Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.53


Gaara mengelus punggung Vely dan membalas pelukannya, "Hanya aku yang bisa melindungi mu.." berbisik, "Sayang..."


"Emh.." tubuh Vely menekuk saat Gaara menggendongnya.


"Jangan lepaskan tangan mu.."


"E- emh.." mengangguk, lalu Vely mengalungkan kedua lengannya di leher tuan Gaara.


Tuan muda terus menggendongnya hingga sampai di mobil, sopir membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.


Tak seberapa lama pun mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju Vila.


"Tidurlah, kau pasti lelah.. setelah sampai nanti aku akan membangunkan mu.." ucap Gaara lembut sembari membelai wajah Vely.


Wanita itu menyandarkan kepalanya di jok lalu memejamkan mata sejenak.


***


Sesampainya di vila Gaara bahkan tak mengizinkan Vely untuk menginjak lantai, dia menggendongnya sama seperti tadi saat keluar dari kebun binatang.


Begitu mendengar suara deruman mobil terhenti, Nan segera membukakan pintu untuk tuannya.


"Selamat siang tuan muda.." lalu menatap nona mudanya yang lusuh, "Tuan, apa yang terjadi kepada nona?"


"Panggil Hamish, sekarang!


Nan mengangguk patuh, segera dia melangkah untuk meraih telefon rumah dan menelfon Hamish.


Gaara meletakan tubuh Vely di atas sofa ruang keluarga, "Nan, ambilkan air putih dan makanan.."


"Baik, tuan.." beberapa menit kemudian... "Permisi tuan, ini air dan makanan untuk nona.."


"Hm.."


Dengan penuh perhatian Gaara menyuapinya hingga setengah jam kemudian Hamis datang.


"Selamat siang tuan muda, maaf karena terlambat."


Gaara hanya menatapnya dengan kesal, "Kau ingin menguji kesabaranku?"


"Em, tidak.." membuka koper medis, "Aah ya baiklah saya akan memeriksa kondisi nona terlebih dahulu."


Stetoskop di tangannya mulai bergerak kesana kemari, dia mendengar detak jantung Vely yang masih tak beraturan lalu Hamish juga mencoba untuk merasakan denyut nadi nya di leher sang nona namun mendapatkan protes keras dari si tuan muda Sagaara Arjun Wijaya.


"Hamish! Berani sekali kau menyentuhnya!"


Gaara mengernyit kesal, dia juga merasa aneh lah kenapa malah dirinya spontan bereaksi seperti itu!?


Selesai memeriksa, Hamish kembali memasukan stetoskopnya ke dalam koper medis.


"Tuan muda tidak perlu khawatir, nona hanya perlu istirahat.." mencatat sesuatu di selebaran kertas resep, "Saya akan memberikan vitamin untuk membantu proses pemulihan nona.."


"Terimakasih Hamish.." seru Vely yang tak sadar telah membuat Gaara membelalak, "Em.." gawat!


"Sama-sama nona, semoga cepat sembuh.. tuan muda saya permisi dulu. Banyak pasien yang sudah mengantri di rumah sakit."


"Hm, pergilah!"


Hamish mengangguk hormat padanya lalu melenggang pergi dari tempat itu.


Vely menundukan pandangannya saat Gaara menatap tak suka padanya, "Kau memanggilnya apa, Hamish?" Vely masih diam dan tak berani menjawab, "Kau dengar aku sedang bertanya?"


Gaara duduk di dekatnya, meremas ujung rambut Vely. "Katakan!"


"Ma- maafkan aku.. dia yang memintaku untuk memanggilnya seperti itu.."


"Lalu dia juga memanggil namamu?" Vely menggeleng, "Bagus, kedepannya hanya aku yang boleh memanggil namamu.."



Ma- mau apa dia?



"Nan, antar nona mudamu ke kamar, aku masih ada usuran di luar.."


Bilang saja jika kau ingin bertemu dengannya! Jawab Vely dari dalam hati.



Eh?



"Jangan berfikiran yang tidak-tidak, aku sudah berjanji padamu kan.. selama 3 bulan pernikahan aku akan menjaga jarak dengannya.."


Kenapa kau malah mengingatkan ku!


"Istirahatlah, ingat jangan melakukan apapun tanpa se-izinku.." cup.. Gaara mengecup mesra kening Vely dan membuat wanita itu bersemu merah.