Contract Marriage

Contract Marriage
Proyek Milan (5)


Di dalam kamar tuan muda Sagaara masih terjaga, dia begitu resah entah apa yang begitu mengganggunya.


 


Bahkan jam dinding saja sudah menunjukan pukul 11 malam, tetapi kedua matanya tetap tak bisa di ajak kompromi.


 


Tuan muda ingat ya jangan sampai besok hari peresmian Milan kau malah tertidur 🤭


 


Berkali-kali ia menatap wajah dan perut buncit Vely secara bergantian, mendekatkan wajahnya pada wajah Vely dan berbisik lembut.


 


"Anak, dan dirimu.. aku mau semuanya. Kalian hanya milik ku dan tak seorang pun boleh merebut kalian dariku."


 


Nafasnya membentur hangat kening Vely hingga akhirnya Sagaara mendaratkan ciumannya di kening itu.


 


"Selamat malam, mimpikan lah hal yang indah-indah."


 


💐💐💐💐💐


 


Waktu yang bergulir di malam hari benar-benar tak terasa, di ufuk timur sana mentari pagi mulai menyingsing.


 


Bias cahayanya menerpa hangat kedua wajah yang masih tertidur dengan pulas di atas ranjang empuk.


 


Gerakan di dalam perut Vely, sudah seperti anak-anak yang bertengkar saja dan hal itu  membuatnya terbangun.


 


"Emh.."


 


Dia bangun mendudukan tubuhnya bersandar di sandaran ranjang, mengelus lembut perutnya.


 


"Kenapa kalian bertengkar?" senyum, "Kalian tidak mendengar apa yang papah kalian katakan kemarin? Ayo, berbaikan atau papah akan memarahi kalian lagi.."


 


Elusan lembut itu mampu menenangkan bayi-bayinya yang sejak tadi aktif bergerak.


 


"Sayang bangun, bukankah hari ini persemian Milan?"


 


Rupanya sejak tadi Sagaara sudah bangun, dia tersenyum samar saat Vely menasihati bayi yang ada di dalam perutnya.


 


"Mereka bertengkar lagi?"


 


Vely menggeleng, "Tidak sayang.. mereka kan anak-anak yang baik.."


 


Sagaara ikut bangun dan duduk disebelah Vely lalu mencium pipinya.


 


"Aku mencintai mu.. sangat mencintai mu.." apa yang di katakan Sagaara barusan membuat anak-anak mereka cemburu.


 


"Ssh.." Vely meremas lengan Sagaara.


 


"Sayang, kenapa?"


 


"Mereka merespon semua ucapan mu.. apakah mereka sedang cemburu?"


 


"Cemburu?" tersenyum "Benarkah?" menatap perut buncit Vely, "Kalian tidak boleh seperti itu.. jadilah anak yang baik.."


 


"Ayo kita mandi.." ajak Vely dengan rona merah di wajahnya yang samar.


 


"Ayo.."


 


💐💐💐💐💐


 


Selepas mandi dan mereka sekarang sudah bersiap diri dengan rapih.


 


Aigo ❤️❤️❤️


 


Manis sekali sih mereka berdua ini 🥰


 


"Sayang, apakah aku masih terlihat cocok mengenakan baju ini?"


 


"Apa pun yang kau pakai, kau tetap terlihat cantik di mataku.."


 


"Hanya di matamu?" Vely mulai menggoda.


 


"Hei.." Sagaara mulai terpancing, dia meremas ujung rambut Vely "Kau ingin memperlihatkan kecantikan mu ini kepada siapa selain diriku?"


 


"Untuk anak-anak kita.." muah, demi meredakan emosi Sagaara dia berjinjit untuk mengecup bibirnya dengan singkat.


 


 


"Hm?"


 


"Sudahlah.. ayo, selesai sarapan kita segera pergi ke Milan."


 


Sarapan pagi ini chef dan Nan sudah menyiapkan empat sehat lima sempurna untuk menunjang vitamin dan juga gizi yang di perlukan oleh ibu hamil.


 


Beruntung sekali Lovely karena di kelilingi orang-orang yang menyayanginya dengan tulus.


 


Sagaara menarik kursi itu untuk Vely duduki, "Duduklah dan habiskan sarapan mu.."


 


"Suapi.."


 


"Manja..." Sagaara menusuk pipi Vely sembari memutar telunjuknya ditempat itu, "Ayo buka mulutmu.."


 


Sagaara menarik kursi di sebelah istrinya duduk lalu menyuapinya. Romansa pagi di meja makan membuat Nan tersenyum tipis.


 


Dia juga ikut merasakan kebahagiaan ini, jujur saja menurutnya tuan muda Sagaara adalah pria yang kasar dan suka bertindak semena-mena.


 


Apalagi terhadap orang kecil namun sejak bertemu dengan nona Lovely, perlahan semua sikap minus Sagaara berkurang.


 


Hingga saat ia menjadi sosok pria yang begitu menyayangi dan mencintai istrinya.


 


Tak ada yang boleh melukainya bahkan sehelai rambut pun tak boleh jatuh.


 


Usai sarapan mereka berdua bergegas menuju lokasi Milan. Dimana semua awak media dan orang-orangnya sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


 


💐💐💐💐💐


 


Pesona indah Milan dengan seribu pesonanya, pintu gerbang itu terbuka lebar menyambut kedatangan tuan dan nona muda.


 


Tembok besar mengelilingi,  sepanjang jalan masuk dari gerbang  di setiap sisinya sudah terpasang lampu penerangan yang indah.


 


Sesuai dengan apa yang di katakan Ars pada Jack, bahkan di setiap titik tertentu telah di pasang alat penerangan yang indah bila dinyalakan pada malam hari.


 


Sagaara sudah berdiri di podium dan memberikan sambutan kepada mereka semua yang telah bersedia datang.


 


Usia menyambut sekarang tiba waktunya untuk peresmian, dia memanggil Lovely untuk mendekat.


 


Sebuah kehormatan baginya, pria itu meminta Lovely yang menggunting pita tersebut.


 


Satu guntingan membuat pitanya terputus dan mendapatkan tepuk tangan meriah.


 


Mommy dan daddy yang berdiri tak jauh dari mereka juga turut berbahagia. Begitu juga dengan Ars dan Liora.


 


Semua awak media memburu tuan dan nona muda, beragam pertanyaan terlontar dari mulut mereka.


 


"Tuan muda bolehkah kami bertanya? Mengapa anda menamai bangunan ini dengan nama Milan.."


 


"Karena aku mencintainya, dia satu-satunya cinta di dalam hidupku.."


 


"Menurut kabar proyek Milan sempat terhenti, apakah itu benar?"


 


"Ya, itu benar .. hanya karena kesalahan teknis saja. Bukan karena hal yang serius."


 


"Benarkah? Lalu untuk siapa ini di bangun?"


 


"Untuk siapa lagi?" Sagaara menatap istrinya penuh dengan cinta. Lalu secara mengejutkan dia mencium bibir istrinya dengan lembut.


 


Tindakan Sagaara terekspos secara live di berbagai channel tv.


 


"Woaaah..." bahkan para wartawan jombolwan jomblowati itu jiwa mereka sudah meronta-ronta.


 


Tolooong... tolooong..


 


Teriakan dan jeritan hati itu bukan berasal dari jiwa sekretaris Ars! 🙈


 


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


 


Misi kedua dari Contract Marriage sudah selesai 🥰