
Sampailah mereka di area parkir kantor, Gaara turun dari mobil setalah Ars membukakan pintu.
Gaara mengulurkan tangannya ingin agar Vely meraihnya, "Ayo.."
Vely mengangguk, "Emh.."
Keduanya melangkah bersama memasuki lift khusus menuju lantai teratas gedung Global Group.
Bahkan di dalam lift pun Gaara tak melepaskan kewaspadaannya, dia menarik tubuh Vely agar lebih mudah merengkuhnya membuat wajah Vely terbenam di dada bidang Gaara.
"Su- suamiku?"
"Hm.. kenapa, kau tidak ingin ku peluk?"
"Bu- bukan begitu.. tapi di dalam lift ini ada cctv nya.."
"Mereka akan buta jika masih berani melihat percintaanku.."
Vely mendorong pelan tubuh Gaara agar bisa menjauh tapi dirinya malah kalah tenaga. Pria buas itu tak membiarkannya lolos begitu saja.
Gaara menabrakan bibirnya ke bibir Vely, menuntunya ke dalam permaianan yang manis.
Hembusan nafas Gaara begitu hangat menyapa kulit putih wajahnya.
Kenapa perempuan ini membuatku begitu candu, tidak rela jika berpisah sedetik saja..
Gaara memperluas area permainannya, dari bibir turun ke leher jenjangnya dan meninggalkan 2 tanda merah kepemilikan tuan muda Sagaara.
Dia masih ingin lebih tapi harus bisa menahan diri, Gaara memeluk istrinya membiarkan jantung mereka berdetak seirama.
"Jika seseorang jatuh cinta, jantung mereka akan berdetak seirama.." suara lembut Vely membangunkan ingatan masa lalu Gaara tentang hutan itu.
"Aaa!!" Gaara mencengkram kuat rambut di atas kepalanya, "Kepalaku sakit.."
"Suamiku.. ada apa, apa yang membuatmu sakit..."
Ting!
Begitu lift terbuka Vely pun segera berteriak meminta tolong kepada 2 asisten sekretais itu. Lira dan Mina.
"Tolong.. tolong.." seru Vely sembari mengusap air matanya.
"Nona muda, tuan muda apa yang terjadi?" kedua asisten itu panik juga.
Vely berusaha menguasai rasa takut dan gemetarnya, tangannya merogoh setiap saku yang ada di pakaian Gaara dan menemukan hpnya.
Tombol kecil di sebelah kiri itu pun di tekannya membuat layar ponselnya menyala.
Hp seorang tuan muda bahkan tak di kunci?
Kesampingkan saja, dirinya malah lebih terkejut lagi saat melihat wallpaper di hp itu.
Itukan foto wajah dirinya yang sedang tertidur di dalam pelukan Gaara, kapan.. kapan pria itu mengabadikannya?
Nanti saja mencari tahunya, tugas terpenting sekarang adalah menelefon Ars.
"Hallo sekretaris Ars!!"
"Nona, apa yang terjadi?" suara di ujung telefon itu seperti sedang ketakutan dan menahan tangis.
"Sekretaris Ars kumohon datanglah keruangan tuan muda.. dia sangat kesakitan!!"
"Nona tenanglah terlebih dahulu, jangan panik. 15 menit lagi saya sampai."
Ars kemblali memutar haluan, pdahal tadi dia disuruh untuk tidak kerja selama 4 hari. Ars mencoba menelfon Hamish dan terhubung setelah 3x panggilan tak terjawab.
"Sialan kau Hamish! Kau sengaja membuat hp mu silent!"
"Sekretaris Ars kenapa kau begitu marah? Kau tahu sendirikan ini jam oprasionalku bekerja di rumah sakit?"
"Hentikan perdebatanmu, aku ingin dalam waktu 10 menit kau sampai si Global Group! Hal yang buruk telah terjadi padanya.."
Haaah... ya ampun, kapan sih pria itu membiarkan ku bekerja dengan tenang?
"Kau mendengarkan ku atau tidak?!" sentaj Ars di telefon.
"Iya baiklah aku mengerti.." mematikan telefon, "Aaaaah sialnya..."
***
Di dalam ruangan CEO, Gaara sudah tak bisa menahan rasa sakitnya lagi. Jadi membuatnya rebahan sambil menarik Vely.
###
ngantuk 😖😖😖😖 banyak typo maaf ya. bangun tidur langsung diperbaiki.