Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.97


Pesawat mengudara dan mendarat dengan mulus di bandara international ibu kota, sekretaris Ars sudah menunggu di garasi mobil.


Dia tak mau jika harus berdesak-desakan bersama para penjemput lainnya.


----


Ars menatap arloji di tangannya dan segera masuk ke dalam mobil saat mendengar suara Agatha memanggilnya.


"Sekretaris Ars?!" Hallaaah.. kok malah masuk ke dalam mobil sih?! Bukannya membantu ku memasukan koper ke dalam bagasi. Untung saja aku menyukai mu.. aaa sialan kau Ars!


Jadinya mau tak mau Agatha sendiri lah yang memasukannya, duh dingin sekali sih dirimu Ars?


Benar-benar tidak memberi peluang untuknya.


***


Sagaara dan Vely baru saja sampai di vila, merebahkan diri di atas ranjang emh nyaman nya.


Kaki tuan muda menindih kaki mungil Vely, lalu dia memeluknya.


"Masih belum selesai?"


Vely tahu kemana arah pertanyaan nya, sungguh pria yang penuh dengan hasrat.


"Belum.. bersabarlah sayang, kan aku juga tidak akan lari kemana-mana.."


Ya, seperti itulah Sagaara.. takut jika istri mungilnya ini akan kabur.


"Sayang, aku lapar.. ayo kita makan.." ajak Vely berusaha bangun tapi tak bisa, karena kuncian tubuh si tuan muda.


"Biarkan Nan yang mengantarnya kemari, memangnya tidak lelah ya.. baru pulang dari wahana dan sekarang harus naik turun tangga lagi?"


"Kenapa kita tidak pindah kamar saja sayang.."


"Kamar ini yang paling luas.."


Kamar yang di tempati sepasang suami istri itu memang yang paling luas, tapi bukan berarti kamar lainnya tidak luas.


Tangan Sagaara menyusup lagi masuk kedalam pakaian Vely, "Sayang.. jangan.."


"Aku hanya ingin menyentuhnya saja.."


Jemari itu meremas apa yang ingin ia remas, wajah Vely sudah semerah itu.


Sagaara menutup mulut Vely dengan tangannya, saat dirinya menyibak pakaian Vely ke atas hingga memperlihatkan pemandangan indah.


Dia mengenggelam kan wajahnya di antara teluk Vely yang empuk serasa kenyal. Hangat, "Aku menginginkannya sekarang, aku sudah tidak bisa lagi menahannya.."


"Aaaa tidak, tidak!!" Vely meraih tangan Sagaara kemudian menggigitnya.


"Ouch!!" mengernyit kesakitan, kuncian tubuhnya lepas dan membuat Vely langsung melarikan diri.. "Upik abu berani sekali kau ya menggigit ku..." dia tersenyum saat melihat wanitanya kabur keluar kamar.


***


Deruman mobil yang baru saja memasuki garasi vila terdengar di telinga Vely, dia membuka pintu dan mendapati mobil Ars.


Sekretaris Ars? Apakah dia datang bersama Agatha?


Bahkan wajah Agatha terlihat sangat sempurna, cantik sekali. Wanita itu berjalan ke arahnya.


"Hei, kau yang bernama Lovely?"


Vely sedikit bengong karena sempat tersihir dengan kecantikannya.


"Nona muda?" seru Ars menyadarkan nya.


"Emh?" menatap mereka secara bergantian, "Aah iya namaku Lovely.. panggil saja Vely."


"Kenapa kau menikah dengan adikku?" bahkan wajah Agatha sudah se-serius itu.


Apakah dia tidak menyetujui pernikahan kami?


Tiba-tiba Agatha memegang kedua bahunya, "Apakah kau tahu, dia itu galak dan menyeramkan.. apakah kau menikah dengannya karena sebuah ancaman yang -"


"Tutup mulut mu!" suara Sagaara terdengar menggema, mereka menoleh ke sumber suara.


"Tuh kan, kau lihat sendiri bagaimana caranya menyambut ku.."


"Sayang?" Vely melangkah meninggalkan Agatha lalu memeluk suaminya dengan mesra.


"Kau jangan dekat-dekat dengannya, dia itu biang gosip.. dan ku peringatkan padamu


, jangan bicara sembarangan lagi atau aku akan benar-benar memblokir semua kartu mu!"


Hallaaah .. itu lagi ancamannya, tapi kalau di blokir aku bisa miskin 😖