Contract Marriage

Contract Marriage
Proyek Milan (3)


Pembangunan proyek milan sudah mencapai finishing, tak terasa pengerjaannya sudah memakan waktu empat bulan.


Begitu juga dengan usia kandungan Vely yang sudah memasuki tujuh bulan.


Pagi ini dia sedang duduk bersandar di sandaran ranjang, tangannya yang lentik itu sedang merajut kaos kaki serta kaos tangan lucu.


Warna biru untuk anak lelakinya, dan warna pink untuk anak perempuan nya.


"Ssshhh...." dia mendesis keram saat janin yang ada di dalam kandungannya bergerak-gerak seolah sedang merebutkan tempat. "Aa!" rajutannya jatuh ke lantai, tangannya mencengkram kuat pinggiran ranjang, rasa sakitnya sudah seperti kontraksi saja.


Sagaara yang baru saja selesai dari ruang kerjanya pun, segera menapaki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua.


Tangan kekar itu memutar handle dan mendorong pelan daun pintunya, Sagaara membelalak saat melihat Vely tengah kesakitan.


"Sayang?" ia panik dan berlari kecil ke arahnya, memeluk Vely sembari mengusap punggungnya.


Sudah seperti kebiasaan bagi buah hati mereka, ada saat-saat dimana Vely merasa tak nyaman seperti tadi maka Sagaara akan dengan cepat mengusapnya.


Menjadi obat alami, seolah mereka ingin di manja.


Vely memeluk Sagaara dengan erat, "Sayang aku sudah tidak apa-apa, keram nya sudah hilang."



"Berbaringlah, aku ingin bicara dengan mereka."


"Jangan memarahinya.. mereka anak-anak yang manis."


Sagaara hanya diam tak menjawab, melainkan menepuk bantal tidur.


"Cepat.."


Vely pun mengangguk dan segera berbaring, membiarkan Sagaara merundukan kepalanya menciumi perut buncitnya.


Tangannya sembari mengelus lembut, dia berkata "Jangan membuat mamah kalian sakit seperti yang tadi, jika kalian berdua ingin papah manja maka jadilah anak yang baik dan penurut."


Perhatian Sagaara membuat Vely berkaca-kaca.


"Hei, kenapa malah menangis?" lanjut Sagaara sembari mengusap kedua sudut matanya.


"Terimakasih sayang, terimakasih.."


💐💐💐


Malam menyapa, sudah waktunya untuk makan malam.


Malam bahagia yang telah di persiapkan Sagaara, dan atas permintaan Sagaara para pelayan serta chef itu membuatkan kueh ulangtahun untuk nona muda mereka.


Dengan penuh kehati-hatian Sagaara menuntun langkah Vely menapaki anak tangga, dimana kedua matanya sudah tertutup kain.


"Sayang, ada apa? Kenapa mataku di tutup.. kau membuatku takut."


"Tidak ada apa-apa.. jangan takut karena aku bersamamu."


Vely semakin mengeratkan genggaman nya pada tangan Sagaara.


Setelah sampai di ruang makan, Sagaara menuntun Vely agar berdiri tepat di hadapannya.


"Sayang.. ada apa sih sebenarnya?"


"Hanya kejutan kecil untukmu sayang.."


Dengan pelan Sagaara melepaskan kain yang menutupi mata Vely, Satu.. dua.. tiga..


"Kejutan......" ❤️❤️❤️


Mereka menebarkan confetti ke udara hingga berjatuhan dengan indah senada dengan warnanya.


Di ruangan itu sudah ada mommy, daddy, Ars, dan juga Liora.


Wah kejutan yang indah membuat Vely menitikan air matanya, dia teringat pada paman, ayah, ibu, dan juga kak Damian.


Air matanya jatuh tepat di atas telapak tangan Sagaara, rupanya pria itu sudah menengadahkan tangannya tepat di bawah dagu Vely.


"Terimakasih semuanya... terimakasih.. terimakasih.."


Mommy bahkan ikut-ikutan mengusap sudut matanya yang sudah basah, "Selamat ulangtahun sayang.."


Mommy memeluknya dengan hangat, bergantian dengan Liora "Selamat ulangtahun nona.."


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐



Wajah-wajah bahagia itu menjadi kado yang indah untuk Lovely, beruntung sekali dirinya bisa dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.


💐💐💐💐


Wah udah mendekati ending nih, bisa 4 bab atau beberapa bab tambahan lagi.


Makasih yang udah setia membaca novel "Contract Marriage" ini dari awal release sampai di episode ini ❤️