Contract Marriage

Contract Marriage
Celemek


Hari baru telah di mulai, pagi ini suasananya nampak lengang di vila besar milik tuan muda Sagaara.


Pagi ini juga spesial bagi Vely, para koki sudah disuruh untuk istirahat saja. Untuk sarapan pagi ini Vely sudah memasak kan nasi goreng sebakul untuk suami tersayangnya.


Masih memakai celemek Vely menapaki anak tangga menuju kamar nya, tumben sekali pagi ini tuan muda belum membuka matanya.


Biasanya juga tuan muda yang selalu membangunkan istrinya.


Saat handle pintu diputar, daun pintunya pun terbuka.


"Sayang cepat bangun sudah pagi.." duduk di tepi ranjang, menggoyangkan tangan suaminya. "Sayang.."


"Hm.."


"Ayo bangun, aku sudah membuatkan sarapan yang spesial loh untuk mu.."


"Kenapa kau yang memasak? Kemana para koki itu?"


"Aku yang menyuruh mereka untuk istirahat, ayolah cepat bangun." mengguncang badan Sagaara.


"Aaaa.. sayang.." tubuh mungil Vely ikut tertarik saat Sagaara menarik tangannya, membuat Vely berbaring di atas tubuhnya yang kekar. "Sayang lepaskan aku.." memukul pelan dada Sagaara.


"Hm, lihat.. kau benar-benar berani memukul ku ya?"


"Tidak, tidak, sayang.. aku tidak memukul mu.."


"Terus yang barusan itu apa?"


"Sayang ayo cepatlah, nanti dingin.."


"Cepat? Aku kan sudah siap sejak tadi.." menyeringai.


"Aaaa... tidak, tidak, dasar mesum.. bukan itu maksud ku.." sudah mau pergi tapi tak bisa, Sagaara benar-benar mengunci tubuhnya, dengan kekuatan tubuhnya yang besar Sagaara membalikan posisi tubuhnya.


Dimana Sagaara lah yang sekarang menindih tubuh mungil Lovely. Tangannya merobek celemek dan pakaian Vely.


"Sayang!"



"Apa? Mau menolak ku?!"


"Bu- bukan begitu.. tapi kan semalam kita baru saja melakukannya.."


"Kalau aku mau sekarang, kau bisa apa istriku sayang yang manis?" dia berbisik di telinga Vely, benturan nafasnya sangat hangat mengenai kulitnya, "Seluruh kerugian yang kudapatkan saat kita kencan di siang itu, aku bahkan belum me-notal jumlah kerugian ku.."


"Aaa curang, bisa-bisanya kau mengambil keuntungan yang seperti itu dariku.." kesal, jemari nya mencubit bahu Sagaara.


"Aaa.. tidak, sayang kau ini keterlalu -"


Sagaara membungkam bibir manis Vely, membuat libido di dalam tubuhnya harus segera di salurkan.


Tak ada kesempatan untuk mencuri celah selain menggigitnya.


"Och! Sakit, kenapa kau menggigit ku?" seru Sagaara sembari menggesek hidung mancungnya di hidung Vely.


"Aku bisa pingsan kehabisan nafas karena ulah mu.." berusaha bangun tapi tak bisa, "Sayang lepaskan aku.."


"Tidak mau, lakukan lagi pagi ini.. baru aku akan melepaskan mu."


Aaaah sialnya, tuan muda adalah peraturan hidup yang harus di patuhi, The King yang tak boleh di bantah. Akhirnya pakaian mereka pun berserakan di lantai.


***


Usai mandi dan bersiap rapih, sekarang saat nya untuk menyantap sarapan.


"Mana sarapannya?" seru Sagaara sembari menarik kursi di meja makan.


"Iya sayang, tunggu sebentar.."


Vely meletakan nasi goreng semangkuk besar.



"Ini sayang, makanlah.. ingat ya harus habis.. karena aku membuatnya penuh dengan cinta."


"Aku tahu, tapi apa ini? Kenapa sebanyak ini.. kau kira aku itu kuli?"


"Pft.. hehe... tenaga yang keluar tadi pagi sudah sebanyak itu, kan? Jadi harus di isi lagi tenaganya.




Holla, gimana? Suka sama alurnya nggak ni? jangan lupa yaa..


💯 Votte


👍 Like


✍️ Komen