Contract Marriage

Contract Marriage
Xtra Part 3


Meskipun di hari kerja namun Sagaara tetap bisa menghabiskan waktu bersama keluarganya, maklumlah namanya juga CEO jadi dia bisa memerintahkan apapun kepada sekretarisnya yang setia bak perangko.


Mobil masih melaju dengan kecepatan sedang, dua jendela pintu samping tidak tertutup.


Sagaara sengaja melakukannya alasannya sih supaya si kembar bisa menikmati pemandangan ramai lalu lintas.


"Kakak, coba lihat itu ada patung besar berdiri di tengah kota.."


"Wah.."


"Kakak, kasihan patungnya tidak kebagian tempat untuk duduk.. dia pasti lelah." celotehan Kyara membuat papah dan mamahnya tersenyum.


"Kalau kau kasihan, berikan tempat duduk mu ini untuknya.." ketus Henry.


"Enak saja.. kakak kan yang lahir duluan seharusnya kakak yang mengalah, cepat berikan tempat duduk kakak untuknya!" tandas Kyara dengan kesal sambil menarik rambut Henry.


"Aaaduh! Lepaskan tangan mu dariku.."


Keduanya ribut lagi 🙈


"Kyara, Henry.. sudah sayang jangan ribut kita ini sedang di jalan loh, tidak enak didengar pengendara lainnya."


Suara lembut sang mama mampu mendamaikan mereka berdua, tapi tetap saja keduanya saling membuang pandangan.


"Hmph!" sama-sama melipat tangan di depan dada.


🍃🍃🍃


Sampailah mereka di water park terbesar di ibu kota.



Rasanya sudah tak sabar lagi, Henry segera keluar dari mobil dia yang pertama dari penghuni mobil itu turun menginjak bumi.


"Aku duluan.."


"Kakak curang, tunggu Kyara kak.."


"Haha.. aku menang, kau kalah Kyara.."


Kyara mengejar sang kakak hingga menyebrang jalan, tanpa mereka ketahui sebuah motor melintas dengan keadaan remnya yang blong.


Tiiiiin!!!


Klakson itu berbunyi sepanjang jalan.


"Kyara!!! Henry!!!" seru Vely dan Sagaara bersamaan, untung saja kedua anak itu cepat menghindar.


Bruk!


Kyara terduduk di atas paving akibat tarikan tangan Henry yang kasar, "Aw!"


"Kyara, kau tidak apa-apa?"


"Iya aku tidak apa-apa, kakak?"


"Kyara, Henry.." seru Vely dengan penuh ke khawatiran.



"Papah, aku tidak apa-apa.. maaf karena sudah membuat semuanya khawatir."


Sagaara memeluknya dengan erat.



"Papah.."


"Jangan berbuat hal yang akan membuat papah dan mamah takut.."


"Jika saja Henry tidak lari seperti tadi, Kyara pasti tidak akan mengejarku."


"Kakak.. maafkan Kyara.." manik coklat Kyara sudah berkaca-kaca.


Henry melepaskan diri dari pelukan Sagaara, merasa dia sudah besar hal itu membuatnya malu.


"Aku super hero -"


Mendadak semuanya buyar gelap seiring dengan tubuhnya yang jatuh di atas pelukan Sagaara, sontak saja hal itu membuat mereka sangat khawatir.


"Henry!"


"Kakak!"


Vely menepuk-nepuk pipi putranya membuat rambut yang menutupi keningnya tersibak, "Oh tidak!" Vely menitikan air mata saat melihat memar dikeningnya yang sudah membiru.


Rupanya saat Henry menarik Kyara tadi, setang motor itu sempat menyerempet keningnya.


🍃🍃🍃


Sekarang mereka sudah berada di IGD klinik terdekat, soal penyerempet itu jangan di khawatirkan lagi soalnya Ars yang sekarang sudah turun tangan untuk menangangi nya.


Perlahan Henry mengerjap, ia membuka kedua matanya.


"Emh.. sssshhh..." dia mendesis sakit sambil memegang keningnya. "Aku dimana?"


"Henry.."



"Mamah, kenapa Henry ada disini? Lalu Kyara ada dimana?"


"Dia sudah tidur.. papah sedang menjaganya."


"Mamah tolong jangan menangis, ini semua gara-gara Henry kita jadi gagal mandi di water park."


"Henry sayang, kita masih bisa melakukannya di lain waktu.. sudah ya jangan menyalahkan dirimu lagi.."


Henry mengangguk, dia merasa hangat saat merasakan dekapan sang mamah.