
"Katakan sayang, ini bekas lipstik siapa ?" ulang Celine saat sang suami hanya terpaku di tempatnya.
Alex yang tak tahu menahu bekas lipstik tersebut nampak tercengang, apa itu ulah Elsa? Astaga, j4l4ng kecil itu benar-benar membuatnya dalam masalah.
Meski sebenarnya masalah sudah ia ciptakan sendiri saat tak kuat menahan godaan wanita itu.
"Sayang dengarkan aku, tadi orangku sedang membuat ulah di salah satu Casino. Makanya aku tadi terburu-buru pergi, keadaan di sana sangat kacau dan itu pasti tak sengaja terkena saat para pengunjung berdesakan untuk keluar." Alex langsung memberikan penjelasan.
"Apa benar seperti itu? kemejamu tercium aroma parfum wanita." Celine kembali mengendus kemeja pria itu dan tercium parfum seorang wanita dengan merk ternama, pasti bukan milik wanita sembarangan.
"Tentu saja, jangan pernah berpikir macam-macam. Apa selama ini aku pernah membohongimu, hm ?" Alex mengulurkan tangannya lalu mengusap lembut pipi wanita itu, ada perasaan bersalah menelusup ke dalam relung hatinya ketika menyadari perbuatannya akhir-akhir ini.
"Terima kasih sudah pernah memberikan ku kesempatan, percayalah sejak waktu itu aku tak pernah lagi berhubungan dengan Ben." tukas Celine meyakinkan, berharap suaminya itu tak membalas perbuatannya dahulu.
"Bukankah sudah pernah kita bahas sebelumnya, jangan pernah bicarakan bajingan itu lagi ?" Suara Alex terdengar dingin dan rahangnya pun mulai mengeras, di hianati oleh wanita itu adalah sebuah kenyataan yang telah menginjak harga dirinya.
"Maafkan, aku." Celine langsung memeluk pria itu.
"Percayalah, sejak saat itu tak pernah lagi ada pria lain selain kamu di hatiku sayang. Cuma kamu satu-satunya pria yang ku cintai saat ini." imbuhnya kembali meyakinkan.
Hubungan sesaat dengan Marco beberapa waktu lalu akan ia pendam dalam-dalam, sungguh ia tak ingin kehilangan pria sebaik Alex.
Selama ini yang pria itu tahu cuma Bennedict sang sutradara yang pernah membuat skandal dengannya dan sosok Marco tak pernah pria itu ketahui jika ia juga pernah berhubungan dengannya.
"Istirahatlah, aku masih banyak pekerjaan." Alex nampak menjauhkan tubuh istrinya itu, kemudian ia berlalu menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
Sementara itu di tempat lain, Elsa yang kini berendam di dalam bathub nampak tersenyum miring saat mengingat ia telah meninggalkan bekas lipstik di kerah kemeja Alex.
Ia yakin setelah istrinya itu melihat pasti akan terjadi kesalahpahaman di antara mereka. "Itu baru permulaan wanita j4l4ng, kau akan merasakan sama seperti apa yang di rasakan oleh kakakku dahulu."
Kemudian Elsa nampak meraih ponselnya, mengaktifkan kameranya lalu merekam aktivitasnya saat ia membersihkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian wanita itu kini telah memakai piyama tidurnya lalu mengedit video rekamannya tadi lantas mengirimnya pada Alex.
"Semoga tidurmu nyenyak malam ini."
Ting
Alex yang sedang berkutat dengan pekerjaannya langsung meraih ponselnya saat mendengar sebuah notifikasi.
"Si4l4n !!"
Alex langsung mengumpat saat melihat rekaman yang Elsa kirim di ponselnya, tenggorokannya seketika kering ketika melihat bagaimana wanita itu memamerkan setiap jengkal tubuhnya yang basah dan sukses membuat kejantannya menegang sempurna.
Kemudian Alex mendial nomor wanita itu namun hingga beberapa kali panggilan tersambung tak kunjung di angkatnya.
"Angkat, j4l4ng !!"
Tak ingin menyerah begitu saja, Alex kembali menghubungi wanita itu hingga di panggilan ke lima baru di jawab.
"Kau mengganggu istirahatku saja." protes Elsa dari ujung telepon.
Alex yang melihat wanita itu hanya mengenakan lingeri seksi membuatnya menelan ludahnya.
"Katakan, kamu sedang bersama siapa ?" geram Alex, tidak mungkin wanita itu tidur seorang diri dengan pakaian seperti itu jika tidak sedang melayani pria lain.
"Menurutmu, hm ?" goda Elsa dengan suara yang ia buat seseksi mungkin.
"Katakan kau sedang tidur dengan siapa ?" Alex yang semakin geram nampak menaikkan oktav suaranya.
"Memang apa urusannya denganmu jika aku tidur dengan seorang pria ?" balas Elsa kemudian.
"Kau !!" Alex langsung murka.
"Kau seperti seorang pria yang sedang cemburu saja." ejek Elsa sembari tertawa mengejek.
"Omong kosong !!" Alex langsung menggebrak meja lalu mematikan panggilannya.
"Si4l4n, apa apa denganku ?"
Alex nampak mengusap wajahnya dengan kasar, ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Dadanya bergemuruh hebat saat membayangkan wanita itu sedang bercumbu dengan pria lain.
Apa aku sedang cemburu? tidak, itu tidak mungkin gumamnya. Ia sangat mencintai istrinya, meskipun wanita itu pernah menghianatinya namun kini telah menyesalinya dan ia pun juga sudah berusaha untuk memaafkannya.
Alex yang tak bisa berpikir jernih saat ini langsung meraih kunci mobilnya, kemudian bergegas pergi meninggalkan rumahnya tersebut.
Celine yang melihat kepergian sang suami dari jendela kamarnya nampak mengepalkan tangannya.
"Jika benar ada wanita lain, aku bersumpah akan melenyapkan wanita itu."
Gumam Celine lagi, ia sudah terlanjur nyaman dengan kehidupannya saat ini dan ia tak ingin kehilangan segalanya hanya karena seorang wanita rendahan di luaran sana.
Alex yang kini menghentikan kendaraannya di depan rumah Elsa, nampak mengawasi lantai dua di mana kamar wanita itu berada.
Terlihat gelap dari luar dan itu membuatnya bertanya-tanya, apa wanita itu sudah terlelap tidur atau justru sedang bercumbu dengan pria di dalam sana?
Kemudian Alex segera keluar dari mobilnya, lantas melangkah mendekat ke arah pos security yang berada di balik gerbang besi tersebut.
"Apa nona Elsa Muller ada di dalam ?" tanyanya kemudian.
Security yang beberapa waktu lalu pernah bersitegang dengan pria itu nampak memicing melihat kedatangannya yang tiba-tiba padahal sudah sangat larut malam.
"Apa yang sedang anda lakukan di sini, tuan ?" tanyanya kemudian.
"Apa Nona Muller ada di dalam ?" ulang Alex.
"Tentu saja tuan." tegas sang security.
"Bersama seseorang ?" selidik Alex.
"Seseorang? tentu saja di dalam ada seorang pelayan." sahut security lagi.
"Maksudku apa dia membawa seorang pria masuk ke dalam sana ?"
"Pria? tidak ada pria yang masuk ke dalam kecuali tuan Sam dan tentu saja anda waktu itu." terang security tersebut.
"Jadi Sam menginap di dalam ?" Alex langsung memicing, entah kenapa dari awal berjumpa ia sudah tak menyukai pria itu.
"Tuan Sam tidak pernah menginap tuan, beliau akan datang jika sedang ada pekerjaan." sahut Security tersebut yang langsung membuat Alex nampak lega.
"Apa aku boleh masuk ?" ucap Alex kemudian.
"Maaf tuan, apapun hubungan anda dengan nona muda saya tidak bisa membiarkan anda masuk kecuali atas persetujuan beliau." tegas security tersebut dari balik gerbang.
Alex nampak mendesah kesal, kemudian ia kembali masuk ke dalam mobilnya karena memaksa pun juga percuma.
Keesokan harinya.....
Siang itu Celine yang baru keluar dari butik langganannya langsung terkejut saat seseorang menarik lengannya menjauh.
"Kau ingin menipuku, hah ?" hardik Marco seraya melempar sebuah dokumen ke hadapan wanita itu.
"A-apa maksudmu ?" timpal Celine tak mengerti.
"Kau bilang ini berkas proyek milik suamimu bukan? lalu kenapa masih ada salinan berkas lain bahkan lebih sempurna dari ini ?" terang Marco dengan geram, harusnya ia bisa menggagalkan proyek tersebut namun semua rencananya gagal total.
"Waktu itu aku sudah mencurinya beserta salinannya, tapi Alex membuatnya kembali di bantu oleh seorang wanita." terang Celine.
"Wanita ?" Marco langsung memicing.
"Hm, Elsa Muller itu yang ku tahu. Dia salah satu investor di proyek itu." sahut Celine menjelaskan.
"Elsa Muller ?"
Seketika Marco mengingat seorang wanita yang dulu pernah ia temui di sebuah bar, di mana wanita itu memberikannya sebuah kartu nama yang hingga kini masih ia simpan tanpa berniat menghubunginya.
"Hai, apa yang sedang kalian lakukan di sini ?"
Tiba-tiba seseorang menyapa mereka yang membuat Marco maupun Celine yang sedang bersitegang langsung menoleh ke sumber suara.
"Anne ?" ucap mereka bersamaan saat melihat Anne yang sedang mendorong sebuah kereta bayi ke arah mereka.
Wajah mengernyit yang Anne tunjukkan langsung membuat Marco salah tingkah, bagaimana pun juga sampai saat ini wanita itu masih bertahta sepenuhnya dalam hatinya.
.
Hayo siapa yang kangen dengan Anne & James, part selanjutnya kita sisipkan cerita mereka ya 😎