Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~57


"Nyonya, silakan tinggu di sini tuan William sedang menemui koleganya." ucap James saat baru sampai di tempat acara, pria itu nampak menunjuk ke arah William yang sedang berbincang dengan beberapa pria.


Nampak Natalie pun berada di sisih William dan itu membuat Merry malas memperhatikannya.


Kemudian wanita itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut tempat itu.


Sebuah ballroom hotel yang di sulap menjadi sebuah tempat pesta yang nampak mewah itu terlihat banyak sekali para pengunjung di sana.


Rupanya ini adalah acara syukuran produk baru perusahaan William yang sukes di pasaran dan Natalie sebagai brand ambassadornya telah sukses mempromosikan produk tersebut.


"Saya akan memberitahu pada tuan jika anda sudah datang." ucap James kemudian, namun Merry langsung melarangnya.


"Tidak usah James, tuanmu itu sepertinya sedang sibuk." larang Merry.


"Aku akan menunggu di sini saja." imbuhnya lagi yang nampak masih berdiri di sudut ruangan.


"Tapi nyonya...." ucapan James tertahan saat Merry menyelanya.


"Bisa ambilkan aku jus strawberry saja ?" perintah Merry kemudian.


James menatap nyonya mudanya itu sejenak, kemudian pria itu mengangguk kecil lalu melangkah pergi.


Merry nampak tersenyum sinis, jus strawberry hanya alasannya saja agar James menjauh dan berhenti mengawasinya.


Beberapa saat kemudian Merry nampak terkejut saat tiba-tiba Natalie berjalan mendekatinya, namun wanita itu dengan cepat merubah raut wajahnya seperti sedia kala.


"Ck, siapa yang menyuruhmu datang kemari ?"ejek Natalie kemudian.


"Tentu saja suamiku." sahut Merry, tak ada alasan baginya lagi untuk menutupi statusnya dengan William apalagi di depan wanita penggoda macam Natalie.


Natalie nampak mengepalkan tangannya, besar juga nyali wanita di depannya itu pikirnya.


"Kasihan sekali ya kamu sebagai istri yang tak di anggap, karena pada akhirnya semua orang bahkan media akan tetap menganggapku wanita spesialnya William dan apa mereka akan percaya jika gadis belia sepertimu adalah istri seorang William ?" Natalie memandang rendah Merry.


"Bahkan hingga detik ini pun William selalu menyembunyikan mu dari publik, lihatlah siapa yang sedari tadi menemani dia di panggung itu? aku. Aku wanita di balik kesuksesannya." imbuh Natalie membanggakan dirinya.


"Jadi jangan pernah bangga menjadi istri satu-satunya William karena itu tak ada gunanya." ucapnya lagi dan itu sontak membuat Merry terkejut.


"Istri satu-satunya ?" gumamnya dalam hati lalu siapa Elena apa mereka sudah berpisah? imbuhnya lagi, jauh di lubuk hati wanita itu nampak lega karena dirinya bukan orang ketiga di dalam rumah tangga pria itu.


Lalu Merry menanggapi perkataan Natalie dengan tersenyum lebar seakan ia sedang menertawakan perkataan wanita itu.


"Tentu saja kamu berada di sana karena kamu adalah brand ambassadornya, bisa di katakan kamu adalah tim sukses usaha suamiku dan aku adalah istri sahnya. Jadi kamu sudah tahu kan apa perbedaan kamu dan aku ?" ucapnya menatap Natalie.


Mendengar ucapan Merry, Natalie nampak geram. Wanita itu tak menyangka gadis di depannya itu sangat pandai bersilat lidah.


"Kau...." ucapnya dengan kesal, padahal sebelumnya ia ingin memberi wanita itu pelajaran.


Merry nampak mengibaskan tangannya di depan lehernya seakan sedang kepanasan padahal wanita itu ingin memamerkan sebuah cincin di jari manisnya.


Cincin pemberian William itu yang ia ketahui di peroleh dari sebuah pelelangan yang waktu itu menjadi incaran banyak wanita tak terkecuali Natalie sendiri.


"Kurang ajar." umpat Natalie kemudian langsung berlalu pergi, ingin sekali ia menghajar Merry namun reputasinya jauh lebih penting.


Selepas Natalie pergi Merry nampak menghela nafasnya, meski ia tak menunjukkan kecemburuannya tapi ucapan Natalie memang benar adanya.


William telah menyembunyikannya dari publik, pria itu seakan tak mengakui dirinya sebagai istrinya di depan umum.


"Bisa kau berikan minuman itu ?" Merry meminta segelas minuman berakohol saat seorang pelayan melewatinya.


Tanpa berpikir panjang Merry langsung menyesap minumannya seraya menatap ke arah suaminya yang masih terlihat sibuk berbincang dengan para koleganya tanpa menyadari kehadirannya.


Begitu pun dengan Natalie, wanita itu seakan sedang meledek Merry dengan sengaja berada di sisih William.


"Nona, anda cantik sekali. Di mana pasanganmu, kenapa membiarkan wanita cantik sepertimu seorang diri di sini." puji seorang pria menghampiri Merry.


Merry yang sedikit terpengaruh oleh alkohol yang ia minum nampak tersenyum menatap pria tersebut.


"Aku sendirian." sahutnya lalu menyesap minumannya lagi.


Pria itu nampak memperhatikan Merry dari ujung kaki hingga rambutnya.


Bibir Merry yang merah dan ranum terlihat begitu seksi di mata pria itu.


"Mau berdansa denganku nona? sepertinya kita bisa menjadi peserta pertama yang akan memulai acara puncak malam ini." ajak pria tersebut seraya mengulurkan tangannya.


Tanpa berpikir panjang Merry langsung menyambut tangan pria tak di kenal itu, mungkin ini saatnya ia membalas suaminya yang selalu membuatnya cemburu.


Pria tersebut segera mengajak Merry ke lantai dansa yang sudah di sediakan di sana.


Tepuk tangan langsung riuh menyambut mereka dan beberapa pasangan pun mulai mengikuti aksi mereka.


Irama musik yang sedikit cepat membuat Merry dan pria itu nampak berdansa dengan lincah.


"Nyonya muda." James yang baru datang dengan segelas jus strawberry di tangannya langsung tercengang melihat nyonya mudanya itu dengan lincah berdansa dengan seorang pria.


Sepertinya segelas jus strawberry yang tak ada di menu yang di minta oleh nyonya mudanya tadi hanya alasan agar ia tak bisa mengawasinya dan James baru menyadari itu.


"Anda dalam masalah, nyonya." ucap James seraya berjalan mendekati wanita itu.


Sementara itu William yang sedang bersama beberapa para koleganya nampak menoleh saat mendengar suara riuh tepuk tangan.


"Apa yang terjadi ?" tanya Natalie yang ikut terkejut.


"Lihatlah mereka sangat romantis, apa tuan William dan nona Natalie juga tidak ingin bergabung untuk merayakan keberhasilan kalian." ucap salah satu relasi bisnis William saat melihat ke arah lantai dansa yang sudah di penuhi oleh beberapa pasangan dansa.


"Benar tuan William anda dan nona Natalie selain cocok dalam berbisnis, sepertinya kalian juga pasangan yang sangat serasi." puji yang lainnya dan tentu saja itu membuat Natalie langsung tersanjung.


"Terima kasih banyak tuan." timpal Natalie seraya mengapit lengan William.


Sedangkan William nampak tak menghiraukan ucapan teman-temannya itu, pria itu nampak menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan istrinya.


"Merry." gumamnya saat mengingat pakaian wanita itu sama persis dengan pakaian yang ia berikan tadi sore.


Musik perlahan mulai melambat dan tentu saja itu menjadi favorit para pasangan dansa karena mereka bisa memeluk pasangannya dengan lebih dekat.


Begitu juga dengan Merry dan pasangannya, pria itu terlihat memeluk pinggang Merry dengan erat dan Merry pun melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu.


Mereka bergerak perlahan mengikuti iringan musik dan itu membuat darah William langsung mendidih di buatnya.


Sejak kapan istrinya itu datang dan kenapa James tak memberitahunya, lalu siapa pria yang dengan kurang ajarnya itu memeluk wanita itu?


William langsung melangkahkan kakinya, tangannya nampak mengepal siap menghajar pria kurang ajar itu.


Padahal sebelumnya ia ingin memberikan kejutan pada istrinya itu jika ia akan mengumumkan statusnya pada semua tamu undangannya namun justru dirinya yang di buat terkejut oleh wanita itu.


"Wil, kamu mau kemana ?" Natalie nampak mengejar William saat pria itu tiba-tiba meninggalkannya dan para relasi bisnisnya begitu saja.