Contract Marriage

Contract Marriage
Sikap Aneh Vely (2)


Guys maaf ya, di bab-bab yang kalian baca


Q :"Kenapa kok cuma membahas Vely dan Sagaara? Lalu Ars, bagaimana?"


A : "Sabar ya zeyeng.. di bahas satu persatu, dan pelan-pelan. Alurnya kembali seperti di bab awal musim pertama. Pelan tapi pasti. Kalian tinggal baca aja ya, kan gratis modal kuota internet, gak beli pake koin kayak di platform lainnya.. wkwkkw."


#####


Suara decitan ranjang serta erangan mereka yang saling bersautan, benar-benar membakar malam yang dingin ini.


"Sayang.." Vely menguatkan pelukannya, membuat kulit mulusnya tersentuh hangat dada bidang Sagaara.


"Kenapa? Tidak ingin lepas, aku sudah hampir selesai.."


"Tidak mau, aku masih ingin.."


Sagaara meraih tangan nya lalu jemari mereka saling meremas hangat, "Kita lakukan lagi nanti setelah makan pizza, ya?"


Vely pun mengangguk, "Iya sayang.."


Akhirnya ronde pertama mereka berakhir, Sagaara segera menarik diri dari kepemilikan istrinya. Berbaring di sebelah Vely sembari mengatur nafas mereka yang tersengal.


Perut Vely kembali terasa mual, cepat-cepat dia bangun lalu memakai piyamanya dan lari ke bath room.


"Sayang, kau kenapa?" Sagaara benar-benar di buat panik, apalagi saat Vely membanting pintunya. Dia juga segera memakai piyama tidurnya, kemudian mengetuk pintu yang terkunci.


Dari dalam sana terdengar suara Vely yang sedang mual muntah, terdengar begitu tersiksa.


"Sayang buka pintunya, atau akan ku dobrak pintunya."


Vely tak menjawab karena masih di sibukan dengan rasa yang tak nyaman itu.


"Vely!" gedoran pintunya semakin kuat, "Vely!" benar-benar tak menjawab membuat Sagaara mendobrak pintunya.


Saat pintu terbuka dia terbelalak karena mendapati Vely gemetaran hingga bringsut dengan tangan yang menggenggam pinggiran wastafel.


"Vely.." melangkah cepat lalu menggendongnya, "Ayo kita ke rumah sakit, jangan menolak.."


"Tidak mau, turunkan aku sayang.. aku tidak mau ke rumah sakit.. turunkan aku!" kali ini dia memberontak.


"Kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu dariku, aaa!!!"


Vely mengigit bahu Sagaara hingga lecet, membuatnya menurunkan Vely agar tak jatuh.


Lama tak menjawab membuatnya meradang, Sagaara menyeretnya hingga sampai di lantai bawah.


"Aku tidak menyembunyikan apapun sayang, ku mohon lepaskan aku.." menangis.


"Kau membohongiku! Bukan kah kita pernah membahasnya? Aku tidak mau kau hamil, jangan membuatku untuk memilih pilihan yang sulit!"


Pintu utama terbuka, Nan yang baru saja datang dengan membawa sekotak pizza, "Tuan.. pizza nya-"


Sagaara menghempaskan makanan itu hingga jatuh dan berceceran di lantai. Dia terlihat marah dan semakin menyeret Vely hingga ke garasi.


Membuka pintu mobil, "Masuk!" dia membentak.


---------------


Mobil yang di kemudikan Sagaara melaju dengan kecepatan tinggi maksimal, pria itu sudah tak bisa di ajak bicara lagi.


Hatinya sudah memaki para dokter itu.


"Sayang, aku -"


"DIAM KAU!"


Suhu tangan Vely berubah dingin, air matanya menetes berkali-kali dia mengusapnya. Tangan kakinya sudah gemetaran.


Terlebih lagi jantung hatinya yang sudah berdetak risau.


Dengan kecepatan seperti itu membuat mereka sampai dengan cepat di rumah sakit.


***


Sagaara kembali menyeretnya, membuat langkah Vely terseok seperti itu.


Pintu ruangan Kikan terbuka.


"Tu- tuan muda?"


Dia melihat alat USG itu, dan membawa Vely mendekat. "Periksa!"


"Tu- tuan.."


"Tidak dengar?" Sagaara menaikan satu alisnya, "Kau tidak dengar aku menyuruh mu apa, brengsek!" bentakannya menggema memenuhi ruangan itu.