Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.58


Gaara menoleh ke samping dan tergelak saat melihat kartu black nya masih berada di atas jok.


Dia sengaja meninggalkan nya?!


"Pak An, putar balik!"


"Kenapa tuan, apakah ada yang tertinggal?"


"Sudah, putar balik saja!" bentakan nya membuat pak An keringat dingin.


"Ba- baik tuan.."


Mobil pun putar haluan kembali ke tempat dimana Gaara menurunkan Vely.


____


Setengah jam kemudian mereka sampai, namun wanita itu sudah tidak ada.


"Kemana dia?"


Gaara mencoba untuk menelefon nya namun tak ada jawaban, hingga 4x telefon.


"Berani dia mengacuhkan ku?"


Gaara turun dari mobil seiring dengan angin yang berdesir kuat.


Lalu dia menelefon Ars, memintanya untuk segera datang ke tempat dia menunggu.


"Ars, cepat jemput aku di jalan xx.. sekarang!" menggenggam erat hp dengan menatap dingin, "Sebelum itu kau lacak terlebih dahulu kemana perginya istriku!" mematikan hp.


Kenapa dia selalu memenuhi kepala ku? Tidak, tidak, Gaara menggeleng menepis rasa asing yang mengganggunya.


Menunggu adalah hal yang membosankan untuk tuan muda, seumur hidupnya dia tak pernah menunggu melainkan orang lainlah yang harus menunggu kedatangan nya.


Tapi saat ini dirinya benar-benar jengah karena harus menunggu sekretaris pribadinya itu.


"Tuan muda.. maaf lama menunggu.."


Gaara hanya diam tak menjawab, "Pak An, pulanglah kembali ke vila.. aku akan pergi bersama Ars."


"Baik tuan, jika begitu saya permisi dulu."


"Hm.."


Dengan langkah lebar dia masuk ke dalam mobil Ars, duduk di sampimg kemudi.


"Kau sudah melacaknya?"


"Sudah tuan, nona berada di vila X.. milik tuan William!"


Deg!


Gaara terbelalak saat mendengar nama pria itu, "Kenapa mereka bisa bersama?!" geram, tapi Ars hanya diam tak menjawab dan segera melajukan mobilnya menuju vila tersebut.


Sepanjang perjalanan tak henti-jentinya Gaara mendesis kesal, dan juga gelisah.


Upik abu sialan, berani sekali kau menemui pria lain dibelakang ku!!


***


Perjalanan mobil yang di kemudikan dengan kecepatan tinggi akhirnya mereka sampai juga di vila X.


Bahkan Gaara turun sebelum mobil itu terparkir sempurna, dadanya bergemuruh hebat.


Melangkah cepat dengan tergesa-gesa, kaki kuatnya menendang pintu, "Vely!"


Ruangan yang sepi, tanpa malu Gaara menerobos masuk yang juga di susul Ars.


"Vely!" teriak Gaara menggema di ruangan.


Klek!


Pintu kamar terbuka, William berdiri di ambang pintu menatap Gaara dengan dingin.


"Sagaara! Tak kusangka, ternyata wanita mu ini sangat nikmat. Dia membuatku puas berkali-kali di atas ranjang!"


"Brengsek!" Gaara tak bisa lagi mengendalikan emosinya. Pria itu melayangkan tinjunya dengan kuat tepat disudut kiri bibir William hingga berdarah.


"Haha..." William balas memukul. "Asal kau tahu saja, dia sendiri yang menyerahkan tubuhnya kepadaku -"


"Tutup mulutmu.." tanpa menoleh dia memberi perintah, "Ars cari perempuan sialan itu. Bawa dia kehadapan ku!".


Baru saja Ars mau melangkahkan kakinya, ternyata Vely keluar dari kamar yang berbeda dari William.


"Kenapa ribut sekali.. aku jadi tidak bisa istirahat."


Gaara tak kuasa menahan emosinya saat melihat Vely yang sudah berganti piyama tipis memperlihatkan lekukan tubuhnya.


Matanya memerah, lalu melangkah ke arah Vely. Pria itu mencengkram kuat tangannya dan menyeretnya keluar.


"Sakit, apa yang kau lakukan.. lepaskan tanganku."


Namun Gaara tak peduli, dia semakin menguatkan cengkraman tangannya. Berjalan melewati William yang tersenyum jahat.


"Hemm.." William juga tak mau kalah, dia ikut mencengkram tangan Vely yang satunya.


"Sakit!! Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku.."


Gaara mengayunkan kakinya menendang perut William, lalu menatap Ars dengan emosi.


"Kau ingin menjadi penonton yang bodoh?"


Kenapa hidupku terasa berat sekali.. protes Ars di dalam hati. "Maaf tuan.."


Ars mendekat, memisahkan Vely dari William. "Urusan tuan ku, menjadi urusanku juga!"


"Cih! Beraninya main keroyokan!"


"Maaf saja tuan William, saya bukan pria yang seperti itu. Anda ingin menyelesaikannya dengan cara apa?"


Emh! William mengernyit sakit saat cengkraman tangan Ars menguat di lehernya.


Dia jauh lebih mengerikan dari Gaara! Sial! Bahkan bisa menekanku hingga sejauh ini.


Ars mendekatkan bibirnya di telinga William, "Dengar ini baik-baik tuan William, menghancurkanmu dengan tangan kosong itu mudah!" lalu dengan kuat Ars menghempaskannya begitu saja.


William terhuyung beberapa langkah ke belakang, Sialan! Hanya bisa menatap punggung lebar sekretaris Ars yang menjauh dan hilang di balik pintu.


***


"Masuk!"


"Aa!!"


Gaara mendorong Vely masuk ke dalam mobil, darah pria itu sudah mendidih.


Meskipun mencoba untuk duduk tenang di jok belakang bersama Vely, tapi tetap saja itu tak bisa menenangkannya.


Ars mengemudikan mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan vila X.


Nafas tuan muda masih memburu, "Berani sekali kau bermain di belakangku!!" dingin.


Vely menggigit bibir bawahnya, tangannya terkepal erat di atas pangkuannya.


"Bukankah setelah 86 hari lagi kita akan bercerai? Menunggu hari itu tiba aku akan belajar mengencani pria -"


Gaar membelakak, tangannya dengan cepat mencekik wanita itu.


"Bahkan setelah perceraian kau fikir aku akan melepaskanmu? Jangan mimpi, kau hanya pantas untuk menderita!"


"Hm! Tuan William memang lebih baik darimu, dia tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan lembut -" Vely tergelak saat Gaara merobek piyamanya, "Jangan!!"


Untung saja mobil melewati jalanan yang sepi, mendadak Ars menghentikan mobilnya di tepi jalan dan segera turun.


Pria penuh gairah! Ars.


"Kau tak akan bisa membandingkan ku dengannya dalam urusan ranjang."


Gaara merebahkannya dengan paksa.


"Jangan.. apa yang mau kau lakukan!!"


"Tentu saja menikmati tubuhmu.. bukankah kau sudah tidur dengannya? Setelah ini beritahu aku siapa yang lebih bergairah dan yang lebih baik!!"


Vely memalingkan wajah sembari menggigit bibir bawahnya hingga bergetar. Kau bahkan menuduhku tidur dengannya?


Matanya terpejam saat merasakan pusaka milik Gaara menyeruak masuk dengan kasar ke dalam V miliknya.


Sial! Kenapa aku jadi se emosi ini? Bukankah ini akan menguntungkanku untuk semakin memperkuat alasan perceraian kami!! Cinta mengalahkan logika seorang Gaara.


Ars diluar hanya berdiri membelakangi mobil, Cemburu bisa membuat seseorang gila! lalu tersenyun samar.