
"A-apa yang kau lakukan di kamarku ?" Elsa langsung bergerak menjauh saat melihat Alex sudah tidur di sampingnya, kapan pria itu masuk? kenapa ia tak menyadari kedatangannya?
Alex kembali menarik wanita itu mendekat hingga kini tidur di atas lengannya. "Kenapa kau terkejut seperti itu, bukankah sebelumnya kau pandai menggodaku hm? Ck, apa kau sudah menemukan pria incaranmu yang baru ?" sinisnya kemudian seraya mengusap lembut bekas lebam di pipi wanita itu, namun Elsa langsung menepis tangannya dengan kasar.
"Sayangnya aku masih tertarik padamu." timpal Elsa kemudian, lalu mengangkat tangannya untuk mengusap rahang pria itu dengan tersenyum menyeringai.
Wanita itu benar-benar membuat Alex kesal, selalu menarik ulur dirinya seakan ia hanya sebuah mainan yang tak berarti.
"Buktikan jika kau tertarik padaku !!" tantang Alex kemudian dan tentu saja itu membuat Elsa langsung tersenyum sinis lalu meraih tengkuk pria itu lantas m3lum4t bibirnya dengan rakus.
Alex yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan pun segera membalas ciuman wanita itu dengan tak kala rakus, saling berbagi saliva bersama yang membuat gelanyar aneh di seluruh tubuh mereka.
Puas bermain-main dengan bibir wanita itu, Alex menurunkan ciumannya ke lehernya yang putih. Menghirup aromanya yang selalu membuatnya candu lantas memberikannya kecupan-kecupan kecil hingga meninggalkan banyak bekas kepemilikan di sana.
Tangannya yang menganggur pun telah menelusup masuk ke dalam piyama wanita itu, lalu m3r3m4s bongkahan indah yang ada di dalam sana yang memang tak memakai apapun.
Membuat Alex tak sabar untuk segera mencicipinya, lantas segera menyingkap piyama tidurnya hingga dua bongkahan besar milik wanita itu sudah berada di depan wajahnya.
"Ah sial !!"
Alex yang tak tahan langsung m3lum4t puncaknya bergantian dan itu membuat Elsa mendesah nikmat, tak ingin hanya diam saja wanita itu juga langsung menurunkan tangannya lalu meraih kejantan pria itu yang nampak menegang di balik celana kerjanya.
Melepaskan resletingnya, lalu mengeluarkannya dan langsung menggenggamnya dengan lembut dan tentu saja itu membuat Alex nampak terkejut sekaligus mengerang nikmat.
Wanita di bawahnya itu memang benar-benar j4l4ng kecil yang tahu bagaimana cara membangkitkan gairahnya.
Elsa terus saja mengusap lembut milik pria itu yang terasa keras dan berotot, pasti akan sakit sekali ketika memasukinya. Seperti beberapa tahun silam saat pria itu dengan tega merenggut kesuciannya, hingga membuat Elsa bergidik ngeri saat memikirkannya.
Namun sentuhan pria itu membuatnya selalu merasa hilang akal dan menginginkan lebih dari itu.
Alex langsung menjauhkan tangan wanita itu dari miliknya yang hampir meledak hanya karena permainan tangannya saja, tentu saja pria itu takkan menyia-nyiakan kesempatan ini dan harus berhasil mendapatkan wanita itu meski ia telah mengingkari prinsipnya sendiri.
Dengan sedikit memaksa Alex langsung melepaskan piyama beserta d4l4m4n milik wanita itu hingga kini nampak kewanitaannya yang bebas tak tertutup oleh sedikit pun benang.
Sebelum wanita itu beringsut menjauh Alex langsung membenamkan wajahnya di sana, membuat wanita itu tak berdaya dengan permainan lidahnya.
Memasukkan jarinya lalu memporak-porandakan kehormatannya hingga membuat Elsa langsung menegang dan mendapatkan pelepasannya sesaat setelah itu.
Wanita itu nampak terengah-engah dan itu membuat Alex tersenyum sinis karena telah berhasil membuat wanita itu tak berdaya.
Sementara Elsa yang sudah kehabisan tenaga dengan susah payah beranjak menjauh dari ranjangnya saat pria itu mulai melepaskan pakaiannya sendiri dan bersiap membuatnya tak berdaya kembali di bawah kungkungannya.
"Mau kemana ?" teriak Alex saat Elsa berlari ke arah kamar mandi.
"Tentu saja membersihkan diriku, terima kasih sudah membuatku sangat puas." sahut Elsa dengan pandangan mengejek.
"Kau !!" Alex nampak geram karena lagi-lagi wanita itu mempermainkan dirinya.
"Sudah ku bilang aku hanya akan melakukannya jika itu di kamar pribadimu dan istrimu, jika tidak terima saja konsekuensinya." timpal Elsa seraya melirik keperkasaan pria itu yang sudah menegang sempurna ingin segera di puaskan.
"Si4l4n !!" umpat Alex dan itu membuat Elsa tertawa nyaring.
"Ku rasa pria sejati takkan memaksakan kehendaknya jika si wanita tak menginginkannya, bukan begitu tuan Alex ?" cibir Elsa dengan memandang angkuh pria itu.
Sementara Elsa nampak menghela napasnya sejenak, hampir saja ia terbawa permainan pria itu dan melupakan misi balas dendamnya.
"Satu sudah selesai dan kini giliranmu j4l4ng, kau harus merasakan apa yang kakakku rasakan dahulu hingga membuatmu tak ingin lagi untuk hidup." sumpah Elsa dengan tatapan penuh kebencian.
Sementara itu di tempat lain Celine yang kini berada di Apartemen Marco terpaksa datang karena ancaman pria itu.
"Ya terus j4l4ng, kau benar-benar mampu memuaskan ku." racau Marco saat wanita itu menaik turunkan tubuh polosnya di atasnya.
Marco yang sedang bersandar di headoard ranjangnya pun dengan bebas memainkan bongkahan kembar milik wanita itu sampai pada akhirnya pria itu mendapatkan pelepasannya.
"Menjauhlah dan pergi dari sini !!" perintahnya kemudian setelah mendapatkan kepuasan dari wanita itu padahal Celine sendiri belum mendapatkan pelepasannya.
Marco benar-benar berubah dan membuatnya sangat muak, jika saja pria itu tak mengancamnya dengan video asusila mereka ia takkan sudi datang ke Apartemennya di pagi buta seperti ini.
Apalagi saat ini ia juga tak mengetahui keberadaan sang suami, karena saat bangun tidur pria itu sudah tak ada di sebelahnya dan di ruang kerjanya pun juga tak ada.
"Benar-benar wanita si4l4n, pasti dia yang membuat Alex berubah." gumamnya seraya melangkah meninggalkan Apartemen Marco.
"Hallo, apa kau sudah mendapatkan informasi kemana suamiku pergi? aku sudah membayarmu mahal jadi bekerjalah dengan benar !!" ucapnya setelah menghubungi orang suruhannya.
"Orangku melihat tuan Alex baru keluar dari kediaman nona Elsa Muller pagi ini, nyonya." lapor seorang pria dari ujung telepon.
"Elsa Muller ?" Celine langsung melebarkan matanya, sudah ia duga jika wanita itulah yang menjadi biang kerok perubahan suaminya akhir-akhir ini.
"Berikan alamatnya !!" perintahnya kemudian.
Setelah mendapatkan alamat yang di maksud, Celine segera menancapkan gasnya pergi ke rumah wanita itu. Wanita si4l4n yang mencoba menggoda suaminya tersebut.
"Buka pintunya, aku ingin bertemu dengan pemilik rumah ini !!" perintah Celine pada seorang security yang berjaga di balik gerbang rumah Elsa, rumah mewah yang menyimpan seorang wanita penggoda di dalamnya.
Semoga saja rumah ini bukan hasil pemberian sang suami, jika tidak ia benar-benar akan murka.
"Maaf nyonya, apa anda sudah membuat janji ?" tanya security tersebut.
"Aku tak perlu membuat janji dengan j4l4ng murahan yang berusaha menggoda suamiku." hardik Celine dengan berapi-api.
"Maaf nyonya, nona muda kami tak bisa menemui sembarangan orang tanpa membuat janji terlebih dahulu. Lagipula jadwal beliau hari ini sangat sibuk, jadi saya rasa buatlah janji terlebih dahulu." terang security itu lagi.
"Ck, sibuk menggoda suami orang maksudmu ?" Celine langsung mencibir.
"Hei j4l4ng si4l4n, keluar kau !!" Celine kembali berteriak sekuat tenaganya hingga suaranya terdengar oleh Elsa yang sedang menyantap sarapannya.
"Ada siapa, Bik ?" tanyanya pada sang pelayan.
"Ada seorang wanita sedang marah-marah mencari anda, nona." lapor sang pelayan setelah mengeceknya.
Elsa nampak mengernyit kemudian menyudahi sarapannya lantas beranjak dari duduknya dan menyibakkan horden jendelanya untuk melihat ke arah luar.
Sekejap bibir wanita itu langsung membentuk sebuah senyuman miring, lantas segera membuka pintu rumahnya untuk mendatangi tamu yang tak di undang tersebut.
"Permainan akan segera di mulai."