dia baik-baik saja ataukah dia ketakutan, itu yang kupikirkan, aku takut dia juga punya trauma.
Tak lama Andre mendatangi Alex yang di suruh untuk melacak keberadaan Elisa yang ada di area terlarang sebuah tempat.
ANDRE : Alex, bagaimana? Apakah belum juga di temukan.
ALEX : Iya, jejak ya sangat sulit di lacak jika seperti itu kita harus minta bantuan orang-orang dari agen elit dari internasional andre, karena wish bukan kemampuan kita lagi untuk melacak.
XEVERIO : Sudahlah jangan tanya Alex, telfon aja Gavino. Dia pasti tahu dimana keberadaan Elisa dengan cepat, dia ahlinya mencari orang yang hilang.
ANDRE : Baiklah. Terserah kalian saja, gimana lebih baiknya yang penting bagiku Elisa segera di temukan.
Semuanya sibuk masing-masing untuk mencari keberadaan Elisa, Andre lalu tak lama mendapat panggilan dari adik iparnya.
"Hallo dek!... Bagaimana apakah kamu telah menemukan lokasi tetehmu... Baiklah nanti akan mas cari tahu kode titik koordinat itu dimana?... Terimakasih"
Panggilan terputus, Andre bergegas pergi ke ruang monitor. Azril hanya dapat menemukan titik jarak yang akan di tempuh oleh mereka untuk menyelamatkan Elisa, kode yang di dapat dari kode lewat anting-anting yang di gunakan elisa. Karena jarak jangkauan sangat jauh, Azril tidak dapat melacak tempat dan lokasi tepatnya dimana, tapi ia sudah tau persis titik koordinat yang akurat.
ZEVER : Andre, kamu harus sabar ya kita akan berusaha semaksimal mungkin.
ANDRE : Zever, coba kau lacak nomer kode ini.
ZEVER : Ini kau dapat darimana?
ANDRE : Sudahlah, masalah itu tidaklah penting, cepat kamu lacak saja no kode ini.
ZEVER : Baiklah.
Setelah menemukan titik terang, Andre dan yang lainya pun langsung menatap lokasi tersebut, terdiam mereka karena lokasi tersebut adalah markas kelompok geng DAMIAN.
ANDRE : Ketuanya saja aku tidak tahu bagaimana? apa lagi aku punya urusan dengan kelompok yang nama saja baru ku dengar sekarang ini.
XEVERIO : Sudahlah kalian berhentilah, sekarang kita harus pikirkan bagaimana caranya menyelamatkan istrimu.
ZEVER : Itu dia, caranya bagaimana Elisa, jangan terlalu lama berada disana karena geng demian terkenal tak kenal ampun dengan lawan-lawannya.
ALEX : Jadi harus bagaimana? sekarang kita pikirkan hal baiknya, cara efektif untuk penyelamatan.
ANDRE : Biar aku yang pergi selebihnya kalian yang urus, aku berangkat sekarang.
ZEVER : Woy Dre! jangan gegabah kita rencanakan dulu, jangan main-main dengan geng komplotan itu.
ANDRE : Aku tidak peduli, aku hanya ingin mau istriku kembali.
Andre tak mau mendengarkan apapun lagi, ia pergi walau di ikuti oleh Alex di belakangnya, karena Andre cukup mengkhawatirkan keadaannya jika sudah menyangkut tentang istrinya. Badai apapun dan rintangan apapun akan dia terjang gak takut itu sekuat macam apapun.
GIORDANO : Hallo guys, kalian merindukan aku.
ZEVER : Jangan banyak omong kau, cepat bantu Andre untuk menemukan Istrinya
GIORDANO : Heh? Emang tuh orang ada di sini? bukannya dia ada di Indonesia.
XEVERIO : Jangan banyak omong kau, mau apa tidak membantu Andre, karena Andre sekarang sudah pergi menuju tempat yang sangat berbahaya.
GIORDANO : Memang tempat seperti apa yang dia kunjungi.
ZEVER : Tempatnya Damian.
GIORDANO : Hah? apa maksudnya, dia mendatangi tempat tersebut hanya untuk menyelamatkan seorang wanita? tadi kalian bilang siapa? Istrinya. Jadi si muka tembok itu punya seorang wanita dan langsung punya seorang istri?
XEVERIO : Ini bukan waktunya bercanda, bisa tidak kau serius untuk saat ini tak ada waktu untuk bercanda, jangan sampai Andre membuatmu K.O
GIORDANO : Baiklah akan ku siapkan dulu apa saja yang akan di bawa untuk menjadi petahananku, kalian duluan saja untuk pergi, aku punya rencana ku sendiri, kalian tidak usah khawatir. Aku pastikan akan membantu Andre, jadi kalian pergilah dulu. Ku siapkan alat terbaikku untuk melumpuhkan lawan-lawan ku.
ZEVER :Baiklah, yuk kak kita pergi sekaran. Andre pasti akan membutuhkan bantuan kita untuk melakukan sesuatu.
XEVERIO : Ingat Giordano, jika kamu sampai kabur tak membantu kami. Nyawa kami yang hilang akan menghantui mu, itu sumpah dan janji ku padamu.
ZEVER : Aku juga akan menghantui mu jika sampai kamu tak bisa menyelamatkan nyawa kami.
GIORDANO : Berat juga jadi aku yah, harus melakukan hal yang bahkan malaikat saja tidak cukup tahu rencana tuhan, kalian ini kadang-kadang bikin orang naik darah.
Mereka akhirnya pergi menuju tempat yang di tuju, Andre yang masih dalam perjalanan menuju tempat yang dimana Elisa saat ini berada.
Walau belum di ketahui pasti dimana Elisa di sekap, tapi sudah di pastikan jika Elisa di culik geng Damian. Semakin khawatir sisi seorang suami dan priaya.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Kamis 23 Juni 2022.