
Malam menenggelamkan jiwa-jiwa yang lelah, di dalam kamar yang besar ini Sagaara menatap hampa pada sekelilingnya.
Perlahan memejamkan mata sembari mengingat-ingat masa-masa saat beberapa tahun yang lalu.
Dimana dirinya mengikuti kegiatan cagar alam pada masa dirinya saat masih menimba ilmu di Universitas.
***
3 tahun yang lalu..
Semua peserta sudah bersiap diri, beberapa orang akan di berangkatkan dengan kapal besar menuju kota Jiancheng dan salah seorang di antara orang-orang itu adalah Vely.
Sementara tuan muda Sagaara? Biasalah namanya juga orang kaya kan memang bebas, jadi dia memilih untuk berangkat menggunakan helikopter.
"Ars, kau ikut dengan ku ya.. jangan mencoba untuk memaksaku naik kapal.. jantung ku bisa melompat keluar jika hal itu terjadi."
Cih! Sombong sekali dia ini!
"Dengar tidak?"
Ars mengangguk.
"Bagus, kau hanya perlu menuruti apa yang ku katakan.."
Singkat cerita mereka pun akhirnya sampai juga di ibu kota, semua panitia penanggung jawab dan utusan sudah bersiap di tempat untuk menyambut mahasiswa / mahasiswi itu.
Berbeda halnya dengan tuan muda dan Ars, mereka di sambut layaknya putra penguasa.
Mereka tidur di hotel mewah nan elit yang sudah di siapkan, sementara peserta lainnya tidur di mes yang telah di siapkan.
Karena mereka tiba saat senja menyapa, jadi kegiatan akan di lakukan besok pagi saja.
"Ars, kau lihat dimana pelayan hotel meletakan jam tanganku?"
"Saya tidak melihatnya tuan.."
"Lalu jaket ku?"
"Saya tidak tahu.."
"Kau ini semua yang ku tanyakan selalu saja menjawab tidak tahu, tidak tahu! Enyah saja kau sana!"
Tuan muda yang marah langsung membanting pintu kamar, dan melangkah pergi.
Jalan-jalan di keramaian malam hingga tak sengaja dirinya bertabrakan badan dengan seorang gadis, membuat Sagaara terduduk di lantai.
"Aah! Sialan, tidak punya mata ya?!" bentak Sagaara membuat Vely takut.
"Ma- maafkan saya, tu- tuan.. saya tidak sengaja.. tuan tidak apa-apa?" Vely mengulurkan tangannya mencoba ingin menolong.
"Pergi sana!!" Sagaara menepis kuat tangan Vely hingga memerah, "Dasar kau perempuan jelek!"
Mmm.... Vely menggigit kecil bibir bawahnya hingga bergetar, "Ma- maafkan saya.." teriak Vely sembari berlari meninggalkan si tuan muda.
***
Pagi pun menyapa, semua peserta sudah siap untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum berangkat, mereka akan di bagi menjadi beberapa kelompok.
Sagaara dan Vely menjadi teman satu kelompok.
Cih! Menjijikan! Sorot mata tuan muda sedang menghina nya, membuat Vely menundukan pandangan mata.
Di mulai dari sebuah tenda pos, disetiap 30 meter mereka akan menemukan tenda pos petugas untuk melapor.
...
Masing-masing kelompok sudah berjalan, sekarang giliran Sagaara dan Vely.
"Hei jelek cepat sedikit jalanmu! Lambat!"
Kenapa ada pria sekasar ini sih?
Vely yang berjalan di belakangnya, dan juga tidak memperhatikan keadaan sekitar membuat kakinya tersandung akar pepohonan.
"Owaah!" hidung nya membentur punggung kekar tuan muda yang sekarang di atas kepalanya muncul 2 tanduk.
...
Tertinggal dari kelompok lainnya wah hari ini tuan muda memang sedang sial.
"Lihat kan, gara-gara kelambanan mu kita terpisah dari kelompok lainnya.."
"Kenapa tuan menyalahkan saya, bukan salah saya jika kita -"
Vely memundurkan langkahnya, saat tuan muda memajukan langkah kakinya sembari melempar tatapan dingin.
Berani sekali dia menjawab ku! Cih!
...
Senja pun menyapa dan mereka berdua sudah masuk di kedalaman hutan, sial sekali Vely harus satu kelompok dengannya.
Untung saja Vely memakai jaket tebal jadi angin malam akan sulit untuk mencicipi kulitnya.
"Ayo cepat jalan, kenapa malah duduk? Ini semua karena kesalahanmu!"
Se-enak nya saja menuduhku! "Tuan, saya lelah.. lebih baik kita istirahat sebentar untuk menghimpun tenaga!"
"Kau saja yang istirahat, aku akan mencari jalan keluar sendiri!"
Terserah!
Berani sekali dia memalingkan wajahnya dari ku! Sagaara mendekat lalu menjetik kan telunjuknya di kening Vely, menyebabkan kening itu memerah.
"Aaa.. sakit!"
Tangan seorang upik abu yang memegang tangan tuan muda, dan lagi mereka bersitatap cukup lama.
Wajah keduanya sama-sama menyembulkan rona merah di wajah.
Sial!! Kenapa dia begitu manis sih! Protes si tuan muda.