Contract Marriage

Contract Marriage
Kabar Bahagia


Terik mentari perlahan mulai memudar seiring dengan bergulirnya waktu, bahkan sinarnya saja sudah mulai menampakan cahaya jingga di ufuk barat.


Sagaara baru selesai mandi, rambutnya basah berantakan dan hanya mengenakan handuk yang melilit sempurna di pinggangnya.


Dia menyisir rambut basahnya dengan jemari sembari duduk di tepi ranjang, menatap wanita yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Sudah bangun?"


"Emh.." Vely duduk bersandar di sandaran ranjang, menatap ke sekeliling kamar.


"Kenapa?" Tangan Sagaara terulur meraih kaki Vely dan memijati nya, "Kau lelah? Lihatlah ini kau bahkan tertidur lama sekali."


Namun Vely masih diam, tadi dia bermimpi bertemu dengan kak Damian. Ada sedikit rindu untuknya tapi bahkan Vely tak berani menyebut atau pun menceritakan tentang mimpinya kepada Sagaara.


Dia takut, jika Sagaara akan marah jika mengetahuinya.


"Aku tidak apa-apa sayang, hanya saja mataku masih mengantuk.."


"Hm, kau bahkan tidur hingga sore hari dan sekarang masih mengantuk?" Vely mengangguk sembari tersenyum, "Ayo cepat mandi.."


"Iya.."


Tubuh yang serasa lelah membuatnya ingin berendam sejenak di dalam bath up, Vey menuangkan sabun cair dengan aroma rose merri dan mengaduknya sebentar sampai berbusa.


***


Selepas mandi dan memakai pakaian rapih, "Sayang ayo kita jalan.."


"Jalan? Tadi siang kan sudah jalan.. memangnya masih belum puas?"


Vely menggeleng, dia manja sekali malam ini. "Aaa... sayang ayo.." dia bahkan menari-narik tangan Sagaara.



"Kita ke rumah mommy ya, kan sudah lama kita tidak kesana -" Eh?


Sagaara menarik pinggang ramping Vely, lalu mencubit pelan hidungnya, "Tidak mau.. kalian pasti akan bergosip."


"Memangnya apa yang akan kami gosip kan sayang? Aku kan bukan perempuan penggosip.."


"Tidak mau, sudah ya jangan merengek lagi.. pokoknya aku tidak mau ke rumah mommy.. atau aku akan mengurung mu lagi di kamar bawah tanah, tinggal pilih saja."


Vely diam dan cemberut, bibir kecilnya itu mengerucut dengan imut. Membuat Sagaara menghela nafas.


"Baiklah, baiklah.. ayo kemari.." Sagaara merentangkan kedua tangan nya, "Peluk aku dulu, baru kita pergi ke rumah mom -"


Belum selesai bicara, tapi nona muda langsung menghamburkan diri dan membenamkan wajahnya di dada bidang Sagaara.


"Sayang, bukankah mommy dan daddy belum tahu tentang kehamilan ku?"


"Apakah kau tidak berencana untuk memberitahukan nya malam ini?"


"Nanti akan ku beritahukan.." Vely meloloskan wajahnya, ia mendongak lalu dengan cepat Sagaara mengecupnya. "Makan malam di rumah mommy juga.."


"Iya, aku ingin sekali makan masakan mommy.."


"Tidak, tidak.. kau tidak boleh memakan nya.."


Hah? "Kenapa sayang?"


"Mommy tidak bisa masak, masakannya adalah makanan terburuk yang pernah ada."


"Tapi -"


"Sudah, biarkan saja chef yang memasaknya. Ayo.."


Mereka berdua keluar kamar bersamaan menuruni anak tangga, dan menuju garasi mobil.


***


Setelah sampai di rumah mommy, mereka berdua segera masuk ke dalam.


"Sagaara, Vely? Kenapa tidak bilang kalau mau datang ke rumah?"


Alea menyambut menantunya yang manis itu dengan sebuah pelukan.


"Kami sengaja tidak mengabari mommy terlebih dahulu."


"Kapan kalian datang?" tanya Tristan yang baru saja muncul dari kamar.


"Kami baru saja datang dad.." Sagaara.


"Mommy, daddy.. kami punya kabar bahagia.." imbuh Vely.


"Benarkah? Apa itu?" tanya Mommy usai melepas pelukannya.


"Vely hamil.." sahut Sagaara sembari memeluknya dari samping, dengan satu tangannya yang mengelus perut Vely.


"Woah.. benarkah? Itu artinya kami akan menjadi omma dan oppa? Suamiku kau dengar itu?" Alea merangkul tangan Tristan yang juga ikut tersenyum.


Bersambung..


###


Lanjut besok lagi ya, nona capek seharian full kegiatan.. ini baru istirahat di rumah.


Tolong votte nya ya 🥰