Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~312


"Ada apa, Jack ?" tanya Alex sore itu saat asistennya itu baru masuk ke dalam ruangannya.


"Saya hanya ingin melaporkan persiapan pernikahan anda sudah mencapai 90%, tuan. Tinggal fiting baju dan pemotretan saja." ucap Jack.


"Baiklah, kamu bisa mengosongkan jadwalku untuk beberapa hari ke depan Jack." timpal Alex kemudian, mengingat tinggal beberapa hari lagi ia akan melangsungkan pernikahan.


"Baik tuan, apa malam ini anda akan menginap di sini tuan ?" tanya Jack memastikan.


"Aku ingin mengunjungi putraku." sahut Alex kemudian.


"Baik tuan, akan saya siapkan mobilnya." Jack mengangguk kecil lantas segera berlalu keluar dari ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian mobil mereka telah melaju kencang membelah jalanan malam itu yang terlihat mulai lenggang.


"Daddy." Axel langsung berteriak saat ayahnya itu baru datang.


"Hai sayang, kamu lagi apa hm ?" Alex langsung membawa putranya itu ke dalam gendongannya.


"Temani Mommy masak." sahut Axel.


"Masak ?" Alex langsung mengernyit.


"Hm, Mommy sedang memasak makan malam." sahut Axel lagi.


"Benarkah? baiklah ayo kita lihat Mommy." Alex segera membawa putranya itu melangkah ke arah dapur.


"Hai." sapa Elsa dengan mengulas senyumnya saat melihat kedatangan Alex.


"Kamu sedang apa ?" tanya Alex sembari berjalan mendekat.


"Memasak makan malam, apa kamu sudah makan ?" sahut Elsa kemudian.


Wanita itu nampak mengenakan sebuah mini dress selutut bertali spaghetti yang terlihat sangat seksi dan itu membuat Alex langsung menelan ludahnya.


Apalagi rambutnya yang di cepol ke atas membuat tengkuknya yang putih itu nampak menggoda pria itu untuk segera mendaratkan kecupannya di sana.


"Kamu sudah makan? jika belum aku akan membuat lebih untukmu, maaf aku tidak tahu jika kamu akan datang." tanya Elsa lagi saat tak ada tanggapan dari pria itu.


"Belum, aku belum makan." timpal Alex menegaskan.


"Mommy, apa aku boleh menunggu di kamar saja ?" mohon Axel yang sepertinya mulai bosan.


"Ya, tentu saja sayang. Terima kasih sudah temani Mommy." sahut Elsa seraya mengulas senyumnya.


"Mau ku bantu ?" tawar Alex kemudian seraya menggulung lengan kemejanya hingga siku.


"Tidak perlu, nanti bajumu kotor." tolak Elsa namun sepertinya tak di indahkan oleh pria itu.


Karena kini Alex justru mengambil beberapa sayuran di atas meja lantas segera memotongnya dan itu membuat Elsa nampak tercengang dan langsung mengulas senyumnya.


"Kamu mengambil posisi koki utama di rumah ini." ucapnya seraya sedikit membungkukkan tubuhnya di hadapan pria itu lantas mengulurkan tangannya untuk mengambil sesuatu hingga tak sengaja menyenggol tubuh pria itu dan itu membawa Alex nampak tersenyum kecil.


"Tanpa ini masakan ku kurang sempurna." terang Elsa seraya menunjukkan penyedap jamur kesukaannya, kemudian wanita itu kembali menghadap penggorengannya.


Lantas tak berapa lama Elsa kembali mengambil sesuatu di hadapan Alex dan tak sengaja tangannya menyenggol lengan pria itu dan lagi-lagi itu membuat Alex mengangkat sudut bibirnya.


Sepertinya wanita itu sengaja memancingnya dengan sentuhan-sentuhan kecilnya yang tentu saja membuat tubuhnya seketika bereaksi.


"Jika ingin kamu bisa memintanya." ucapnya kemudian dan sontak membuat Elsa langsung menatapnya.


"Aku tidak mengerti maksudmu." timpal wanita itu.


Alex nampak menggeleng kecil kemudian kembali memotong sayurannya.


Sementara Elsa langsung meliriknya dari tempatnya berdiri. "Dasar tidak peka." gumamnya.


"Kamu mengatakan sesuatu ?" tanya Alex saat mendengar gerutuan wanita itu yang kurang begitu jelas di telinganya.


"Tidak ada." sahut Elsa, lantas meletakkan beberapa berkas peralatan masaknya di dalam wastafel lalu ia segera mencucinya.


Entah di sengaja atau tidak, wanita itu nampak menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama musik dan itu terlihat begitu menggairahkan di mata seorang Alex.


"Ehmm."


Alex segera berdehem dan itu membuat Elsa langsung menghentikan tangannya yang sedang mencuci.


"Ada apa ?" tanyanya kemudian.


"Aku sudah selesai." ucap Alex seraya menunjukkan salad sayur buatannya lantas meletakkannya di atas meja makan.


"Oh ya besok ada jadwal fitting baju dan pemotretan, apa Jack sudah mengabarimu ?" imbuh Alex lagi.


"Sudah." Elsa langsung mengangguk.


"Bagus, ku harap kamu datang tepat waktu. Baiklah aku akan memanggil Axel untuk makan malam." timpal Alex lantas segera berlalu menuju kamar putranya tersebut.


Sementara Elsa nampak menghela napas panjangnya, entah kenapa sejak pulang dari dokter kandungan waktu itu. Pria itu seakan sedang menghindarinya dan sama sekali tak ingin menyentuhnya.


Beberapa saat kemudian mereka nampak makan malam bersama. "Apa Daddy akan menginap ?" tanya Axel di sela kunyahannya.


"Apa Daddy boleh menginap ?" tanya balik Alex dan Elsa langsung menjawabnya.


"Tentu saja." ucap wanita itu terdengar bersemangat.


"Baiklah, terima kasih." sahut Alex lantas kembali menyantap makanannya dan itu membuat Elsa nampak tersenyum senang.


Semoga setelah ini tak ada ketegangan lagi di antara mereka, rasanya tidak enak sekali menghadapi situasi kaku seperti ini.


Setelah selesai dengan makan malamnya, Alex tak segan membantu Elsa untuk membersihkan peralatan makannya. Mereka tampak kompak meski terlihat canggung satu sama lainnya.


"Segera bersihkan dirimu, Nak. Lalu bersiap-siap untuk tidur !!" perintah Elsa setelah itu.


"Sebentar lagi Mommy, aku masih mau main sebentar." tolak Axel yang terlihat sibuk dengan mobil-mobilannya.


"Tapi sayang....."


"Biarkan dia main sebentar." timpal Alex seraya mengambil piring di tangan wanita itu lantas meletakkannya di tempatnya.


"Baiklah." ucap Elsa kemudian berlalu ke kamarnya dan tak berapa lama wanita itu kembali dengan kimono mandi yang masih melekat di tubuhnya, sepertinya wanita itu baru saja selesai membersihkan dirinya.


"Ayo sayang, sudah waktunya tidur." ucapnya saat putranya itu belum beranjak dari tempatnya bermain.


"Baiklah." sahut Axel dengan berat hati, kemudian bocah kecil itu segera masuk ke dalam kamarnya.


Kini tinggallah Elsa dan Alex di ruangan tersebut. "Aku membawakan pakaianmu yang tertinggal, gantilah kemejamu dengan ini." ucap Elsa seraya mengulurkan sebuah kaos rumahan pada pria itu.


"Terima kasih." Alex langsung menerimanya lalu pria itu segera melepaskan kemejanya hingga kini nampak bertelanjang dada dan itu membuat Elsa terlihat menelan ludahnya saat menatap dada bidang serta perut kotak-kotak milik calon suaminya itu.


"Sial !!" gumamnya saat membayangkan bagaimana liatnya tubuh pria itu yang hingga kini masih sangat ia hafal bagaimana rasanya.


"Kamu mengatakan sesuatu ?" tanya Alex kemudian.


"Ti-tidak ada, lupakan saja." Elsa nampak salah tingkah dan wajahnya terlihat memerah akibat pikirannya sendiri, apalagi kini pria itu tiba-tiba berjalan mendekatinya lantas menyentuh dagunya hingga pandangan mereka bertemu.


"Jangan terlalu sering menggerutu itu kurang baik." ucap Alex lantas menarik kembali tangannya, kemudian berbalik badan.


"Ka-kamu mau kemana ?" Elsa langsung mengernyit saat pria itu pergi meninggalkannya.


"Aku akan menemani Axel tidur." sahut Alex kemudian.


"Apa ?" Elsa nampak tercengang.


"Jika kamu mau boleh bergabung dengan kami." ucap Alex lagi namun langsung di sela oleh wanita itu.


"Tidak, terima kasih." ucapnya, lantas menghentakkan kakinya dengan kesal menuju kamarnya dan itu membuat Alex nampak menggeleng kecil.