Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.14


Gaara


semakin senang saat melihat gadis itu ketakutan, "Me- menjauh!"


sentak Vely dengan mata terpejam takut, tak sadar kedua tangan hinanya telah


berani menyentuh dada bidang taun Sagaara, lalu mendorong nya sekuat mungkin.


Hmph! Dasar


upik abu sialan, ternyata kau menarik juga ya?


Tangan kekar


Gaara dengan cepat menarik tengkuk Vely, lalu menarik nya agar bisa lebih


dekat. Membuat wajah manis Vely merona merah.


"Ma-


mau apa, tolong lepaskan saya!" seru Vely sembari memukul-mukul dada


Gaara.


Ternyata kau


jauh lebih menarik dari Rani, hmph!


💋


Tuan Sagaara


telah merenggut kesucian bibir Vely, hingga membuat gadis itu membelalak.


Tubuhnya


bergetar, tindakan Gaara membuat Vely refleks menggerakan tangan nya, plak!


Tamparan


kerasa mendarat di wajah tampan Gaara.


"Jangan


se enak nya menyentuhku, tuan muda Sagaara yang terhormat! Aku bukan


seorang gadis yang bisa kau jamah semudah itu!!" teriak nya


menggema di dalam lift, nafas nya tersengal karena begitu emosi.


Mendapatkan


penolakan seperti itu malah membuat Gaara semakin senang, tangan nya bergerak


mendekat ke wajah Vely.


Gadis itu


mengira akan di tampar balik, nyatanya tidak! Malahan Gaara hanya mengusap air


mata yang menetesi pipi nya.


Dia kembali


mendekatkan bibir nya ke telinga Vely, lalu berbisik lembut. "Permainan


baru saja di mulai..." tangan nya membelai wajah bagian kanan Vely,


"Sayang...." panggil nya dengan suara lembut.


Ting!


Pintu lift


pun terbuka, Gaara melangkah keluar terlebih dahulu meninggalkan Vely yang


masih terdiam gematar.


***


Mobil yang


di kemudikan Gaara melaju dengan kecepatan setengah cepat, Vely yang duduk di


samping nya pun merasa takut.


Satu tangan


nya sudah menggantung di handle pintu atas mobil, Vely memejamkan mat nya erat


saat mobil yang mereka naiki melaju di pertigaan jalan raya. Kendaraan berlalu


lalang dengan ramai.


Ya Tuhan,


cabut saja nyawa ku sekarang, aku sudah berubah fikiran. Aku tidak mau lagi


Gaara yang


melihat nya hanya tersenyum tipis, dan semakin menambah kecepatan mobilnya.


Terus menambah kecepatan hingga akhir nya mereka pun sampai juga di sebuah vila


mewah.


Jantung Vely


berdebar kencang, wajah nya sudah memucat. Dia menatap Gaara dengan tatapan


yang menyebalkan, Tangan dan kaki nya masih saja gemetaran.


"Kenapa


melihatku? Cepat turun!"


Kenapa dia


membawa ku kemari?


Gaara


melepaskan sabuk pengamannya, "Kenapa diam, asal kau tahu saja ya.. tempat


ini sangatlah angker!"


Vely


tergelak saat mendengar nya, "A- angker?" bulu kuduk nya mengembang


sempurna.


"Lihat


itu!" menujuk jendela mobil do sebelah Vely dengan serius.


"Aaaa!!"


ke isengan Gaara, membuat nya tak sadar telah merangkul tangan Gaara yang


menyebalkan.


"Bwahahaha..


dasar penakut, tadi kau berani menamparku.. tetapi dengan hantu saja kau takut?


Dasar upik abu!"


Vely


mencubit pelan lengan Gaara yang masih setia ia rangkul, membuat Gaara meringis


kesakitan.


"Namaku


Lovely, bukan upik abu!"


"Bukankah


sudah ku katakan, hanya aku yang boleh menghina atau pun menghardik


seseorang.." Gaara menekan pucuk kepala Vely, lalu mengarahkan kepala


gadis itu agar bisa melihat ke depan. "Turun, atau kau tinggal sendirian


disini!"


Dengan kuat


Vely menepis tangan Gaara dari kepala nya, "Saya tidak akan turun, tuan


tolong antar saya pulang ke rumah. Kak Damian pasti sudah menunggu -"


Mendengar


nya mengucapkan nama pria lain membuat Sagaara mengernyit sebal. Dia tidak


suka!


"Pulang


saja sendiri, lagian kau juga tidak mengenali daerah ini."


Gaara segera


turun dari mobil, "Cepat turun, malam ini kita berdua menginap di


vila!"