Contract Marriage

Contract Marriage
Kencan


Sudah sah menjadi suami istri lalu untuk apa lagi kau malu? Biarkan saja mata mereka memandang ke konyolan kalian.


Bagi sebagian mata yang memandang, bukankah itu adalah hal yang romantis?


Bisa-bisa nya dia memintaku untuk menggendong belakang seperti ini?!


"Sayang?"


"Hm.. apa lagi?" kesal.


"Ayo kita masuk ke mall.. tapi sebelumnya turunkan aku dulu.."


Akhirya!


Sagaara kembali berjongkok dengan pelan dan hati-hati, "Turunlah.."


"Sayang, sebelum masuk ke sana maukah kau berjanji satu hal padaku?"


"Apa?"


Mengangkat kelingking di depan wajah, "Janji dulu.."


"Seperti anak kecil saja.." tapi kau juga mau melakukannya, kan wahai tuan muda? Hoho.. "Cepat katakan.."


"Apa pun yang terjadi, kau tidak boleh apa lagi sampai menggunakan kekuasaan mu sebagia seorang CEO.."


"Hah? Janji macam apa itu?" mau melepaskan kelingking tapi di tahan Vely, "Tidak mau.."


"Aaa sayang kau kan sudah berjanji.. kau tidak bisa mengingkari nya begitu saja.." nah saat kekasih hati mulai mengerucutkan bibirnya, Sagaara hanya menghela nafas.


Sial, kenapa begitu manis sih.. "Hei nona muda.." mendekat kan bibirnya ke telinga Vely, "Setelah hari ini berakhir, awas saja kau nanti malam ya.." emmh seriangaian nya membuat jantung hati berdebar.


"Haha.. itupun kalau kau bisa memenuhi janji mu barusan.."


"Baiklah, aku setuju.."


Dan jadilah mereka memasuki mall besar, "Sayang, kemarikan kartu ATM dan credit cart mu.."


"Ini.."


Wah dompetnya tipis sekali, apakah dia tak pernah menyimpan uang cash?


Vely memasukan dompet itu ke dalam sling bag nya.


"Kenapa di masukan?"


"Hehe, tidak apa-apa.." menggandeng tangan Sagaara, "Ayo kita ke ATM dulu.."


Mereka melangkah bersama menuju ATM, entah apa yang sedang di rencanakan oleh nona muda itu. Apakah dia akan memulai pembalasan dendam nya?


Dengan sengaja Vely mencari ATM dengan antrean panjang, "Sayang tunggu di sini."


"Kenapa ATM yang ini? Di sini antreannya cukup panjang."


Namanya juga tuan muda, kebiasaannya yang tak sabaran itu pun muncul. Sudah mau menyerobot tapi Vely dengan cepat menahannya.


Membuat wajah mereka bersitatap, lalu Vely berbisik. "Tidak boleh, kau kan sudah berjanji tidak akan menggunakan kekuasaan mu.. jangan lupakan itu."


Mata tuan muda menyipit, Cih.. sialan, kenapa aku malah menyetujui permainannya?


Sudah hampir 20 menit menanti namun giliran mereka berdua belum tiba juga, masih ada 9 orang lagi yang ada di depannya.


Sagaara masih berusaha untuk menahan emosinya dan terus bersabar.


45 menit kemudian saat antrean sisa 2 orang lagi, tiba-tiba ada seorang pria yang menyelinap di antara barisan Sagaara dan orang yang ada di depannya.


"Hei!" Sagaara mendorongnya sekuat tenaga. "Lancang sekali kau menerobos antrean orang!"


"Kenapa kau mendorong ku?" marah.


"Seharusnya aku mematahkan kaki mu, bukan hanya mendorong mu!" menuding wajahnya, "Memangnya kau tidak lihat antrean yang lainnya?!"


Semua mata memandang pada tuan muda Sagaara, membuat Vely jadi tak enak hati.


"Sayang, sudah ya jangan lagi.."


"Kenapa kau membelanya -"


"Aah sayang, giliran kita.. ayo!"


Nah kau tuan muda, sekarang sudah tahu kan bagaimana rasanya saat di terobos seperti itu?


Sudah lama mengantre dan se-enak jidat mu ingin menyerobot?


***


Usai menarik uang 500.000 dari ATM Velypun segera memulai rencananya.


"Sayang ayo kita beli topi dulu.."


Suasana hati tuan muda sedang berantakan, moodnya sudah hilang.


"Ayo pulang!"


"Tidak mau.. kita belum selesai, ini akan menjadi hal yang menyenangkan sayang.. aku janji.."


"Kalau kau tidak mau pulang ya sudah, pulang jalan kaki saja sana!"


"Hm, baiklah.. tidak masalah.. aku akan tetap bersenang-senang seharian penuh disini."


Vely melangkahkan kakinya masuk ke sebuah toko.


"Hei!" bahkan Sagaara pun tak di gubrisnya.


Bersemangat lah kau, hei tuan muda Sagaara.