Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.5


 


 


Gaara


menjentikkan jari nya, Ars tahu apa yang di inginkan tuan muda. Karena itu dia


segera mendekat.


Melihat Ars


yang berjalan ke arah Gaara, Rani segera berpindah ke tempat duduk nya yang


semula.


"Tuan


muda membutuhkan sesuatu?"


"Siapkan


kontrak pernikahanku dengan si jelek itu!"


Apa yang


sedang tuan lakukan?


"Kau


dengar?"


Ars


mengangguk, "Baiklah tuan, akan segera saya siapkan kontrak pernikahan nya


dalam satu jam kedepan."


Gaara


mengayunkan tangan nya ke udara, "Hm.. pergilah."


Dalam satu


jam kedepan surat kontrak pernikahan yang di maksud itu akan selesai. Ars


melangkah keluar dengan cepat, lalu segera masuk ke ruang kerjanya.


***


Dalam satu


panggilan telefon, Ars langsung mendapatkan semua yang ia perlukan melalui


pengacara Stave.


Di dalam


kontrak itu tertulis jelas semua peraturan yang mengikat ke dua belah pihak


selama 3 bulan kontrak pernikahan.


Di dalam


ruangan CEO, Rani segera merapihkan rambut panjang nya yang sedikit memiliki


gelombang itu.


"Aku


harus pulang, karena aku tak mau membuat Lovely meng khawatirkan diriku."


Gaara


melingkarkan tangan nya erat di pinggang Rani, "Kau yakin akan memenangkan


taruhan ini?" Gaara mendekatkan bibir nya di telinga Rani, "Selama


ini tidak ada satupun lawan yang bisa menang dariku!" menyeringai dingin.


Rani yang


duduk di atas pangkuan Gaara hanya terkekeh, Gaara menggerakkan tangan nya ke


arah dagu Rani lalu mengangkat nya.


"Kau


pasti akan menjadi milikku, sayang.." lagi mereka menabrakan bibir dan


saling menikmati satu sama lainnya.


Ciuman panas


mereka berakhir, "Aku pergi dulu.. semoga berhasil dengan tantangan yang


ku berikan." pesona Rani memang berbeda dari gadis lainnya.


***


Ars sudah


mendapatkan surat kontrak pernikahan tuan muda dan Lovely dari pengacara Stave,


setelah memberikan berkas tersebut diri nya mendapatkan perintah dari Gaara


untuk mengantarkan Rani pulang sampai di rumah nya.


____


Mobil masih


melaju dengan kecepatan sedang, hening tercipta di antara kedua nya hingga


akhirnya Rani membuka suara.


"Bukankah


namamu Ars?"


"Iya,


"Sepertinya


tuan muda sangat bergantung padamu ya?"


"Iya,


karena itu saya akan melenyapkan siapa pun yang berusaha untuk mempermainkan


hidup tuan muda."


Menarik! Rani tersenyum,


"Benarkah?" Ars mengangguk, "Apakah menurutmu aku sedang


mempermainkan nya?"


Ars hanya


diam, Bukankah kau yang lebih mengetahui nya?


"Hei


Ars, kenapa tidak menjawab?"


Ars


menghentikan mobil nya di depan sebuah rumah yang lumayan besar, "Kita


sudah sampai nona.."


Segera dia


turun dan membukakan pintu mobil untuk Rani, tangan Ars bergerak sopan.


"Silahkan


turun, nona.."


"Ars


kenapa kau tak menjawabku? Biar ku beri tahu satu hal!" dia menyeringai,


turun dari mobil dengan pose tubuh nya yang sexy. Meletakan tangan nya di


pundak Ars, berusaha mengikis jarak di antara mereka.


Rani sedikit


berjinjit karena perbedaan tinggi tubuh mereka berdua, "Kau jauh


menakutkan dari pada tuan muda mu, mungkin saja aku akan tertarik padamu,


Ars?!"


Gadis itu


sungguh tak tahu malu, Rani berusaha untuk mencium bibir Ars.


Bruk!


"Aaw.."


Rani mengernyit, dia merintih kesakitan. "Ars apa yang kau lakukan? Kau


gila?!"


"Tolong


jaga sikap anda, seperti nya saya sudah salah menilai seseorang!"


Rani


membelalak saat melihat Ars telah memasang wajah iblisnya.


"Rani?"


seru Lovely dari balkon kamarnya, yang ia lihat tadi hanya adegan dimana Ars


sedang mendorong nya.


Buru-buru


Lovely turun ke lantai 1, berlari cepat ke luar rumah.


"Apa


yang telah kau lakukan padanya?" seru Lovely dengan nada marah, "Rani


kau tidak apa-apa?" membantu Rani berdiri lalu menatap Ars, "Kenapa


anda hanya diam saja, cepat minta maaf padanya!"


Ars mendadak


merubah sikap dingin nya terhadap Lovely, pria itu mengangguk hormat pada nya,


"Nona berhati-hatilah, ada banyak ular di sekitar sini.." memberinya


bow, "Saya permisi dulu." masuk ke dalam mobil dan melajukan


kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


"U-


ular?" Lovely benar-benar menyangka jika itu ular sungguhan. "Rani


ayo cepat masuk, di sini berbahaya."


Rani


mengangguk, "E- emh.." untung saja dia tidak melihat nya! Dasar


gadis bodoh! Rani berjalan berdampingan dengan seringaian tipis nya.