Contract Marriage

Contract Marriage
Tuan Muda Ngidam


Maaf telat update ya.. please tinggalkan jejak kalian.. VOTTE. VOTTE. VOTTE. Bantu masuk 10 besar ya 🥰


*****


Hari yang melelahkan itu akhirnya usai juga, polisi sudah mengamankan anak buah William dan menyegel mansion tersebut.


Sagaara dan yang lainnya sudah keluar dari mansion dengan selamat.


"Sayang, Vanya akan ikut dengan kita kan?"


"Aku sudah bicara dengan pengacara Lee, dia yang akan mengadopsinya."


"Apa.. tapi sayang, kau kan sudah berjanji -" Vely terdiam saat Sagaara melirik dengan ekor matanya.


"Mm.. ba- baiklah sayang.."


Sebuah helikopter baru saja mendarat, orang yang sedang di bicarakan telah tiba.


Pengacara Lee dan istrinya, mereka telah lama menikah namun beluk di karuniai seorang anak. Dan itulah sebabnya tuan muda ingin Vanya di asuh oleh mereka, agar semua bisa mendapatkan kesempatan menjadi ayah dan ibu.


"Jika kau ingin berterimakasih, tunjukanlah dengan sikap baikmu selama menjadi anak dari keluarga Lee.." ucap Sagaara pada Vanya, dia mensejajarkan tinggi tubuhnya lalu mengusap pucuk kepala Vanya. "Kau mengerti?"


"Vanya mengerti, ayah.."


Eh? Senyum samar di kedua sudut bibir Sagaara yang terangkat, wajahnya merona samar.


"Gadis kecil kemarilah nak.." seru Laila istri pengacara Lee, Vanya datang mendekat dan menghambur diri di pelukan nya, "Mulai sekarang panggil aku ibu, ya.."


"Ibu?" Laila mengangguk, "Itu.. ibu juga.." Vanya yang manis menatap Vely.


"Iya sayang, sekarang kau punya dua ibu.."


Pengacara Lee mendekati Sagaara yang sedang berbincang dengan ketiga pria patuh itu.


"Tuan muda.."


Menoleh ke arah Lee, "Hm?"


"Secepatnya saya akan mengurus dokumen pengangkatan anak, terimakasih karena tuan sudah mau memberikan kami kesempatan."


"Tak masalah.." menepuk bahu Lee, "Jangan kau sia-siakan kesempatan ini.. sayangi dia layaknya putri kandung mu sendiri."


Vely yang berdiri di belakang suaminya tiba-tiba saja terharu, dia mengusap sudut matanya yang basah sembari tersenyum.


Vely mendadak tak peduli dengan keadaan sekitar, jadi dia menabrakkan dirinya di punggung lebar Sagaara. Memeluknya dari belakang.


"Aku mencintai mu sayang.. sangat.. sangat mencintai mu.."


***


Malam menyapa di vila milik tuan muda Sagaara, saat ini mereka sedang makan malam berdua.


Vely merasa geli dengan sayur sup ayam itu, dia memegangi perutnya yang serasa terus bergerak.


"Kenapa tidak makan?" seru Sagaara sembari menyuap se sendok penuh makanan ke dalam mulutnya, baru juga sekali kunyahan dan dia membelalak.


Berlari ke wastafel dapur lalu memuntahkannya, mual.. mual.. mual.. 😖😖


Perutnya sudah seperti di aduk-aduk, Aaaaaaah.. kenapa malah aku yang muntah? Jelas-jelas dia yang tak bisa makan!!


"Sayang.. ada apa dengan mu? Kenapa muntah?"


"Tidak apa-apa, mungkin maagh ku kambuh.. ayo lanjutkan lagi makannya."


Selepas makan malam keduanya pun segera naik kelantai dua menuju kamar.



Sagaara segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia menepuk tempat kosong di depannya, "Ayo kemarilah sayang.."


"Iya sayang, tunggu sebentar.."


Saat ini Vely sedang mengganti bajunya dengan piyama, setelah selesai berganti barulah dia naik ke atas ranjang dan berbaring miring menghadap suaminya.



Tangan kekarnya mengusap lembut perut Vely, rasanya begitu lama untuk mencapai masa persalinan.


Seperti sudah tidak sabar, "Segeralah lahir.." satu kata yang membuat Vely bersemu.


"Bersabarlah sayang, masih tersisa waktu 8 bulan lagi.."


"Kenapa bisa selama itu?"


"Semua sudah di takdir kan, sebagai manusia kita hanya perlu menjalani nya saja sayang.."


###


QnA gabut, gak jelas, wkkwkwk 👇👇👇


Sebuah pertanyaan, jika manusia perlu 9 bulan untuk lahir ke dunia.. lalu kenapa manusia itu perlu 12 bulan untuk merayakan ulang tahunnya?