Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.61


Gaara sudah mulai merasa tenang saat mendekap erat Vely, mereka terbaring di sebuah sofa yang cukup besar yang memang terkadang juga di gunakan oleh tuan muda untuk istirahat siang.


"Jangan pergi.." pinta Gaara semakin erat memeluknya, membenamkan wajah Vely di dada bidangnya sehingga pucuk dagu tuan muda Gaara menempel di pucuk kepala istrinya.


Vely mengangguk, dia tersenyum dan merasa hangat.


Dari mana dia mendapatkan kata-kata itu? Kenapa aku masih tak bisa mengingat wajah gadis di hutan itu dengan jelas.. aaah sial..


Sudah 2x dia membuatku seperti ini, apakah dia punya hubungan dengan masalalu ku saat tersesat di hutan?!


Klak!


Pintu ruangan terbuka, "Tuan.. tuan.." seru Ars dan Hamish panik sampai-sampai balapan masuk.


"Berisik!!" bentak Gaara, singa itu sudah bangun dari tidurnya.


Eh?


Kedua pria itu saling menatap heran.


"Tuan apakah anda baik-baik saja?" Hamish.


"Ya, kau kira aku sudah mati?" ketus.


"Haha bukan begitu, tapi -" Hamish.


"Ars, mulai besok siapkan kamar yang luas untuk kami di rungan ini... bahkan dia tertidur saat kalian berisik.."


"Mm.. haha maafkan kami tuan muda.." Hamish.


Ars mengangguk, "Tuan tidak perlu khawatir, dalam waktu 3 hari kamar itu akan selesai."


***


Perlahan Vely mengerjap, dia tertidur dengan sangat nyenyak. Lalu meregangkan tubuhnya membuat selimut yang menyelimuti tubuhnya melorot.


"Eh?" segera dia duduk sambil menarik selimutnya, Kenapa aku tidak memakai baju? Menatap dressnya yang berserakan di lantai lalu perlahan mengabsen tubuhnya sendiri.


"Hah? Ke- kenapa bekas merahnya malah bertambah?" Vely bergerak cepat untuk meraih dress di lantai dan kembali memakainya.


Aaa ya ampun, dasar tuan muda.. dimanapun dan kapanpun dia benar-benar tak membuang kesempatan sekecil apapun itu.


Selesai memakai baju, pandangan nya beralih ke suara pintu yang terbuka.


"Nona muda tolong jangan memanggil kami dengan sebutan nona, mohon panggil nama kami saja.."


"Ta- tapi.."


"Nona muda? 🙏"


Apakah karena suamiku? "Emh.. iya baiklah, oh ya bukankah di sebelah itu gedung pusat belanja?"


"Iya nona, itu benar.. apakah nona ingin jalan-jalan kesana?"


Vely mengangguk, "Ayo temani aku.."


"Tapi kita harus mendapatkan izin dari tuan muda dulu.. saya tidak berani -" Eh? Di- dia menyentuhku?


"Tidak apa-apa, dia tidak akan marah.." Vely


merobek selembar kertas memo di atas meja dan menuliskan sebuah pesan.


Suamiku.. aku dan Liora jalan-jalan ke gedung pusat belanja.. tolong jangan memarahinya, karena aku yang memaksanya.. ❤️


Selesai menuliskan pesan itu Vely menarik tangan Liora, "Ayo.."


Mereka berdua keluar dari ruangan CEO dan bertemu dengan Ars.


"Sekretaris Ars?"


Ars mengangguk hormat pada nona mudanya, membuat Liora berbinar. Aah baru kali ini dirinya merasa seteduh ini melihat wajah dingin pria yang sedang ia pandangi itu mendadak menghangat di hadapan nona muda mereka.


Tangan Ars menggantung di udara, dia menggenggam goodie bag kecil berwarna tosca, "Hp baru untuk nona.. harap gunakan dengan bijak."


Meskipun tidak, kau pasti sudah menyadapnya dan memasangkan GPS di hp ini.


Vely menerima benda itu dengan kedua tangannya, "Terimakasih sekretaris Ars.."


"Di dalam hp itu hanya ada 3 nomor.. nona di larang berinisiatif untuk menambah nomor orang lain di hp itu..."


"Apa?"


"Tuan muda adalah peraturan hidup yang harus di patuhi, dan tuan muda tidak pernah salah!"


Haaaaaah ~~~ menghela nafas panjang.