
Helikopter telah di siapkan di atas atap gedung Global Group, di dalam heli itu sudah ada Ars dan seorang pilot, sementara heli yang satunya lagi berisikan kelompok gengster Elang.
Heli lepas landas dari gedung tersebut dan mengudara dengan kecepatan maksimal dengan tujuan kota Jian Cheng.
"Tambah kecepatannya!" seru Sagaara yang sudah tak sabar lagi ingin segera menginjakan kakinya di kota tersebut.
"Tuan kita sudah berada di kecepatan terbang yang sesuai dengan standar penerbangan.." ucap pilot tersebut.
"Tambah, atau akau sendiri yang akan melempar mu di ketinggian!"
Mmm... "Ba- baik tuan akan segera saya tambah kecepatannya.." pilot itu sudah keringat dingin saja, padahal tuan muda kan tidak akan benar-benar melakukannya.
Kalau dia melempar mu dari heli, lalu yang menerbangkannya siapa?
Hampir menempuh satu setengah jam untuk sampai di kota Jian Cheng, kesabarannya dalam menunggu akhirnya mereka tiba juga di pusat kota.
2 mobil mewah berwarna hitam sudah menunggu kedatangan tuan muda Sagaara dan anggota lainnya.
***
Mobil yang di kemudikan dengan kecepatan super tinggi maksimal itu, membawa mereka sampai dengan cepat di sebuah apartemen tunggal yang mewah.
Kaki-kaki mereka turun dari mobil, Jack yang memimpin penggeledahan apartemen.
Berbekal kemampuan tekhnologi, Jack bisa membuka password pintu apartemen lalu dengan kasar dia mendorong pintunya.
"Si- siapa kalian?!" pekik Damian yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kau tidak perlu tahu siapa kami, tapi lebih baik kau cemaskan saja nasibmu sendiri!"
Damian terbelalak saat mendapati wajah dingin Sagaara yang mendekat, pria itu berdiri di hadapan Jack dan anak buahnya.
Di samping tuan muda, sudah ada sekretaris Ars yang memasang wajah datarnya.
"Sagaara?"
"Berani sekali kau muncul di negara ini? Aku membiarkanmu melarikan diri, tapi ini yang aku dapatkan? Kau merusak proyek milan -"
"Aku tidak punya hubungan apa pun dengan proyek milan!"
Ars mengangguk, lalu menatap Damian.. "Aku melacak IP yang menghubungkan jaringan telefon antara kau, William, dan kontraktor kami.. kontraktor itu membawa kabur uang yang akan di gunakan untuk membangun proyek milan."
"Apakah kau tahu untuk siapa tuan membangunnya? Tuan ingin memberikannya sebagai hadiah untuk nona muda yang tak lain adalah adik sepupu mu, nona Lovely.. atas tindakanmu ini, kau bahkan tak memikirkan perasaan nona?" lanjut Ars yang membuat Damian menggigit kecil bibir bawahnya dengan kuat.
"Aku berani bersumpah demi kehidupan ku, aku tidak tahu menahu soal proyek kalian.."
"Ars, dia sedang bermain dengan ku.. aku sudah kelaparan.."
"Jack, lakukan tugasmu!" seru Ars yang kemudian mundur selangkah.
"Mau apa kalian, tidak.. jangan menyakiti ku.. Sagaara percayalah padaku, aku tidak ada hubungannya dengan proyek mu.. aku menyayangi Lovely lalu bagaimana bisa aku merusak kebahagiaannya."
"Kumohon percayalah padaku -" Damian tiba-tiba melongok ke jendela kaca saat mereka semua mendengar suara jeep berhenti.
"Jika kau tidak punya hubungan dengan mereka, lalu kenapa mereka bisa tahu apartemen ini.." seru Sagaara memanas, "Jangan main-main denganku!"
"Sagaara, harus berapa kali aku mengatakannya? Aku berani bersumpah demi hidupku sendiri, orang yang kalian sebut sebagai William memang pernah menelefon ku dan menawari kerjasama tetapi aku menolaknya!"
Suara tapak kaki semakin mendekat.
"Sagaara ku mohon pergilah dari tempat ini, jaga adikku dengan baik. Aku yang akan mengurus mereka. Aku tak bisa membiarkan mu terluka karena jika hal itu terjadi, aku pasti akan kehilangan muka di hadapan Lovely.. tapi awas saja jika kau membuatnya menangis, meskipun aku mati hari ini dan menjadi hantu.. aku tidak akan pernah berhenti meng gentayangi mu!"
Damian mendekat lalu mendorong tubuh Sagaara, "Cepat pergi! Ingat kau harus bisa membuat adikku bahagia.."
Cih! Sialan, bisa-bisanya aku di nasihati pria sepertinya? Tapi anehnya sudut bibir Sagaara terangkat, senyum samar terlihat jelas di mata Damian.
Sialan, kenapa aku malah mengakuinya?! Damian juga membalas senyum tipisnya.
Damian melangkah lebih dekat, "Ku beritahu sebuah cerita romantis, kau ingat saat acara cagar alam di hutan Jian Cheng? Gadis yang tersesat bersama mu.. adalah istrimu sendiri!"
Sagaara terbelalak, dadanya bergemuruh..
"Pergilah, adikku pasti sedang menunggu mu!"
###
Votte nya doong 🥺