Contract Marriage

Contract Marriage
Musim Kedua - Prolog


Sisa hujan yang menetes dari rerumputan di tanah lapang, semilir angin mengelus lembut rambut coklat seorang wanita yang sudah 5 bulan menjadi istri dari tuan muda Sagaara.


Lovely namanya, dengan sikapnya yang ramah dan lembut bukankah nama itu sangat cocok untuknya?


_______________________



"Selamat pagi sayang.." sapa Vely sembari melempar senyum manis nya.


Sagaara pun membalas senyuman nya, "Kemari.." tangan nya bergerak lembut mengusap pucuk kepala sang istri.


"Sayang?" memeluk, "Ayo kita pergi ke wahana.. sudah lama juga kan kita tidak pergi kesana.. tapi hanya kita berdua saja ya, jangan membawa sekretaris Ars."


Nah, si jomblo itu hanya akan jadi obat nyamuk yang mengenaskan jika ikut.


"Hm.. ya sudah, cepatlah bersiap-siap.. tidak usah dandan kau hanya boleh tampil cantik di depanku saja.."


Vely mengangguk, "Ya, aku mengerti.. terimakasih sayang.." sebelum pergi ganti baju terlebih dahulu Vely mencium pipi suaminya, muah!


15 menit kemudian setelah bersiap, "Sayang ayo aku sudah siap.."


"Ayo.."


Mobil yang di kemudikan Sagaara pun melaju dengan kecepatan sedang menuju wahana.


Seperti biasa tempat itu tak pernah sepi, selalu saja ramai. "Sayang.." Vely merangkul lengan Sagaara, "Ayo cepat aku mau naik roller coaster.."


"Naik wahana yang lainnya saja, ya? Kau bisa pusing nanti.."


Vely menggeleng, "Mmm... pokoknya naik wahana yang itu saja."


"Ya sudah, ayo.."


Tuan muda yang kaya raya, tak perlu membeli karcis kan wahan ini juga merupakan salah satu dari sekian banyak aset yang dia miliki.


"Sayang ayo cepat.." Vely menarik tangan Sagaara, wanita itu benar-benar bertingkah seperti anak kecil.


"Astaga sayang tidak bisakah kau bersabar sebentar?"


"Aaa... ayo cepat, jangan kelamaan nanti kursinya penuh."


"Kursinya tidak akan penuh.."



Bagaimana bisa penuh? Pantas saja ternyata satu wahana itu sudah di boking oleh tuan muda, aaa culas!


"Kenapa kau takut? Bukannya tadi kau yang sangat antusias ingin bermain wahana ini?!"


"Aku memang mengatakan ingin, tapi tidak dengan kecepatan yang seperti ini!!" teriak Vely dimana suaranya saat itu sedang beradu dengan udara dan suara bising dari mesin roller coaster.


"Nikmati saja sayang, jarang-jarang kita bisa datang dan bermain berdua kan?"


"Aaaa tidak mau, aku mau turun pokoknya.. cepat hentikan!!"



Aaaah... separuh nyawa Vely melayang.


***


Gemetar, gemetar terasa di sekujur tubuhnya, dengan perasaan yang tak karuan Vely tetap memaksa kedua kaki nya untuk melangkah.


"Ini sudah hampir satu jam sejak kita turun dari wahana, kenapa kau masih begitu?"


Hm, memangnya gara-gara siapa lagi jika bukan karena dirimu..


"Sayang, gendong aku.. kaki ku sakit.." tangan Vely bergerak memberikan isyarat jika dirinya ingin gendong belakang.


Apa? Gendong? "Inikan tempat umum.. jalan kaki saja."


"Aaaa... jahat, kau memang kejam. Padahal kaki ku ini sedang sakit tapi kau tak mau menggendong ku?"


Vely mengambil hp dari dalam tasnya, mengusap layar dan mencoba menelefon seseorang.


"Mau apa kau dengan hp itu?"


"Menelefon sekretaris Ars, biar dia saja yang menggendong ku.. suamiku kan tidak ma -"


Tangan Sagaara bergerak cepat menyambar hp itu dari tangannya, "Awas saja kalau kau berani melakukannya.. hanya aku saja satu-satunya orang di dunia ini yang boleh menyentuh mu.."


Tuh lihatkan tuan muda Sagaara sudah cemburu 🙈 dia berjongkok di depan Vely, "Cepatlah!" aaah apa itu yang muncul samar di wajahmu? Kau merona tuan muda Sagaara.