Contract Marriage

Contract Marriage
Inilah Hukumanmu


Vely dan Ars sudah tiba di Vila, wajahnya mengatung mendung dengan rasa takut. Memorinya kembali bangkit saat dirinya di masukan ke kandang harimau.


Di pintu sudut ruangan tempat itu akan menghubungkan mereka dengan ruang bawah tanah, saat suara pintu terbuka dia memanggil pria yang berjalan di depannya.


"Sekretaris Ars?"


Ars menghentikan langkahnya namun jangankan menoleh, untuk sekedar menjawab ya atau bahkan hm saja dia tak melakukannya.


"Sekretaris Ars, aku -"


"Menurutlah nona, jangan membuat hukuman nona menjadi lebih berat."


Tapi aku tak bersalah.. Vely menggigit kecil bibir bawahnya lalu menundukan pandangan.


"Lebih baik nona menurut saja.. mungkin dengan hal itu amarah tuan muda bisa sedikit berkurang."


Tapi aku tetap tidak bersalah..


Vely terpaksa menyeret kedua kakinya mengikuti langkah kaki Ars. Pemuda itu bahkan sudah tak banyak bicara.


Bahkan suamiku sendiri tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan, kenapa hal ini bisa terjadi?


Dia terus beradu argumen dengan bathin nya sendiri, hingga tak sengaja menabrak punggung kekar Ars yang mendadak berhenti di depannya.


"Ma- maafkan saya sekretaris Ars."


Tangan Ars bergerak memutar handle hingga pintu pun terbuka, ruangan yang nampak gelap menyambut kesedihan Vely.


"Silahkan masuk nona.. dan jalani lah hukuman dari tuan muda."


Apakah dia akan kembali menyiksaku?


Vely masih mematung di tempatnya.


"Nona?" yang di panggil masih diam, "Nona Lovely?!"


Eh? "Iya.. baiklah, aku akan menjalani hukuman ku.."


Tangan Ars menggantung di udara, membuat Vely bingung.


"Berikan hp nona.. selama menjalani masa hukuman, nona di larang untuk menggunakan hp.."


Bahkan aku harus menjalani hukuman ini dengan menyedihkan?


Hanya sedikit cahaya yang masuk di ruangan itu melalui celah ventilasi.


Pengap, itulah yang ia rasakan. Vely melangkah perlahan dengan tangan yang meraba dinding dingin.


Lalu perlahan mendudukan tubuhnya di atas lantai, memeluk kedua lututnya sembari membenamkan wajahnya kedalam pelukan lutut.


Air matanya menetes saat ingat bagaimana tadi ia di perlakukan, beberapa menit kemudian dia terkejut saat mendengar suara pintu yang terbuka.


Vely berusaha berdiri hingga ia memejamkan mata saat lampu ruangan di nyalakan, silau sekali.


"Kau menikmati hukuman mu?!"


Dia mengenali suara yang dingin itu, lalu membuka mata dan terkejut saat melihat isi ruangannya.


Lalu memberanikan diri menatap manik hitam Sagaara.


"Kau takut?" Sagaara mendekat lalu memeluknya.


"Kau membuatku takut, aku takut kau akan marah.."


"Aku sudah melihatnya dari awal, mana mungkin aku menghukum mu.."


"Tapi tadi -"


Sagaara melepas pelukannya, mengusap air mata Vely.


"Sayang, apakah ini yang di sebut dengan penjara bawah tanah? Kenapa mewah?"


Ya memang benar, sebenarnya tempat ini bukanlah penjara bawah tanah melainkan hanya tempat khusus yang di buat untuk tuan muda.


Lengkap dengan fasilitas mewah, karena lama tak di gunakan makanya hawa di ruangan ini terasa dingin.


Sagaara mencubit ke dua pipi Vely, "Kau akan tetap di hukum, tinggal disini selama tiga hari.. tanpa hp."


"Hah? Tapi sayang itu artinya aku tidur sendirian -"


"Enak saja, kau tidak boleh tidur sendirian.. bagaimana jika kau kabur? Aku harus mencarimu kemana? Kau memang di hukum tapi aku akan tetap mengawasi mu di ruangan ini!"


Haaaah.... Sagaara menghela nafas panjang setelah mengomel panjang x lebar.


Nah nona Lovely, bersiaplah menerima hukuman mu mulai nanti malam ya.. 🥰🥰🥰