
Gaara segera membawa Lovely kembali ke dalam kamar, pria itu menggendong nya. Masih tak mengerti kenapa gadis sepolos diri nya bisa seperti ini.
---------
Gaara meletakkan tubuh Vely di atas ranjang, mendadak tangan Vely menahan lengan kekar Gaara. Menggeleng, tak ingin di tinggal.
"Hmph, upik abu sialan.. tak berhasil menggoda pria lain dan sekarang kau berusaha untuk menggodaku?"
Seringaian nya membuat Vely tersenyum ingin, entah sesuatu seperti apa yang di inginkan nya. Wajah nya merona merah seperti sedang mabuk.
"Kau lihat baik-baik siapa yang ada di hadapan mu ini! Upik abu!!"
Gaara melepaskan semua pakaian di tubuh mereka, tubuh putih mulus seorang Lovely benar-benar mengguncangnya.
Telunjuk gadis itu meraba dada bidang Gaara, aneh nya Lovely tak menolak melainkan menerima semua sentuhan yang di berikan oleh Gaara pada tubuh nya.
"Kau yang menginginkan nya! Bukan aku!" lagi, pria itu menyeringai iblis. Dia sangat tahu untuk memanfaatkan setiap ke adaan demi keuntungan nya pribadi.
Betapa indah dan mengagumkan nya cara tuan muda Sagaara dalam memainkan perannya kepada Lovely, rasa sakit di malam pertama yang ia berikan membuat gadis itu mengernyit kesakitan.
Lovely menggigit bibir bawah nya dengan kuat, mata nya terpejam erat begitu pun juga dengan jemari nya yang meremas kuat punggung Gaara.
Kukunya yang panjang berhasil membuat goresan panjang di punggung nya.
Gaara tersenyum, "Ini pengalaman pertama untuk mu? Tenang saja, aku akan bermain dengan sangat lembut."
"Emh, sakit!!"
Gaara mengelus lembut wajah Vely, lalu mencium bibir nya. Memasukkan lidah nya kedalam mulut Vely dan kembali mengulum nya. Entah sudah berapa lama waktu yang berlalu, hingga kedua nya bercucuran keringat seiring dengan mengalirnya sesuatu yang hangat milik tuan muda Gaara.
.............
Usai menghabiskan malam bersama di hotel, Gaara segera membersihkan dirinya di bath room.
Usai mandi Gaara segera kembali untuk tidur di atas ranjang, selimut yang menutupi tubuh Vely sedikit terturun di dada.
Gaara tersenyum lalu menarik selimut sampai menutupi leher Vely yang di penuhi jejak kepemilikan nya.
***
Malam yang hangat itu berlalu dengan cepat, tak terasa pagi pun menjelang. Cahaya indah di pagi hari menyeruak masuk melalui celah ventilasi kamar hotel presidential itu.
Wanita yang telah kehilangan kesucian nya itu mencoba untuk meregangkan tubuh nya, "Eemh.. aa!" Vely merintih kesakitan saat merasakan sakit yang luar biasa di bagian V nya.
Sedikit mengangkat kepala, terhenyak saat mendapati selimut tebal menutupi tubuhnya yang polos.
A- apa yang telah terjadi?
Cepat-cepat dia bangun, dan terbelalak saat melihat gaun dan setelan tuxedo berserakan di lantai.
Air mata nya menetes, lalu menggigit kecil bibir bawah nya hingga bergetar.
Apa.. apa yang telah dilakukan nya? Kenapa dia mengingkari janji nya untuk tidak menyenytuh ku!
Tangannya meremas erat tepat di selimut yang menutupi bagian dadanya.
"Kenapa berisik sekali, masih pagi sudah menangis!" tanpa rasa bersalah Gaara membuka suara, lalu membalikan tubuhnya untuk membelakangi Vely.
"Kenapa, kenapa tuan mengingkari janji -" suaranya tercekat saat Gaara mendengus kesal.
"Dan aku harus membiarkanmu lenyap begitu saja, karena obat yang di berikan kedalam minuman mu?" duduk dan langsung merebahkan tubuh Vely tepat di bawah kungkungan nya.
"Ja- jangan!" tubuh Vely sudah bergetar dingin, air matanya semakin deras mengalir.
Gaara pria dingin tak berperasaan, entah apakah tindakan nya yang semalam itu bisa di sebut sebagai sebuah pertolongan.. atau mencari kepuasan semata.