Contract Marriage

Contract Marriage
Xtra Part 2


Fajar menyingsing di ufuk timur, Sagaara terbangun saat merasakan piyama nya basah kuyup.


"Emh.." tangan nya meraba dan ya ternyata Kyara si gadis kecilnya itu ngompol, "Oh Tuhan.." keluh Sagaara sembari menggeleng.


Cepat-cepat dia bangun dan segera membersihkan tubuhnya di bath room.


"Lagi-lagi banjir lokal, setiap kali Kyara tidur denganku pasti mengompol."


🍃🍃🍃


Semua sudah bangun dari tidurnya, Vely terlihat sedang mempersiapkan sarapan yang juga di bantu oleh Nan dan chef.


"Nan, tolong panggilkan tuan dan anak-anak ya.."


"Baik, nyonya.."


Sekarang gelar Vely di vila ini telah berubah, dari nona muda dan sekarang menjadi nyonya muda.


"Nan kenapa kau terus-terusan memanggilku dengan sebutan nyonya semenjak anak-anak lahir.."


"Itu sudah menjadi peraturan yang berlaku nyonya, lagi pula saya dan yang lainnya tidak mau di hukum oleh tuan atau pun sekretaris Ars jika kami ketahuan tidak sopan terhadap nyonya."


Vely menghela nafas lalu menggeleng, "Ya baiklah aku mengerti.. cepat panggilkan mereka ya.."


Nan mengangguk, "Segera saya panggilkan, nyonya.."


Nan beranjak menapaki anak tangga menuju lantai dua, di dalam kamar ketiganya sedang bermain.


Sagaara sedang bermain kuda-kudaan dengan buah hatinya, hingga ia merasa lelah.


"Sudah ya, papah lelah.."


Pluk!


Henry memukul punggung papahnya dengan seulas tawa khasnya, "Yey.. yey.. yey.."


"Henry -"


Kyara juga jadi ikut-ikutan memukulnya dengan boneka di bahu sang papah, "Yey.. yey.. yey.."


"Henry.. Kyara.. awas ya, papah tidak akan melepaskan kalian berdua.."


Jadilah mereka bertiga main kejar-kejaran, kedua anaknya berlari mengitari meja yang ada di dekat sudut ruangan, "Kakak.." seru Kyara yang ikutan naik ke atas sofa lalu bermain loncat-loncatan diatas sana.


Suara mereka sangat berisik, membuat ketukan pintu tak terdengar.


Mau tak mau Nan terpaksa memutar handle dan mendorongnya hingga membuat pintu terbuka.


"Tuan maaf mengganggu, tetapi saya sudah mengetuk pintunya tadi.."


"Nyonya muda meminta saya untuk memanggil tuan besar dan anak-anak untuk sarapan bersama."


"Yey.. sarapan Nan, sarapan Nan.." sorak keduanya dengan ceria.


"Papah gendong.." pinta Henry yang juga di susul Kyara. Keduanya saling berebut ingin digendong. Keduanya saling menarik tangan Sagaara.


"Anak-anak jangan seperti ini.." tapi mereka semakin berisik tak mau mendengar, "Henry, Kyara.."


Sagaara memijit keningnya, lalu menghela nafas.


🍃🍃🍃


Duduk bersama di kursi sembari menyantap sarapan, lagi-lagi kedua anak itu tak mau diam.


"Anak-anak jangan berisik, ini waktunya untuk sarapan."


"Mamah.. papah.. ayo kita mandi di watermark.." seru Henry yang kemudian di angguki Kyara.


"Mamah sih mau saja, tapi papah kalian sepertinya tidak bisa.."


Sagaara hanya bisa menelan saat tiga pasang mata itu berbinar menatapnya, Ah- haha..



"Baiklah, baiklah.. habiskan dulu sarapan kalian setelah itu kita akan pergi ke watermark."


Menyantap sarapan lezat ditambah lagi dengan janji manis yang akan mengajak mereka ke pemandian, bahkan di piring Kyara dan Henry tak tersisa sebutir nasi pun.


"Yey.. Kyara sudah habis.."


"Henry juga sudah habis.."


Nan yang sejak tadi berdiri tegap dibelakang tuannya hanya tersenyum sembari mengusap kedua sudut matanya yang basah.


🍃🍃🍃


Hai kawan, apakah kalian juga ikut merasakan kebahagiaan mereka?



Itu adalah satu dari sekian banyak penggemar yang ikut mengkomentari novel ini, terimakasih sudah bersedia untuk bantu menjawab ya akak Ruliyah, dan akak semua yang lainnya yang gak bisa aku sebutin 1/1.


Intinya aku sayang kalian semua 🥰


Love kalian semua..


dua novelku yang lainnya masih proses review ya, mudahan besok sudah naik up 🤭