
Setelah selesai kegiatan mesra mereka, dan kembali bersiap akhirnya mobil itupun melaju sedang meninggalkan garasi vila yang mewah.
Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya lantunan lagu BTS Boy With Love menemani mereka, terus mengulang lagu tersebut.
"Sayang kita mau jalan kemana?"
"Ke central park."
"Ce- central park?"
"Hm.. kenapa?"
Jangan bilang jika kau lupa, Sagaara. Kau membuatnya trauma dengan memasuk kan nya ke dalam kandang harimau saat dulu.
"Aku tidak mau kesana.. aku takut.. aku mau pulang saja."
"Tidak perlu takut, ada aku di samping mu sayang..."
Vely menggeleng dan tetap bersikeras tak mau, "Aku mau pulang atau kita ke tempat lainnya saja.. aku tidak mau kesana, aku takut.." dia menangis membuat Sagaara mengerem mendadak.
"Kau kenapa?" mengusap air mata Vely, "Baiklah-baiklah sayang jangan menangis lagi ya.. bagaimana jika kita pergi pemandian" air panas saja."
"Iya, asalkan jangan ke tempat itu, sayang ajak juga Liora dan sekretaris Ars."
"Ini masih jam kerja, mereka tak boleh pergi jika tak ada hubungannya dengan pekerjaan."
"Lalu di kolam pemandian aku dengan siapa? Bukankah pria dan wanita tak boleh bersama disana?"
Oh tidak, tuan muda lupa akan hal itu. Eh.. tapi kan dia tuan muda ya.. bisa melakukan apa saja, mm sebelum fikirannya sampai disana Vely kembali menghasutnya.
"Sayang.." memegang tangan Sagaara, "Biarkan mereka ikut, aku juga akan menjadi lebih tenang jika punya teman yang bisa ku ajak mengobrol dari pada harus berbicara dengan orang asing."
Haah.. "Mm ya baiklah, aku akan mengajak mereka."
Sagaara merogoh hp nya dari dalam saku jasnya dan menelefon Ars, "Kau dimana?"
"Saya sedang di lokasi proyek milan, tuan."
"Apakah Liora ada bersama mu?"
Kenapa tuan mencarinya? Apakah wanita itu sudah membuat kesalahan?
"Ars?"
"Iya tuan, ada.."
"Bagus! Segera bawa dia ke pemandian air panas.. aku dan istriku sedang dalam perjalanan menuju ke tempat itu, mengerti?"
"Baik.." nona muda apa lagi yang sedang anda rencanakan?
Ars menghampiri Liora yang sedang duduk berteduh di bawah pohon mangga.
Dia menggerakan jari telunjuknya, "Kemari."
Kenapa lagi sih, baru juga istirahat sebentar.
"Iya tuan, sebentar.." mendekat, "Tuan memerlukan sesuatu?"
"Ayo kita mandi."
Hah? 😲 ma- mandi bersama? 😵
"Hei, kenapa kau malah melamun? Ayo cepat!" Ars menarik tangan Liora, dimana wanita itu masih termenung dalam alam halu yang tidak-tidak.
Liora terpaksa menyeret kedua kakinya agar bisa menyeimbangi langkah kaki sekretaris Ars yang sedikit cepat darinya.
Wajah wanita itu sudah pias merah bak kepiting rebus, "Tu- tuan Ars.."
"Masuk.."
Tapi Liora masih tak bisa mencerna apa yang baru saja di perintahkan padanya, membuatnya tak bergeming.
"Dengar tidak, cepat masuk.. tuan dan nona sudah menunggu kita di pemandian air panas.. jangan membuat mereka menunggu."
Aaah? Dia melepaskan genggaman tangan Ars, dirinya sudah se-malu itu yang mana dia menyangka jika Ars akan benar-benar mengajaknya mandi berdua, namun kenyataan nya tidak demikian.
"Kenapa kau diam, cepat masuk!" sekali lagi Ars memerintah nya.
Kenapa dia membuatku salah paham seperti ini, sih?
"Hey!" Ars mengetek kening Liora dan membuatnya meringis kesakitan.
"Aw.. tuan sakit." malah mengetek ku.
"Masuk!"
Iya, iya..
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan segera melaju menuju pemandian air panas.
###
Typo text?
Maaf ya, ngebut soalnya haha..