Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.28



Bola mata Vely mendadak membulat sempurna, hampir teriak saat tuan muda Sagaara memeluk nya dari belakang.


Jantung nya sudah berpacu dengan sangat kencang.


"Aku hanya memeluk mu, kenapa kau sangat ketakutan?"


Gaara melihat surat kontrak pernikahan nya ada di lantai, dia menyeringai. "Kenapa? Kau terkejut? Bukankah aku sangat cerdas dalam mencari ke untungan?"


Lovely semakin lemah, cairan bening di pelupuk matanya sudah semakin tak terbendung, dia berbalik untuk mendorong tubuh Gaara agar dapat menjauh, lalu berlari keluar dari ruang kerja.


Menapaki anak tangga menuju kamar di lantai 2, masuk ke dalam kamar dan langsung meniarapkan tubuh nya di atas ranjang.


Dia menangis dalam kesedihan yang mendalam, Kak Damian? Tangannya menggenggam erat pinggiran sarung bantal.


Bantal busa itu pun basah akibat air mata nya yang terus meleleh.


Beep.. beep.. beep..


Hp nya berdering, telefon masuk dari Damian. Cepat-cepat Lovely mengusap air mata nya, berdehem berkali-kali hingga ia merasa suara nya tak parau akibat menangis tadi.


"Ha- hallo, kak Damian?"


"Lovely, kau menangis?"


Mengusap air mata, "Tidak kak, hanya saja saat makan malam tadi.. koki membuat masakan yang terlalu pedas. Rasanya sampai mau pingsan.."


"Haha, benarkah? Apakah kau tidak memberitahukan mereka jika adik ku ini tidak bisa makan yang pedas-pedas?"


"Tidak kak, Vely lupa memberitahukan mereka.. ya sudah lah tidak apa-apa, lain kali aku sendiri yang akan memasak untuk menu makan ku.."


"Oh ya ampun, aku hampir melupakan nya. Kak Damian jangan khawatir aku pasti akan -"


Vely tergelak bukan main saat hp nya di rampas oleh tuan muda, Gaara menatap layar hp Vely yang tertera nama Kak Damian. Pria itu mematikan telefon nya.


"Apa yang tuan lakukan? Kenapa mematikan hp saya?"


"Bukankah kau sudah membaca kontrak pernikahan kita? Kau tidak sedang bermain-main dengan ku, kan!" pandangan mata nya begitu dingin.


"Saya membaca nya dengan sangat baik.." tangan Vely menggantung di udara, "Tuan, tolong berikan hp saya.. kak Damian -" terdiam.


Gaara menatap tak suka pada nya, yang sudah sering kali menyebut nama pria lain di hadapan nya.


"Bukankah aku sudah mengatakan nya dengan sangat jelas?" diam sejenak, Gaara mengikis habis jarak di antara mereka dengan mengecup bibir Vely, "Kau tidak di izinkan untuk memiliki teman pria atau apa pun sebutan lain nya, termasuk pria itu!"


Hp yang ada di dalam genggaman Gaara, ia letakkan di atas nakas.


"Siapkan baju tidurku!" melangkah menuju ruang ganti.


Padahal ekspresi wajah nya tadi sudah membuat Vely sangat takut, dan sekarang dengan cepat dia merubah ekspresi nya seperti tidak terjadi apapun di antara mereka. 😲😲


Sebelum di teriaki, Vely segera mengambilkan piyama tidur tuan muda Sagaara dan membawakan nya ke ruang ganti.


Saat Vely mau masuk ke dalam ruang ganti, mendadak dia menghentikan langkah kaki nya dan langsung berbalik badan.


Aaaa tidak, bagaimana bisa dia telanjang hanya memakai dalaman, tanpa memakai baju? Dia pasti akan mengira aku ini mesum!


"Kenapa diam disitu, cepat bawa kemari. Kau ingin membuat ku masuk angin, hah?"


Oh Sagaara, bagaimana bisa kau bicara se-santai itu? Bahkan wajah Lovely sudah habis merah padam karena ulahmu barusan.