
Try dan Junlion tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Andre. " Iya kau ingin membuat semua cewek-cewek itu bahagia karena suka sama luh kan, Dre jangan bikin sakit anak orang aja sih luh" ucap Junlion yang Tidak terimah.
" Woy aku ini serius tahu, aku hanya ingin membuat seseorang yang menyiapkan pakaian ini bisa senang saja, bukan untuk menyenangkan hati semua cewek-cewek apa lagi si Ariana, gak ada hubungannya kok" Ucap Andre penuh keyakinan.
" Iya -iya kita pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti saja deh jun" Ujar try yang saat ini udah pasrah saja.
" Bukannya gitu try kalo semua cewe sukanya sama Andre terus buat gue ya mana?" Protes Junlion.
" Dasar kamu serakah Jun bukannya kamu udah nikah 2 kali ya masih aja kurang, lah Andre walau dia banyak yang suka tapi tak ada satu pun yang nyantol yang dia pilihkan" ucap Try yang membela.
" Woi Try itu bukan namanya nikah tapi perceraian yang di balut dengan indah dibalik kebahagiaan pernikahan" Ujar Junlion.
" Hahahah--- makanya Jun kalau cari cewek itu yang bener-bener, biar langgeng terus kamu tuh jangan sikapnya kayak anak kecil dan jangan kebanyakan pala-pili-pala- pilih, kan jadinya kayak gitu lagian kau nggak pantes sama Ariana" Ujar Try yang spontan menyinggung.
" Lah emang sama Andre bisa pantas gitu, cowok tampang muka menawan berhati lembut tapi aslinya Gunung Everest" Sindir Junlion.
Sedangkan Andre hanya diam sambil senyum geli saja melihat tingkah kedua Sabahat yah itu yang sedang berdebat.
" Ya kalo di lihat lagi sih bener juga yah, emang nggak pantas juga sama Andre lagi pula gunung Everest juga bisa robohkan dan mencair kalo lama-lama di panasin sama kelembutan seorang wanita" Ujar Try sambil menoel-noel Andre.
Andre hanya menggeleng kepala saja karena ulah mereka berdua yang gak ada habis jika harus nyindir dan menyinggung soal dirinya, mereka ahlinya.
" Kayaknya nggak bisa deh Tri balok es ini kan sifatnya kayak gitu lah, pokoknya gak bisa di cairkan walau dengan Watt yang setara mataharipun tak akan sanggup" Ucap Junlion.
" Kalian sudah puas belum menghina dan menyinggung ku, udah-udah kalian itu suka banget kayanya kalo udah bahas soal diriku. Kalian tahu nggak jika Kalian itu sudah telat 10 menit" Ucap Andre mengikatkan.
" Wwoi Dre elu aja baru dateng" Cemoh Jun.
" Hah ! apakah kamu lupa Jun bahwa aku sekarang adalah bos mu, kalo bos itu hidupnya nyantai dong masa iya harus datang awal-awal seperti karyawan" Ucap bangga diri Andre.
" Wah sialan lu Dre, sombong mulai keluar nih"
" Emang songong banget nih orang, minta di hajar masih aja bisa narsis terus, bener-bener kamu nggak tahu tempat harus pamer" Ujar Try yang dibuatnya kesel.
" Hahahaha-" Andre tertawa senang.
Try baru ke inget saat melihat Hilda yang turun dari mobil bis saat ini dengan wajah murung dan sedih.
" Sudah-sudah, dre ada yang lebih penting sekarang" Ucap Try yang langsung menujuk hilda dengan wajahnya kearah Hilda yang sedang jalan mendekati Andre.
" Ada apa emangnya, apakah terjadi suatu masalah yang penting" Ucap Andre yang penasaran.
" Mendingan kamu sendiri yang nanya sana sama si Hilda" Ucap Try.
Hilda akhirnya mendekati Andre setelah ditatap oleh Andre dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.
" Hilda ada apa?, kamu sakit?" Tanya Andre.
" Tidak dokter Andre, tapi dokter Andre saya minta maaf sebelumnya, apakah boleh saya pulang lebih awal ada suatu alasan yang kuat saya pulang, saya tahu pelatihan ini tidak bisa di tinggal tapi.... Maaf ya dokter Andre tapi... saya punya masalah keluarga saat ini lebih penting" ucap Hilda sudah pecah tangisannya.
" Eh- Hilda kamu tenang dulu yah, jika kamu kaya gini gak bisa tenang saya jadi tidak paham. Coba kamu rileks dulu yah, kalau kamu bicara sambil menangis begitu bagaimana aku akan mengerti masalah kamu saat ini, kamu tarik nafas dulu lalu kamu buang dan tarik napas lagi terus kamu buang lagi, oke! apakah kamu sudah agak tenang hilda. Mau ngobrol sambil minum dulu yuk duduk di sana kita bicarakan baik-baik" Ucap Andre.
" Dokter Andre, maaf tapi aku sudah tidak bisa tenang lagi masalahnya, sangat lah gawat dokter karena sekarang kondisi keluargaku tidak baik" Ucap Hilda malah nangisnya lebih keras, itu membuat Andre, Try dan Junlion kebingungan.
" Eh kok malah keras sih nangisnya" Ucap Junlion.
" Sudah-sudah coba kamu ceritakan pelan-pelannya sama saya, agar saya tahu keadaan kamu, kalo kaya gini saya tidak mengerti apa maksudnya" Ucap Andre sambil menepuk pundak Hilda.
" Jun mendingan kamu urus hal lainnya sana, para kariyawan sudah pada masuk kamu bimbing mereka"
" Lah eluh ngapain kerja yah"
" Aku akan makan enak di restoran, ya mau gimana lagi terpaksa harus gantiin posisi Andre untuk jemputin Pemateri, emang kamu mau sok sana" ucap Try yang mempersilahkan Junlion.
" Heheh- ngga deh elu aja gua masuk dulu bye-bye" ucap Junlion yang langsung kabur.
" Huh! dasar si kutu kupret tuh orang giliran jemput aja nggak mau dia. Woy Dre aku cabut sekarang yah" Ucap try yang bersiap akan pergi.
" Oke! Kamu tahu lokasi prof. Harry dan Miss Jasmin kan"
" Nih!" ucap Andre sambil memberikan kuncinya.
Setelah Try pergi Andre mencoba menenangkan Hilda yang saat ini masih menangis tersedu-sedu, karena tak bisa membendung lagi.
" Hilda kita duduk disana yah" Tawar Andre sambil membujuk si Hilda agar mau duduk ditempat yang tersedia.
" Baik dokter Andre" Ucap Hilda yang masih sesegukan.
Mereka berdua berjalan menuju kursi yang tersedia, Andre sambil merangkul Hilda untuk berjalan di tempat duduk tersebut, matanya sudah mulai memerah karena menahan air matanya agar tidak keluar lagi Andre mencoba menenangkan Hilda memberikan dia sebotol air mineral yang di bawa Andre dari apartemen.
" Hilda kamu minum dulu ya biar kamu tenang" ucap Andre yang membukakan tutup botolnya.
" Terima kasih dokter Andre!" Ujar Hilda yang menerima botol air mineral itu.
" Sekarang coba kamu ceritain ada masalah apa? sehingga membuat kamu ingin pulang soal keluarga kamu itu kabar apa yang kamu dengar?" Ucap Andre yang pelan-pelan menanyakan.
" Dokter Andre semalam saya dapat telepon dari tetangga, jika ibu saya jatuh sakit saat ditempat kerja dan beliau katanya tidak sadarkan diri terus panggilan itu terputus saat saya mau coba untuk menelpon kembali tapi tidak cukup biayanya, saya bingung untuk menelpon kembali tapi disini tidak ada counter buat beli pulsa" Ucap penjelasan Hilda yang mulai nangis lagi.
" Jadi begitu! kamu udah pastiin bener-bener ibu kamu itu jatuh sakit, oke! gini aja aku mencari informasi tentang keadaan ibu kamu di sana, jika beneran ibu kamu sakit nanti saya akan suruh orang buat langsung bawa ibu kamu ke rumah sakit agar langsung ditangani. Nanti kamu nggak usah pikiran soal bayar dan lainnya, karena nanti pakai kartu pekerja yang saya berikan waktu itu untuk jaminan kesehatan, bagaimana kamu mau kayak gitu" Ujar Andre yang saat ini mencoba menenangkan Hilda.
" Baiklah dokter Andre saya akan ikut saran dari Anda itu" Ucap Hilda.
Andre memberikan sapu tangannya untuk Hilda agar mengelap air matanya itu. " Ya sudah kamu tunggu di sini dulu yah, saya mau nelpon orang di Indonesia buat cari tahu soal kondisi orang tua kamu" Ucap Andre yang mengeluarkan hp.
" Iya dokter Andre" ucap Hilda yang hanya bisa menatap muram dokter Andre yang berdiri agak menjauh dari Hilda saat ini.
Andre pun mulai menelepon orang yang ada di Indonesia untuk mencari tahu tentang keadaan ibu Hilda yang katanya jatuh sakit.
1 jam lebih barulah Andre mendapatkan informasi dari Indonesia yang menyatakan bahwa kebenaran itu benar, jika ibunya Hilda mengalami serangan jantung mendadak di tempat kerja.
Tapi kondisi sekarang sudah ditangani dan akan dibawa ke rumah sakit tempat Andre di Indonesia, setelah mendapatkan informasinya Andre mencari kata-kata yang baik untuk memberi pada Hilda karena sudah mulai was-was, itu membuat andre semakin ibah atau kasihan pada kondisi Hilda saat ini mungkin dia tidak akan fokus untuk pelatihan selanjutnya jadi Andre memutuskan untuk memulangkan Hilda ke Indonesia.
" Hilda karena kondisi kamu sekarang tidak memungkinkan untuk menjalani pelatihan ini saya izin kan kamu untuk pulang ke Indonesia, sekarang kamu siap-siap nanti saya pesankan tiket buat kamu pulang, sampai di bandara Indonesia nanti ada mobil atau taksi yang sudah dipersiapkan untukmu sudah diinformasikan untuk mengantar kamu langsung pulang ke rumah dengan selamat, karena kamu masih tanggung jawab saya sebagai pekerja di sini jadi kamu tidak usah khawatir"
" Sekali lagi saya minta maaf dokter Andre gara-gara masalah saya ini pelatihan yah jadi terhambat" ucap Hilda merasa bersalah.
" Does not matter, yang penting kamu dan keluarga baik-baik saja, jadi jangan bebani diri kamu jangan jadikan ini masalah buat kamu. Nggak usah khawatir dengan pelatihan ini, nanti kamu tinggalin aja catatan kamu, buat aku suruh orang yang akan gantiin posisi kamu oke! Sekarang kamu sudah tenang yuk mari saya pesan kan taksi buat kamu" Ucap Andre yang terus saja menjadi support bagi Hilda.
" Baik dokter Andre"
" Hilda kamu balik ke asrama, buat kamu beres-beres nanti saya akan suruh sopir itu nunggu buat kamu siap-siap" ucap Andre yang Emang tanggung jawab penuh dengan kariyawan yah.
Try yang baru datang mengantarkan pemateri ke ruangan yang sudah di jadwalkan hari ini.
" Woy Dre, gimana?"
" Ouh! kebetulan kamu udah di sini try, antar dia ke asrama lalu tunggu dia beres-beres terus anterin Hilda kebandara sampai masuk ke pesawat dengan selamat"
" Oke! yuk Hilda" Ajak Try pada Hilda.
" Dokter Andre saya permisi" Hilda yang siap-siap akan pergi bersama try.
" Kamu hati-hati yah, Try jangan kebut santai saja"
" Kau gak usah khawatir, aku bukan si Jun kok yuk Hilda kapan lagi kamu naik mobil sport leader milik dokter andre" Ucap Try membuat ketegangan Hilda kendor.
Dari jauh terlihat Ariana hanya memperhatikan dari jauh mengagumi sosok Andre yang sangat baik pada Hilda itu, terdiam sambil mengamati Andre.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Rabu 6 Oktober 2021