
Selesai mandi dan memakai pakaian, nah soal pakaian tak perlu khawatir. Namanya juga sultan jadi semua kebutuhannya sudah di siapkan.
"Sayang, sebelum pulang ke vila temani aku beli tas ya.."
"Kau mau tas yang seperti apa?" memberikan sisir, "Sisir kan dulu rambut ku.."
"Ok, tapi kita singgah dulu untuk membeli tas.. ya, ya, ya?"
"Hm.." kenapa malah tambah cerewet sih dia?
Menyisir rambut hitam yang lebat dan wangi, dia tak pernah menggunakan minyak rambut melainkan hanya shampoo saja.
"Sudah selesai, sayang sisir kan juga rambut ku ya.."
"Kemarilah nona muda.."
Vely mengangguk, dia duduk di tempat suaminya tadi. Hanya bertukar posisi saja.
Mulai lah Sagaara menyisir rambut basahnya.
"Aduh.. sayang pelan-pelan dong.. sakit.."
"Rambut mu yang susah di sisir.. jangan menyalahkan ku.."
"Kan, kenapa kau malah menyalahkan rambut ku sayang!?" tangannya menggantung di udara, "Kemari kan sisirnya."
Dia menepis tangan Vely, "Tidak usah, aku tak terbiasa memberikan apa yang sedang ku kerjakan kepada orang lain."
Menyisir lagi, "Aduh.." kali ini kepalanya sampai ter ikut tarikan sisir Sagaara, "Sayang, sakit tahu!!" mencubit perut suaminya.
"Aduh.. kenapa kau mencubit ku? Sudah ku bilang kan semua ini gara-gara rambut mu.."
"Jadi kau tidak suka rambut ku?" manik coklatnya menatap sedih.
Salah lagi! "Bukan sayang, rambut mu tidak bersalah.. tapi benda ini yang terlalu kecil yang salah, lebih baik ku patahkan saja.."
Saat mau meremas sisir itu, Vely mengambilnya.
"Jangan, sayang aku belum selesai menyisir rambut ku.."
"Kalau begitu duduklah.. akan ku sisir lagi, aku akan menyisirnya dengan hati-hati."
Main sisir-sisirannya sudah selesai, sekarang waktunya untuk sarapan. Berhubung dirinya juga anak sultan super jadi para koki dan pelayan membawakannya ke dalam kamar presidential tersebut.
***
Mobil convertible mewah itu sudah di pompa bannya, jadi tuan muda bisa mengantar istrinya berbelanja tas baru.
Membentangkan kedua tangan dan membiarkan angin mencicipi kulitnya.
Sagaara tersenyum melihatnya, "Hati-hati sayang, jangan terlalu lama berdiri."
"Sayang tambah lagi kecepatan mobilnya, ya.."
"Hei jangan main-main.. kau itu sedang hamil.."
"Aaa.. sayang ayolah, tambah sedikit saja ya?"
"Duduk!"
Vely mengerucutkan bibirnya dan langsung duduk, melipat kedua tangannya di depan dada lalu memalingkan wajahnya menatap pemandangan dari jendela.
"Sudah jangan marah, aku tidak mau hal buruk terjadi padamu dan calon anak kita.."
Aaaaa.. seketika Vely luluh saat mendengar nya.
"Sayang ayo cepat.. nanti tasnya habis.."
"Bersabarlah, memangnya tas seperti apa yang ingin kau beli?"
"Mulai dari yang mini.. sampai yang besar sayang."
"Sebanyak itu, untuk apa?" dia mengernyit.
"Kau kan punya banyak uang.. hanya membeli tas saja tidak akan membuat mu kehabisan uang." manja.
"Ya aku tahu itu, tapi tas sebanyak itu untuk apa?" kesal.
"Pokoknya beli saja." nah loh nona muda kesayangan tuan Sagaara sudah kesal, dia malah menghentak-hentakan kakinya di mobil.
"Hei sayang apa yang kau lakukan, hentikan! Jangan bersikap seperti itu, kaki mu bisa sakit.." mengelus kepala Vely, "Baiklah-baiklah sayang, kita beli semua tas yang kau inginkan ya?"
"Janji?" janji kelingking.
"Iya.. aku janji."
###
Jauh di dalam hati nona sedang tersenyum jahat membayangkan rencana Vely untuk kembali mengerjai suaminya.
VOTTE.. VOTTE.. VOTTE..