
Ars segera melajukan mobilnya menuju tempat pembangun proyek milan, disana tuan muda sudah menunggunya.
Sepanjang perjalanan dia terlihat tidak fokus, bagaimana tidak? Dia masih memikirkan langkah apa yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya itu.
Satu jam menempuh waktu perjalanan akhirnya sampai juga di lokasi yang di tuju.
Ars memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil si tuan muda, dia segera keluar dan melangkah ke tempat Sagaara menunggu.
"Selamat siang tuan.."
"Hm.."
"Tuan, pembangunan proyek ini sudah berjalan 60%.."
Ya, benar sekali bahkan tanpa di jelaskan pun Sagaara bisa melihatnya. Proyek yang di pimpin langsung oleh Jack bisa berjalan sepesat ini.
Jack, si pria gengster itu sedang mengomando para pekerja. Dia memberikan bow kepada dua tuannya dari kejauhan yang kemudian di balas anggukan kepala oleh keduanya.
"Tuan, Jack bekerja dengan rapih dan penuh ketelitian."
"Ya, aku bisa melihatnya."
Sagaara diam lagi, lalu dia melirik sekretaris nya itu dengan ekor matanya. Wajahnya nampak dingin. Seperti orang lain saja.
"Kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku?"
Eh, apa? "Tidak, tuan.."
"Jangan berbohong, Ars.. aku sangat mengenalmu!"
Ars diam.
"Katakan saja, kau mungkin bisa menutupi nya dari orang lain.. tapi tidak denganku."
"Haha.. apa yang saya sembunyikan? Tidak ada hal yang seperti itu -"
Bola mata Ars membulat saat Sagaara menunjukannya sebuah video yang ia anggap sebagai aib.
Cih! Memalukan, kenapa video itu bisa berada di dalam hp nya?! Ars sedikit geram akan hal itu, "Tuan.. kenapa bisa -"
"Kau menyukai Liora?"
Ars selama ini tak pernah memalingkan wajahnya jika sedang bicara empat mata dengan tuannya. Tapi kali ini, dia melakukan hal itu.
"Kau ingin memberinya bunga kamboja?" wajah Ars memerah, "Kau kira dia itu hantu lajang?"
Apa?
Dia pusing memikirkan sekretarisnya, apakah karena kelamaan jomblo sampai bertingkah seperti itu?
Lalu Sagaara menepuk bahu Ars, "Aku akan membantu mu.."
"Tidak, tuan.. saya tidak menyukainya." bohong, "Saya hanya -"
"Baiklah, aku akan memaksanya menikah dengan Jack atau Longe.. siapapun prianya bukan kah tidak masalah? Mereka berdua juga tak kalah tampan."
Mendengar kalimat itu Ars langsung menepis tangan tuan mudanya dengan sedikit kasar, dia cukup berani melakukan hal itu tanpa sadar.
"Jangan mencoba hal yang tak mungkin -" cih! Sialan, aku sampai terpancing seperti ini!
"Kenapa? Tidak rela, terserah kau saja.. jika kau ingin mendapatkannya bukan hal yang sulit untukku membantu mu.."
Ars diam, mungkin sedang memikirkan penawaran ini.
"Kesempatan tidak akan datang 2x Ars!"
Hm.. dia mengangguk, "Tapi jangan beritahu nona muda.."
"Ya, jangan khawatirkan hal itu.. dia tak akan tahu sampai kalian sendiri yang datang memberitahukannya."
"Baiklah tuan, apa yang harus saya lakukan?"
Dengan semangat Sagaara menasihatinya, "Pertama ikat dia dengan sesuatu yang jelas."
Mengikat? Apakah maksud tuan aku harus mengikatnya dengan kontrak pacar?
Bukan Ars, maksud tuan mu adalah segera ungkapkan perasaan mu padanya, jadi kau bisa mengikat nya dengan sesuatu yang jelas.
"Kedua, jangan lepaskan pandangan mu darinya."
Ars mengangguk, Aku harus memperluas cctv di kantor. Agar aku bisa melihatnya terus.
Bukan Ars! Maksud tuan mu itu adalah, terus berikan perhatian mu pada Liora layaknya sepasang kekasih.
###
Tolong bantu aku untuk menjelaskannya pada sang sekretaris ini 🙈
Btw, semua rekaman aktifitas yang terjadi di lantai teratas gedung Global Group itu, akan masuk ke hp nya si tuan muda.
Satu hp pribadi miliknya, lalu hp keduanya hanya untuk yang berhubungan dengan kantor dan salah satunya ya itu tadi ðŸ¤