
Alex memutar tubuh Elsa hingga kini menghadap padanya, kemudian di panggutnya bibir merah alami yang selalu membuatnya candu itu dengan lembut.
M3lum4t dan menyesap bibir atas dan bawahnya bergantian, lalu menusukkan lidahnya masuk ke dalam hingga membuat wanita itu langsung mengerang tertahan.
Ciuman yang awalnya lembut kini berubah sedikit kasar dan menuntut seiring gairah mereka yang mulai memuncak dan menginginkan lebih dari itu.
Tiba-tiba Alex mengangkat tubuh Elsa ke atas meja sebelah wastafel, kemudian pria itu kembali memanggut bibirnya. Sebelah tangannya yang nganggur pun nampak menelusup masuk ke dalam pakaian wanita itu.
M3r3m4s bongkahan kenyalnya yang rupanya tak memakai apapun. "Apa kau sengaja memancingku, hm ?" bisik Alex seraya memelintir pelan puncak salah satu gunung kembar milik wanita itu hingga tubuhnya langsung melenting.
"Aku menginginkan mu tolong jangan menolakku kali ini." imbuh pria itu lagi sembari mengecupi leher putih wanita itu.
Elsa yang sudah terbawa suasana nampak m3r3m4s rambut Alex seiring kenikmatan yang pria itu berikan padanya.
"Tentu saja ini akan menjadi akhir hubungan panas kita." gumam Elsa lalu wanita itu membalas setiap sentuhan pria itu hingga kini keduanya sudah sama-sama tak berbusana.
Mereka nampak melepaskan gairahnya di setiap sudut rumah tersebut dan berakhir di kamarnya dengan tubuh lelah berpeluh keringat.
Keesokan paginya.....
Alex nampak mengepalkan tangannya saat baru saja di hubungi oleh sang asisten perihal video tak senonoh milik sang istri dengan seorang pria dengan tubuh penuh tato.
Jelas itu bukan tubuh miliknya yang bersih dari ukiran tinta berwarna tersebut dan ia tahu siapa pemilik tubuh itu, istrinya itu benar-benar menghancurkan nama baiknya dalam sekejap dan ia harus segera membuat perhitungan padanya.
Saat Alex hendak beranjak tiba-tiba tangan Elsa melingkar di pinggangnya hingga membuatnya langsung tersenyum kecil.
Memandangi wajah wanita yang masih bergelung dengan mimpinya itu. "Aku mencintaimu, tolong bersabarlah untuk sebentar saja dan jangan pernah kemana-mana." gumamnya, kemudian mengecup kening wanita itu sedikit lama lantas menjauhkan tangannya dengan pelan.
Setelah beranjak, Alex segera memunguti pakaiannya yang semalam ia letakkan di atas sofa kamar wanita itu lalu segera memakainya dan bergegas meninggalkan rumah tersebut.
"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya. Ku mohon jangan percaya video itu, aku yakin itu cuma editan orang iseng." mohon Celine saat Alex baru saja datang.
"Cuma editan kamu bilang? kamu pikir aku orang bodoh yang bisa kamu kelabuhi begitu saja hah ?" hardik Alex dengan amarah yang memuncak hingga membuat Celine nampak ketakutan.
"Pergi dari sini dan jangan pernah membawa barang apapun itu !!" Alex langsung menunjuk pintu keluar dan itu membuat Celine nampak tak percaya.
"Tidak sayang ku mohon jangan lakukan itu padaku, kamu boleh membenciku tapi tolong jangan dengan janin yang ada dalam kandunganku. Dia anakmu, darah dagingmu yang selama ini kita nantikan. Kamu pernah bilangkan akan benar-benar memaafkan ku jika aku bisa melahirkan keturunanmu dan lihatlah sekarang aku sedang mengandung anakmu." mohon Celine yang tak bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri, tentu saja ia tidak rela meninggalkan rumah dan seluruh isinya yang sangat nyaman ini.
"Kau yakin itu adalah anakku setelah tubuhmu di nikmati oleh bajingan itu, hah ?" Alex tersenyum sinis menatap istrinya itu.
"Ba-bagaimana jika ini memang anakmu ?" keukeh Celine kemudian, semoga anak yang ia kandung itu bisa menyelamatkan pernikahannya meski ia juga kurang yakin jika itu memang darah daging pria itu.
"Jangan khawatir aku pasti akan bertanggung jawab, tapi tidak denganmu jadi enyah dari sini sekarang juga dan kembalilah saat anak itu telah lahir dan kita lakukan tes DNA." sahut Alex tanpa perasaan.
"Jangan pernah mengatakan orang lain j4l4ng jika kamu sendiri tak lebih baik dari mereka." geramnya hingga membuat Celine nampak memucat karena kesakitan.
Kemudian Alex segera menjauhkan tangannya. "Pergi dari sini atau aku akan berbuat sesuatu yang tak bisa kau bayangkan sebelumnya !!" perintahnya kemudian hingga membuat Celine langsung ketakutan dan segera berlalu meninggalkan rumah yang selama 7 tahun ini ia tempati.
"Tuan, bagaimana dengan kandungan beliau ?" asisten Alex langsung mengingatkan jika mungkin saja janin yang di kandung oleh wanita itu adalah darah daging tuan besarnya tersebut.
"Aku yakin itu bukan milikku dan aku bisa menjaminnya." tegas Alex, ia masih mengingat jelas meski malam itu mereka berhubungan intim tapi ia mengeluarkan cairan percintaannya di dalam mulut wanita itu dan bukan di dalam rahimnya.
Setelah itu Alex segera berlalu masuk ke dalam kamarnya, mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar tersebut.
"Segera keluarkan semua barang-barang milik wanita itu dan lelang sekarang juga, hasil lelangnya bisa kalian sumbangkan ke panti sosial !!" perintah Alex kemudian, sungguh ia sudah di ambang batas kesabarannya.
"Baik tuan, saya juga sudah memblokir semua akses kartu milik nyonya Celine. Apa anda juga akan menuntut beberapa harta yang beliau alihkan atas namanya seperti apartemen, mobil dan juga sebidang lahan itu ?" tukas sang asisten.
"Biarkan saja." sahut Alex kemudian.
Sementara itu Celine yang sedang kalut di kejar-kejar oleh para wartawan, nampak menyembunyikan wajahnya dengan masker.
Wanita itu harus meminta penjelasan pada Marco, bagaimana mungkin video mereka bisa tersebar ke publik jika bukan pria itu pelakunya.
"Jelaskan, apa yang sudah kamu lakukan pada video itu ?" ucapnya setelah Marco membuka pintu apartemennya, sepertinya pria itu baru saja bangun tidur di lihat dari penampilannya yang nampak acak-acakan.
"Kau pasti yang telah menyebarkannya bukan ?" tuding Celine lagi seraya mendorong tubuh pria itu hingga masuk kembali ke dalam apartemennya lalu di ikuti olehnya, karena wanita itu tak ingin perbuatannya menjadi bahan tontonan oleh para penghuni apartemen di sana.
"Kau benar-benar mengganggu tidurku." gerutu Marco seraya berlalu ke ranjangnya dan betapa terkejutnya Celine saat melihat seorang wanita nampak tertidur pulas di sana.
"Siapa wanita itu? hei bangunlah j4l4ng, segera pergi dari sini dasar wanita murahan." Celine langsung menarik paksa wanita dengan busana minim itu.
Wanita yang baru saja terbangun karena kaget itu nampak emosi saat tidurnya di ganggu setelah semalaman harus melayani gairah Marco.
"Tidak usah kasar begitu, tenang saja aku akan segera pergi." ucapnya seraya memperbaiki penampilannya lalu segera mengambil tasnya dan berlalu pergi dari sana.
Celine benar-benar kecewa berat, bagaimana bisa ia menerima bajingan itu sebagai ayah janin yang ia kandung jika kelakuannya masih saja brengsek.
Wanita itu benar-benar menyesali perbuatannya karena telah menghianati pria sebaik Alex dan kini ia mendapatkan hukumannya.
"Apa yang kau inginkan pagi-pagi datang kesini lalu mengganggu tidurku ?" hardik Marco kemudian.
"Aku hamil." sahut Celine yang tentu saja membuat Marco langsung melebarkan matanya.