Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~183


"Masuklah, kita bicara di dalam !!" ucap James seraya membuka pintu rumahnya.


Anne yang perkataannya tak di tanggapi nampak menatap sinis pria itu, lalu menghentakkan kakinya masuk ke dalam rumahnya.


"Sebelumnya aku meminta maaf, karena terpaksa membohongimu." ucap James kemudian, wajahnya yang biasanya angkuh kini nampak melembut menatap sang istri. Namun Anne sama sekali tak terpengaruh.


"Sejak kapan ?" ucap Anne, matanya nampak memerah menahan kesedihan yang begitu dalam.


"Ku mohon maafkan aku." mohon James lagi, kenapa hatinya sakit sekali saat melihat istrinya sesedih itu.


"Sejak kapan kamu menikahinya ?" teriak Anne dengan menaikkan oktaf suaranya.


James nampak menghela napas panjangnya. "Sebulan sebelum kita menikah." ucapnya, namun.....


Plakk


Sebuah tamparan langsung mendarat di pipi pria itu hingga meninggalkan bekas telapak tangan di sana karena saking kerasnya.


Anne tak kuasa lagi menahan air matanya, kemudian wanita itu secara membabi buta memukuli dada bidang pria itu.


"Kalau begitu kenapa waktu itu kamu mau menikahiku? kenapa? apa kamu tahu, itu sangat menyakitiku, harusnya kita tidak usah saling mengenal saja. Kamu sudah menghancurkan masa depanku, menghancurkan semua mimpi-mimpiku." ucap Anne di sela isak tangisnya.


James yang mendapatkan serangan tiba-tiba nampak pasrah, ia ingin meraih tangan wanita itu lalu membawanya ke dalam pelukannya. Namun urung ia lakukan mengingat kesalahannya yang terlampau besar.


Anne menghentikan pukulannya, kemudian segera mengusap air matanya lalu menatap suaminya itu dengan lekat. "Mari kita akhiri semuanya, karena sudah tidak ada alasan lagi untuk kita bersama." ucapnya kemudian yang membuat James langsung mengepalkan tangannya.


"Dan selamat kamu akan menjadi seorang ayah dan ku harap kamu juga akan menjadi suami yang baik untuk ibu dari anakmu." imbuhnya lagi, Anne tak ingin pria itu bertingkah seperti ayahnya yang demi wanita lain rela menghancurkan hidup istri dan anaknya sendiri.


Sungguh Anne tak ingin itu terjadi, menjadi seorang anak yang lahir dari keluarga broken home itu sangat menyakitkan. Jadi lebih baik ia mundur, karena jika melanjutkan pernikahan ini maka ia akan menyakiti dua orang sekaligus.


"Kita takkan pernah berpisah." tegas James kemudian dan....


Plakkk


Lagi-lagi sebuah tamparan Anne layangkan kembali. "Kamu benar-benar egois tuan James, apa satu wanita saja tidak cukup bagimu? apa karena wanita itu sedang hamil dan tak bisa melayanimu, jadi kamu tetap mempertahankan pernikahan kita ?" Anne benar-benar murka menatap suaminya itu.


"Baiklah, hanya inikan yang kamu inginkan dariku ?" Anne langsung melepaskan kancing pakaiannya satu persatu, membuangnya ke sembarang arah hingga kini menyisakan pakaian d4l4mnya saja.


"Lakukan sepuasmu dan setelah itu demi apapun tolong lepaskan aku." ucapnya dengan menatap tajam suaminya itu, ia tahu yang di inginkan pria itu hanyalah tubuhnya saja.


"Jangan rendahkan dirimu seperti ini." James langsung memungut pakaian wanita itu.


"Pakailah, kamu akan kedinginan." imbuhnya seraya memakaikan kembali pakaian wanita itu, hatinya sakit sekali saat istrinya itu menuduhnya seperti itu.


"Lakukan, lakukan apa yang kamu mau. Kamu hanya menginginkan tubuhku sajakan ?" teriak Anne sembari menepis tangan pria itu ketika hendak mendekat.


"Aku mencintaimu, An." ucap James tiba-tiba yang langsung membuat Anne menatapnya tak percaya, ia bukan wanita bodoh yang bisa di tipu.


"Lalu bagaimana perasaanmu pada wanita itu? apa kau juga mencintainya? ck, tentu saja kau mencintainya. Karena jika tidak, mana mungkin wanita itu bisa mengandung anakmu." Anne merasa miris dengan hidupnya, entah apa yang harus ia lakukan saat ini selain jalan perpisahan.


"Aku tidak tahu mencintainya atau tidak, hubunganku dengan Grace berawal dari hutang budi. Grace pernah menyelamatkan nyawaku dan sejak saat itu aku berusaha untuk menjaganya sampai pada akhirnya kami dekat dan dia hamil anakku." terang James dan Anne yang mendengar itu langsung tersenyum sinis.


"Kisah yang perfect, dia seperti malaikat bagimu." sindir Anne kemudian.


Anne menatap lekat suaminya itu. "Aku tak peduli apa yang kamu rasakan, aku hanya ingin kita berpisah. Kamu mencintai wanita itu atau tidak, kamu tetap harus bertanggung jawab karena dia telah mengandung anakmu." tukas Anne, kemudian mengambil pakaiannya di tangan suaminya itu lalu segera memakainya kembali dan berlalu pergi meninggalkan pria itu.


"Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikanmu." tegas James kemudian, namun Anne sudah tak peduli. Ia akan menghubungi Merry dan mengatakan semuanya.


"Jika kamu bersikukuh meminta cerai maka lunasi hutang keluargamu atau mereka semua akan mendekam di penjara." imbuh James hingga menghentikan langkah istrinya itu.


Sudah Anne duga pria itu pasti akan mengancamnya menggunakan hutang-hutang keluarganya.


"Kamu benar-benar brengsek." teriak Anne, lalu kembali melangkahkan kakinya dan membanting pintu kamarnya dengan keras.


James nampak mengusap wajahnya dengan kasarnya, ia tak menyangka akan jadi serumit ini.


"Segera pulang atau kamu takkan pernah melihat anakmu lagi."


James langsung menendang kursi setelah membaca pesan yang di kirim oleh Grace, kemudian pria itu bergegas meninggalkan rumahnya tersebut.


Sementara Anne yang melihat kepergian sang suami dari jendela kamarnya langsung luruh ke lantai, sepanjang hidupnya ia tak pernah berpikir jika akan berbagi suami dengan wanita lain bahkan membayangkannya pun ia tidak pernah.


Namun Tuhan sepertinya mempunyai rencana lain untuk menguji kesabarannya. "Sungguh, aku tidak sanggup." gumamnya di tengah isak tangisnya.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, James tiba di kediamannya bersama dengan istri pertamanya itu. Rumah yang dua tahun lalu ia belikan untuk wanita itu.


Mengingat saat itu Grace dan ibunya tinggal di sebuah perumahan kumuh dan karena ingin membalas budi ia memberikan rumah tersebut untuk mereka tinggali.


"Sayang, katakan wanita itu bukan siapa-siapa kamu kan? dia hanya mainanmu kan? aku akan memaafkan mu, tapi tolong jauhi dia demi anak kita." cecar Grace saat suaminya itu baru datang.


James nampak terdiam, ia menatap perut buncit wanita itu yang mana ada darah dagingnya tumbuh di sana.


"Dia istriku." ucap James yang langsung membuat Grace melebarkan matanya.


"James, kamu becandakan? istrimu itu Grace, putriku yang saat ini sedang mengandung anakmu." Nyonya Barbara yang sedari tadi duduk di kursinya langsung beranjak dan ikut menimpali.


"Dia istri sahku yang di pilih oleh tuan William." terang James kemudian.


"Apa ?" Nyonya Barbara nampak tak percaya namun detik selanjutnya wanita itu terlihat sangat geram, rupanya anak tirinya itu sedang mencoba bermain-main dengannya.


"Aku tidak masalah, kalian pasti hanya di jodohkan dan aku tahu kamu hanya mencintaiku." sela Grace dengan percaya diri.


"Aku mencintainya dan setelah anak itu lahir lebih baik kita berpisah, aku akan membawa anak itu bersamaku." ucap James, namun Grace langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak, jika itu terjadi sampai kapan pun kamu takkan bisa melihat anak ini." ancam wanita itu.


"Ck, kamu pikir setelah menghianatiku aku masih sudi hidup bersamamu? selama ini aku berusaha tutup mata demi darah dagingku yang ada dalam kandunganmu, namun jika sampai kamu menyakitinya aku tidak akan tinggal diam." ancam James dengan wajah murka.


Grace nampak ketakutan, baru kali ini ia melihat sang suami semarah itu. "Akkhhh, perutku sangat sakit." teriaknya kemudian sembari memegangi perutnya dan tentu saja itu membuat James maupun nyonya Barbara langsung panik.


.


Nulis kisah James mumet sendiri saya 😵‍💫 Coba Anne & Grace jadi istri yang akur pasti lain ceritanya😁