Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~172


Sepuluh menit kemudian setelah James naik ke kamarnya, pria itu nampak turun dengan setelan rumahan. Rambutnya yang basah terlihat segar dengan aroma sabun yang masih menguar dari tubuhnya.


Pria itu langsung duduk di seberang sang istri lalu segera mengambil piring, kemudian melayani dirinya sendiri karena wanita di hadapannya itu kini masih mengabaikannya.


"Maafkan aku." ucapnya sembari melirik ke arah istrinya itu dan tentu saja membuat wanita itu langsung menghentikan kunyahannya lalu mengangkat wajahnya untuk menatapnya.


"Kamu mengatakan sesuatu ?" ucapnya kemudian.


"Lupakan !!" timpal James lalu mulai menyantap makanannya.


"Perasaan tadi dia mengatakan maaf, apa aku salah dengar ya? ck pria sombong seperti dia mana mau meminta maaf."


Anne kembali melanjutkan makannya, rupanya terlalu banyak melamun membuatnya menjadi sedikit gila.


Sepanjang makan malam mereka terlihat hening hanya suara sendok dan piring yang beradu memecahkan keheningan malam itu.


"Aku sudah selesai." Anne segera beranjak dari duduknya saat makanan di piringnya telah tandas tak bersisa, kemudian wanita itu segera membawa peralatan makannya ke dapur.


Tak lama kemudian James juga telah selesai, lalu segera berlalu naik ke kamarnya meninggalkan sang istri yang masih sibuk membereskan sisa makan malamnya.


Anne menatap malas kepergian pria itu lalu kembali membersihkan peralatan makannya, setelah dapur terlihat rapi kembali wanita itu segera masuk ke dalam kamarnya. Namun saat baru akan membuka pintu ia melihat suaminya itu sedang membawa sebuah koper menuruni anak tangga.


"Apa dia mau pergi ?" gumamnya.


Tak ingin peduli Anne segera membuka pintu kamarnya dan berlalu masuk, namun saat akan menutupnya kembali tiba-tiba sebuah tangan kekar menahannya dari luar.


Lantas ia membukanya kembali. "Mau apa lagi? jika mau pergi ya pergi saja aku tak peduli, bodoh amat." ucapnya seraya menatap suaminya itu.


"Mulai hari ini aku akan tidur di sini." ucapnya seraya memaksa masuk tanpa permisi dan tentu saja itu membuat Anne langsung melotot tak percaya.


"Ke-kenapa tidur di sini? Pergilah, kamu punya kamar sendiri bukan ?" tolak Anne seraya menarik tangan pria itu lalu menyuruhnya keluar.


"Kamarku akan di renovasi, jadi sementara waktu aku tidur di sini." sahut James tanpa perasaan bersalah sama sekali.


"Tidak bisa begitu, lalu aku tidur di mana ?" Anne langsung bersungut-sungut tak terima.


"Kenapa kamu pelit sekali, ranjangmu sangat lebar apa kamu tidak mau berbagi sedikit ?" cibir James seraya menatap ranjang istrinya itu.


"Tetap saja tidak bisa, bukankah di rumah ini masih ada kamar lain ya kamu tidur saja di kamar itu sampai kamarmu selesai di renovasi." tolak Anne dengan tegas.


"Jadi kau menyuruhku tidur dengan bibi Ester ?" ucap James kemudian.


Anne terlihat kesal, kenapa pria itu tiba-tiba jadi kenak-kanakan begini pikirnya.


"Aku sangat mengantuk, segera rapikan pakaian-pakaianku itu di dalam lemarimu. Aku mau tidur dulu." perintah James lalu segera naik ke atas ranjangnya, menarik selimut lantas menutupi seluruh tubuhnya hingga menyisakan bagian wajahnya.


"Dasar pemaksaan." Anne nampak menghentakkan kakinya mendekati koper pria itu lalu menendangnya dengan sekuat tenaga, namun itu justru membuat kakinya kesakitan.


"Tidak hanya orangnya tapi kopernya juga sangat menyebalkan." ucapnya mengadu seraya memegangi jari kakinya yang memerah.


James yang berada di atas ranjangnya nampak melirik sekilas, lalu pria itu kembali menutup matanya saat istrinya itu menatap ke arahnya.


"Awas saja akan ku buat kamu tak betah di kamar ini." gerutu Anne seraya menyimpan satu persatu pakaian pria itu di lemarinya.


Saat menyentuh kain berbentuk segitiga, Anne langsung melemparnya begitu saja karena terkejut.


"Diamlah dan cepat tidur sebelum ku usir dari sini !!" teriak Anne dengan kesal, lalu matanya nampak merem sebelah saat memungut beberapa d4l4m4n milik pria itu yang tadi terlempar ke atas lantai.


"Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam." gerutu Anne karena kini ia harus berbagi lemari dengan pria itu bahkan ranjang pun ia juga harus rela membaginya.


Anne yang masih enggan tidur satu ranjang dengan pria itu nampak mematikan lampu utama lalu menghidupkan lampu baca yang ada di meja riasnya.


Kemudian wanita itu segera menghidupkan laptopnya lalu mengeluarkan beberapa berkas dari dalam tas kerjanya, sepertinya malam ini ia akan lembur mengerjakan pekerjaannya hingga menunggu suaminya itu terlelap tidur.


Tak terasa hampir dua jam Anne berkutat dengan pekerjaannya, wanita itu nampak meregangkan kedua tangannya ke atas untuk mengurangi rasa lelah yang menderanya.


Saat mendengar dengkuran halus dari pria itu, Anne segera beranjak dari duduknya lalu berjalan perlahan mendekatinya untuk memastikan suaminya itu sudah terlelap atau belum.


"Sepertinya sudah tidur." gumamnya, kemudian wanita itu dengan pelan naik ke atas ranjangnya lalu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Ini ranjangku dan aku yang berkuasa di sini." gumamnya seraya melebarkan kedua kakinya.


"Apa dia ku tendang saja sampai jatuh ke bawah ya, setelah itu aku akan pura-pura tidur. Sepertinya akan seru." Anne nampak terkikik memikirkan idenya sendiri, kemudian wanita itu segera menyiapkan kakinya untuk menendang suaminya itu namun tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di perutnya.


"Lupakan rencanamu itu dan segera tidur atau akan ku buat kau tidak tidur semalaman." ucap James yang langsung membuat Anne menelan ludahnya.


"Sial, jadi dari tadi dia hanya pura-pura tidur."


Kini Anne nampak pasrah dan memilih memejamkan matanya dalam dekapan pria itu, daripada harus melayani hasratnya semalaman.


Keesokan harinya.....


Pagi itu Anne bangun dengan badan yang terasa segar, entah kenapa semalaman ia merasa sangat nyenyak tidur. Kemudian wanita itu menoleh ke sebelahnya dan tak ada siapa pun di sana.


"Kemana perginya? pasti dia tidak betah tidur di sini." gumamnya, wanita itu mendadak senang karena akhirnya bisa menguasai ranjangnya lagi.


Tak berapa lama ia mendengar bunyi air shower menyala, karena penasaran ia segera beranjak dan mendekatkan telinganya di daun pintu kamar mandinya.


"Astaga, ternyata dia mandi di sini." gumamnya, kemudian ia segera kembali ke kasurnya saat mendengar air shower di matikan, lalu tak berapa lama pria itu keluar hanya dengan memakai handuk yang melilit di bawah pusarnya.


"Apa dia juga akan ganti pakaian di sini ?" Anne nampak melirik suaminya yang sedang melangkah menuju lemari dan.....


"Yaoloh yaoloh." Anne langsung menyembunyikan wajahnya di dalam selimut saat tak sengaja melihat suaminya melepaskan handuknya lalu mulai memakai d4l4m4nnya.


"Dasar mesum." umpat Anne dengan kesal karena pagi-pagi matanya sudah ternodai, kemudian wanita itu memilih berpura-pura tidur sampai pria itu meninggalkan kamarnya.


"Jangan bermalas-malasan cepat bersihkan dirimu, aku tunggu di meja makan !!" ucap James tiba-tiba, kemudian pria itu berlalu keluar dari kamarnya.


Sementara Anne yang baru membuka matanya nampak menelan ludahnya, apa pria itu menyadari jika sebenarnya ia hanya berpura-pura tidur.


"Tadi dia pasti sengaja melakukannya."


Anne langsung mengacak-acak rambutnya dengan kesal, baru hari pertama tidur dengan pria itu sudah membuatnya sangat kesal apalagi hari-hari berikutnya yang pasti akan membuat darah tingginya akan naik.


.


Part uwwu sebelum prahara rumah tangga terjadi......