Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.15


Gaara sudah


menapakkan kedua kaki nya di tanah, tapi Vely masih enggan mengikuti nya.


"Kau


mau turun, atau tidak?"


Vely


membuang pandangan wajah nya, tak mau menatap Gaara. Pria itu mendengus kesal.


"Baiklah!"


Terdengar


suara pintu mobil yang di banting dengan kuat, sedikit membuat Vely terkejut.


Dasar pria


aneh, sebentar baik.. sebentar jahat!


Gaara


melangkah menuju pintu mobil di samping tempat duduk Vely, Apa.. mau apa dia?


Tek!


Cepat-cepat


gadis itu mengunci diri nya di dalam mobil, alhasil membuat Gaara tak bisa


membuka nya dari luar.


"Hei,


apa yang kau lakukan.. kenapa malah mengunci diri mu dari dalam mobil."


teriak Gaara dengan nada marah, suara nya sudah meninggi. Bahkan diri nya juga


mulai menggedor kaca jendela.


"Hei


upik abu sialan, cepat keluar sebelum aku menghancurkan mobil ini!"


Apa?


Menghancurkan mobil mu sendiri? Haha mana mungkin kau melakukan nya!


😲


Ternyata kau


salah, Vely. Pria itu benar-benar serius dengan ucapan nya! Lihat kan? Gaara


segera mencari batu untuk memecahkan kaca jendela mobil.


Hal itu


membuat nya takut bukan kepalang, prak.. prak.. prak.. terdengar suara benturan


antara batu dan kaca jendela mobil.


"Apa


yang tuan lakukan?" dasar pria gila! Di- dia serius dengan ucapan nya!


Prak!!


"Aaa!!"


Hantaman


terkahir berhasil memecahkan kaca jendela mobil.


Tek!


Gaara


memasukkan tangan nya ke dalam dan berhasil membuka kunci pintu mobil nya.


"Turun!"


membuka pintu mobil, dia mencengkram tangan mungil Vely, "Turun! Sebelum


aku menyeretmu seperti binatang!"


Emh, emh,


emh...


Sebagai pria


kau sudah keterlaluan, hei tuan muda Sagaara! Dia hanyalah korban dari ke


egoisan hubungan mu dan juga Rani.


sakit..." pergelangan tangan nya memerah. "Sakit.. tuan muda tolong


lepaskan saya!"


"Diam!"


Gaara membentak nya, "Jika kau menuruti ku, maka hal ini tidak akan


terjadi.." Gaara masih menarik tangan Vely, membuat gadis itu berjalan


cepat seperti sedang di seret.


Gaara terus


membawa nya hingga masuk kedalam vila, ada beberapa pelayan di dalam yang


sedang melakukan aktifitas nya seperti biasa, "Selamat malam tuan,


nona.." Siapa nona itu?


Mata pelayan


itu terus bergerak, mengikuti tuan muda Sagaara yang masih menyeret Vely menuju


sebuah kamar di lantai 2.


Ke- kenapa


dia membawa ku ke kamar? "Tuan tolong lepaskan saya, biarkan saya pulang! Kak Damian, aargh!!"


Gaara


menarik kuat tangan gadis itu, lalu mendorong nya hingga tersungkur di lantai.


Dengan kepala nya yang terlebih dahulu membentur tiang ranjang.


Kening nya


memar, "Vely?" mendadak kepribadian Gaara berubah lembut, saat


melihat Vely memar. Dirinya ikut mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan gadis


malang yang selalu di panggil dengan nama upik abu, "Kau tidak


apa-apa?"


Gaara


menggendong nya, lalu mendudukkan nya di atas ranjang.


Kenapa


mendadak se khawatir itu, setelah tadi menyakiti ku?


Gaara menjadi


panik, dia berjalan cepat keluar kamar. Dia berteriak memanggil pelayan,


"Nan!! Nan!!"


Haaah, demi


apa kau berteriak-teriak memanggil kepala pelayan dari lantai 2? Benar-benar


membuat kerjaan saja.


Nan, berlari


cepat naik ke lantai 2 untuk memenuhi panggilan tuan muda nya, "I- iya


tuan, saya?"


"Cepat


telefon dokter, suruh dia datang dalam waktu 5 menit!"


Hah? 5


menit, hei tuan muda.. kau ini sadar atau tidak, sih? Dokter itu akan datang


melalui jalur darat, bukan menggunakan heli kopter.


"Dengar


tidak?!" Gaara menyentak nya hingga Nan tergelak.


"I- iya


tuan, saya dengar.."


Nan kembali


turun ke lantai satu, segera melakukan panggilan telefon.