Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.17


Lah, tuan


muda sudah mulai sewot saja alias cemburu? Mungkin kah?


"Em ya


baiklah, saya akan pergi.. tapi tuan jangan lupa untuk mentransfer biaya


pengobatan nya ya? Hehe.."


Bukan


Sagaara namanya, jika tidak melirik orang lain hanya dengan ekor mata nya.


"Hm!"


Dia meraih


hp dan mulai bertransaksi, mentransferkan uang 5.000.000 untuk biaya pengobatan


Vely.


Tring!


Notifikasi


di hp milik dokter Hamish, "Ah nona manis, saya permisi dulu.. selamat


malam nona, tuan muda.."


"Selamat


malam, tuan.." balas Vely lalu tersenyum.


Nan


mengikuti langkah kaki dokter Hamish yang berjalan ke luar, lalu Nan menutup


pintu kamar tuan muda dari luar juga.


"Nan?"


"Iya,


dokter?"


"Kau


tahu, siapa wanita yang bersama tuan muda di dalam kamar?"


"Maaf


dokter.. saya sendiri juga tidak tahu siapa nona itu.. apakah dokter ingin saya


mencaritahu nya?"


Tangan


Hamish bergerak di udara, masih berjalan membelakangi Nan. "Tidak, tidak..


nanti juga kita akan mengetahui nya."


Nan


mengangguk, "Baik dokter.."


Nan


mengantar dokter Hamish sampai di ambang pintu, dia menatap lekat punggung


kekar yang sedang memakai kemeja putih itu.


***


Di dalam


kamar mendadak Vely memundurkan tubuh nya, saat melihat Gaara yang mendekat


sembari melepas satu persatu kancing kemeja nya.


Ma- mau apa


dia? Kenapa membuka kemeja..


Vely meraih


bantal, menutup wajah nya dengan benda itu. "Ja- jangan mendekat!"


Gaara hanya


menyeringai, dia sangat suka sekali menggoda upik abu nya.


Kemeja di


tubuh nya sudah lolos, hingga teronggok di atas lantai. Dia naik ke atas


ranjang.


Tangan nya


dengan cepat. Rona merah di wajah nya menyembul se enak nya!


Aaa, tidak..


matilah aku.. heh?


Tangan Gaara


tak sampai pada nya, rupa-rupa nya pria itu hanya mengambil guling yang


tergeletak di dekat Vely.


Gemetar,


gemetar, Vely mau teriak karena kelakuan Sagaara pada nya itu hampir-hampir


membuat jantung nya melompat keluar.


"Apa?"


ketus Gaara yang sudah membaringkan tubuh kekar nya di ranjang.. "Kau mau


tidur di sini.." menepuk ranjang, " Atau di sofa, di lantai, dimana


pun terserah!" lalu membalik badan untuk membelakangi Vely.


Membiarkan


gadis itu untuk menatap lekat punggung kekar seorang tuan muda Gaara.


Siapa juga


yang mau tidur denganmu!


Vely


mengerucutkan bibir nya, dan segera turun dari ranjang. Melangkah tergesa-gesa


menuju sofa.


Tangan nya


merogoh sesuatu di tubuh nya, Astaga! Tas, tas ku dimana? Vely beranjak


berdiri dia panik, lalu melangkah mendekati ranjang mencoba untuk membangunkan


Sagaara.


"Tuan,


tuan.." seru Vely mengguncang pelan bahu Gaara.


"Hm.."


"Tas


saya, dimana tas saya?"


"Tidak


tahu!"


"Tuan,


tolong jangan katakan tidak tahu.. pasti tertinggal di mobil.." Vely


kembali mengguncang bahu Gaara, kali ini sedikit lebih kuat. "Tuan -"


Vely


terbelalak saat Gaara mencengkram tangan nya, "Berhenti melakukan hal itu,


ini sudah malam lebih baik kau tidur. Jangan risaukan tas mu, tak ada seorang


pun yang berani menyetuh benda milik ku. Sekalipun aku sudah membuangnya!


Sana!" bentak Gaara sembari menghempaskan tangan mungil Vely ke udara.


"Emh!"


Vely mengelus tangan yang tadi di cengkram Sagaara, "Tapi tuan, saya harus


mengabari kak Dami -"


Gaara


membulatkan mata nya dengan sempurna, dia duduk di atas ranjang dengan


tangannya yang secara ganas mencengkram rahang ramping Vely.


"Berhenti


menyebut nama pria lain di hadapanku!" sorot matanya begitu dingin.