
Malam itu Alex yang baru pulang dari kantornya mendapati istrinya telah tidur di ranjang kamarnya, meski wanita itu telah berhenti dari dunia yang ia geluti selama ini namun Alex tetap merasa kesepian.
Aktivitas ranjang mereka pun jarang terjadi dengan berbagai alasan dari wanita itu dan mau tak mau Alex harus memuaskan dirinya sendiri dengan caranya.
Karena sampai saat ini ia tak pernah sedikit pun berpikir untuk bermain dengan para j4l4ng di luaran sana, Alex sangat menghormati sebuah pernikahan dan dia adalah tipe pria yang sangat setia meski pernikahannya mulai terasa hambar.
"Sayang, bangun." ucapnya mencoba membangunkan sang istri dengan menggoyang lengannya lembut, lalu mengecupi punggungnya agar wanita itu segera bangun.
"Aku sangat mengantuk." racau Celine di tengah kesadarannya, bukannya bangun wanita itu justru menarik selimut lalu menutupi seluruh tubuhnya.
Jika sudah seperti itu Alex tak bisa berbuat apa-apa lagi dan pada akhirnya pria itu berlalu ke kamar mandi, melepaskan kemejanya dan juga celana kerjanya.
Ting
Sebuah pesan singkat terdengar di ponselnya hingga membuat pria itu urung masuk ke dalam kamar mandi lalu mengambil ponselnya di dalam tas kerjanya.
..."J4l4ng si4l4n."...
Umpatnya saat baru melihat pesan yang di kirim oleh wanita asing yang akhir-akhir ini berhasil mengusik hidupnya. Bagaimana tidak dalam video tersebut wanita itu nampak bermain dengan organ sensitifnya yang membuat keperkasaannya langsung menegang sempurna.
Setelah menonton video tersebut Alex segera berlalu ke dalam kamar mandi, melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya hingga memperlihatkan kejantannya yang siap bertempur.
"Si4l4n kau j4l4ng."
Akhirnya pria itu memuaskan dirinya dengan membayangkan memasuki liang lembab milik wanita asing itu.
Satu-satunya wanita yang akhir-akhir ini berhasil menjadi objek fantasi liarnya, tubuh wanita itu yang sangat sempurna membuatnya merasa puas meski hanya dengan membayangkannya saja.
Alex nampak meracau kenikmatan saat tangannya mengurut miliknya naik turun di bawah guyuran shower air hingga akhirnya cairan kenikmatan milik pria itu terbuang sia-sia setelah merasa puas.
Wanita asing itu benar-benar membuatnya sangat puas meski hanya dengan menghayalkannya saja, bagaimana jika ia berhasil memasukinya?
Alex pasti sudah gila, bagaimana bisa ia membayangkan meniduri wanita lain di saat ia sudah memiliki seorang istri yang tak kalah cantik dan memiliki bentuk tubuh yang sama sempurnanya.
Meski tubuh istrinya sudah melalui berbagai proses panjang di atas meja operasi namun hasilnya sangat memuaskan.
"Maafkan aku." Alex mengecup pipi istrinya itu setelah keluar dari kamar mandi, lalu segera berganti pakaian tidur.
Pekerjaannya yang akhir-akhir ini menyita waktu membuat pria itu selalu pulang larut malam dan sedikit mengabaikan wanita itu.
Belum lagi klan milik sang ayah yang kini di urusnya, meski ia tak menggeluti lagi dunia hitam namun klan harus tetap berjalan di bawah kendalinya.
"Kau sudah pulang ?" tiba-tiba Celine terbangun saat merasakan ranjangnya sedikit bergerak saat suaminya merebahkan tubuhnya di sampingnya.
"Hm, tidurlah lagi." Alex nampak mengulas senyumnya menatap istrinya itu.
"Maaf aku sangat mengantuk." timpal Celine kemudian.
"Tidak apa-apa, bagaimana harimu ?" tanya Alex kemudian, mengingat wanita itu setelah makan siang bersamanya tadi berpamitan untuk arisan bersama teman-teman sosialitanya.
"Sangat menyenangkan, oh ya kami berencana untuk liburan beberapa hari apa kamu mengizinkan ?" ucap Celine seraya memiringkan tubuhnya menghadap suaminya itu
"Kapan ?" tanya Alex, sebenarnya ia kurang menyukai jika wanita itu banyak menghabiskan waktunya di luar.
Ia ingin memiliki istri yang patuh padanya dan banyak menghabiskan waktunya di rumah menunggunya pulang bekerja.
"Minggu depan, hanya beberapa hari boleh ya ?" mohon Celine dengan nada sangat manja.
"Jika aku melarang ?" pancing Alex yang langsung membuat istrinya itu mencebik kesal.
"Sejak kapan kamu posesif seperti ini, ayolah sayang kamu jangan bersikap seperti suami yang tak ku kenal." ucapnya dengan nada protes.
"Tapi aku hanya ingin kamu mengurangi sedikit aktivitasmu di luar sana." sela Alex, mengingat selama ini wanita itu suka sekali menghabiskan waktunya di luar dan berakhir kelelahan saat di rumah hingga membuatnya yang sebenarnya memiliki hasrat yang tinggi harus selalu mengerti saat wanita itu jarang melayaninya.
"Memang selama ini apa kurangku? kamu menyuruhku untuk berhenti dari duniaku sebagai model aku menurut, tapi sepertinya aku masih selalu salah di matamu." protes Celine dengan berapi-api.
Akhir-akhir ini pembicaraan mereka memang tak jarang selalu berakhir dengan keributan, karena keduanya mempunyai prinsip yang berbeda.
"Aku bukan pelayan yang selalu tinggal di rumah, aku bisa gila jika seperti itu." imbuh Celine lagi.
Alex nampak menghela napas panjangnya, kemudian pria itu segera beranjak dari ranjangnya. Perdebatan mereka pasti takkan berujung jika ia tak mengalah.
"Baiklah, tidurlah." ucapnya kemudian seraya pergi meninggalkan wanita itu.
"Kamu mau kemana ?" Celine langsung menahan tangannya saat pria itu hendak pergi.
"Melanjutkan pekerjaanku." sahut Alex dengan nada dingin.
"Tolong maafkan aku." mohon Celine, ia tahu suaminya pasti sedang marah saat ini dan ia tak mau kehilangan pria itu.
"Tidurlah, bukankah kamu mengantuk ?" ucap Alex dengan nada sindiran.
"Aku sudah tak mengantuk, ayo kita melakukannya bukankah tadi di kantor kamu sangat menginginkanku ?" Celine langsung mengangkat tangannya membelai rahang suaminya yang di tumbuhi bulu-bulu halus di sana.
Pria itu selain kaya juga sangat tampan di mata Celine, namun ia yang notabennya gampang sekali merasa bosan membuatnya tak setiap saat selalu bergairah menghadapinya.
Sebenarnya Celine sangat bersyukur memiliki suami seperti Alex yang tak banyak menuntut, bahkan di usia pernikahannya yang menginjak 7 tahun ini mereka belum di karunia seorang anak namun pria itu tak pernah menyalahkannya.
Cinta pria itu tak pernah berubah, meski sebenarnya ia diam-diam pernah menghianatinya di belakang. Semoga saja William maupun James tetap menjaga rahasianya.
Jika tidak suaminya itu pasti akan murka saat mengetahuinya ia pernah tidur dengan beberapa lelaki ketika masih menggeluti dunia model.
"Aku sudah tak ingin." ucap Alex seraya menjauhkan tangan istrinya itu, lalu pria itu segera pergi dari sana.
Celine yang di tinggal begitu saja nampak kesal, namun ia yakin keesokan harinya pria itu akan bersikap romantis lagi padanya.
Begitulah Alex karena saking cintanya padanya, pria itu tak pernah marah dalam waktu yang lama. Akhirnya Celine kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya lalu melanjutkan tidurnya.
Ia tidak ingin mengalami penuan dini hanya karena tidur terlalu larut malam, sepertinya wanita itu benar-benar menjaga pola hidup sehat.
Keesokan harinya....
Siang itu Alex yang sedang meninjau salah satu pusat perbelanjaan miliknya bersama seorang investor nampak memicing saat matanya tak sengaja melihat seorang wanita sedang menenteng barang-barang belanjaannya.
"Wanita itu ?"
Tanpa berpikir panjang Alex langsung berlari mengejarnya, meninggalkan beberapa relasi bisnisnya yang nampak kebingungan akan tingkahnya.
Wanita yang akhir-akhir ini telah mengusik kehidupannya, harus Alex dapatkan untuk mengetahui maksud dan tujuannya melakukan itu semua.