
Di meja makan pagi ini sarapan yang di sajikan hanya bubur ayam, itu pun atas perminataan tuan muda Gaara.
Alasan nya sih karena proses pemulihan nona muda di rumah ini.
"Habiskan sarapan mu.." seru Gaara setelah menyeduh susu hangat nya hingga setengah gelas.
"Iya, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku.."
"Hm.."
Selesai sarapan Gaara dan Vely yang sudah beranjak dari ruang makan dan baru saja melangkah sampai di ruang keluarga, Ars datang menghampiri.
"Tuan, bisa kita bicara sebentar? Hanya 4 mata."
"Ya, tentu saja bisa.. ayo kita ke ruang kerjaku.."
"Baik, tuan.." Ars mengikuti langkah kaki Gaara mrnuju ruang kerja dan sudah pasti melewati Vely yang sedang berdiri.
Ars memicingkan mata nya melirik Vely sembari menaikan satu alisnya.
Apa? protes Vely membulatkan bola matanya, sekretaris dingin itu baru saja melemparkan nya dengan senyum hangat.
Dia tersenyum, pria berdarah dingin itu baru saja hidup?
____
"Katakan!" ucap Gaara sembari mendudukan tubuhnya di atas sofa.
"Tuan Yu mengirimkan kontrak kerjasama dan ingin bertemu dengan tuan muda pagi ini.."
Ars meletakan sebuah amplop coklat bergaris di atas meja, "Tuan bisa melihat nya terlebih dahulu."
Gaara meraih benda tersbut lalu membukanya, senyum jenakanya benar-benar menyebalkan.
"Kontrak apa ini, di dalam nya hanya ada foto wanita jelek! Untuk mu saja.."
"Maaf tuan, tetapi tuan Yu ingin bertemu dengan anda sembari memperkenalkan putri sulungnya -"
Gaara menyipit lalu melemparkan foto-foto itu ke udara setelah ia remas.
"Bagiku hanya ada Rani, dan tak ada yang bisa mengalahkan pesona nya.. termasuk istriku sendiri."
"Saya harap tuan bisa lebih bijak dalam menilai seorang wanita."
Gaara menaikan satu alisnya, "Apa maksudmu berkata seperti itu?" melipat tangan di depan dada, "Kau ingin mengajariku soal wanita.. hmph! Tunggu setelah aku mihatmu mendapatkan wanita baru kau boleh mrengajari ku!"
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud lancang.. tetapi apa yang kita lihat itu tidak semuanya sesuai dengan apa yamg ada di dalam fikiran..
Haahh... tuan Sagaara mendesis sebal, "Sepertinya kau terlalu bamyak bekerja ya?" mengeringai, "Pergilah, tidak usah bekerja untuk 4 hari kedepan!" menatap tak suka pada kaki tangannya sendiri.
Ars mengangguk, "Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud untuk lancang."
***
Sepanjang perjalanan Gaara hanya mendengus sebal, membuat Vely yang duduk di sampingnya melirik berkali-kali.
Ada apa sebenarnya, setelah berbicara dengan sekretaris Ars dia malah jadi seperti ini.
Mobil yang di lajukan sopir itu masih melaju dengan kecepatan sedang memcah keramaian jalan kota.
"Pak An hentikan mobilnya.."
Eh kenapa menurunkan ku di sini?
Vely terheran-heran saat Gaara mengantung tangannya di udara, di dalam genggaman tangannya ada sebuah kartu black.
Apa itu?
"Pakai sesuka hatimu, dan turunlah.."
Apa, kenapa menyuruhku untuk turun?
"Kau bisa naik taxi sendiri, kan?"
"Ma- maaf tapi kartunya.."
Gaara meletakan kartu black itu di atas pangkuan Vely, lalu membuang pandangan. "Turun!" dengan dingin dia menyuruh Vely turun.
Vely mengepalkan erat tangannya, membuka pintu mobil lalu turun. Baru juga pintu mobilnya tertutup..
"Jalan!"
"Baik tuan.."
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, meninggalkan kepulan asap yang berkelebat di hadapan Vely.
Wanita itu tak membawa dompet, hanya yas yang berisi hp saja. Bahkan dia meninggalkan kartu black itu di dalam mobil tanpa se-pengetahuan Gaara.
"Kenapa sikapmu mendadak dingin?" Vely mengusap air kedua sudut matanya yang basah.
Saat hendak menyebrang.
Tiin!!
"Aaakh, tidak!!"
Sebuah mobil merah dengan desain mewah hampir saja menabraknya.
Sopir dari mobil itu segera turun, "Nona maaf, apakah anda terluka?"
Semenit kemudian seorang tuan muda ikut turun, melihatnya saja membuat Vely merinding.
Wajah serta tatapannya jauh lebih dingin dari Sagaara, tuan muda itu hanya diam dan enggan berbicara.
Merogoh dompet dari dalam saku jas nya, dan serrrr...
Melemparkan uang yang kemudian jatuh terbawa angin tepat di kakinya.
"Perempuan sepertimu, sudah sering ku temui!"
Mengira tak ada yang berani melawan ke angkuahan dan ke sombongannya, pria itu menyeringai seram melebihi iblis.
"Jaga kata-katamu!" pekik Vely memunguti uang-uang itu lalu membalas perbuatannya.
"Kau fikir siapa dirimu itu? Jangan se enaknya menindas orang!"
Perbuatan Vely sungguh mengguncangnya, bahkan melihatnya saja sudah membuat sopir itu gemetaran.
Nona apa yang kau lakukan? Tamatlah riwayatmu!
"Orang-orang sombong seperti kalian hanya bisa mengandalkan uang dan menginjak-injak orang lain!" tangan Vely bergerak menarik dasi yang terjuntai rapih itu membuat tubuh si tuan muda sedikit maju.
"Tanpa uang kau tidak bisa apa-apa kan?" lalu mendorongnya sekuat tenaga.
Tuan muda terkesiap, Menarik sekali perempuan ini.. tak pernah ada yang memperlakukan ku seperti ini!!
Tuan muda itu mencengkram tangan Vely, "Hem perempuan.. berapa harga tubuhmu ini -"
Plak!! Vely melwyangkan tangannya tepat di wajah tampan si tuan muda.
"Kenapa... kenapa orang kaya selalu seperti itu?" air mata Vely jatuh membuat tuan muda tergelak.
Dari matanya menyiratkan kesedihan seorang Vely, dia memukul-mukul dada bidangnya.
"Kau ingin membeliku? Aku akan membawamu kepada tuan Sagaara yang terhormat, belilah aku dengan harga yang sangat mahal agar aku bisa terbebas dari nya. Setelah itu kau jual saja aku ini di pasar gelap agar aku bisa berkeliling dunia!!" teriakannya berujung tangisan histeris.
Membuat Vely lelah, dadanya begitu sesak dan kedua kakinya begitu lemah untuk menopang tubuhnya.
"Emh.." Vely terhuyung lemas ke dalam pelukan tuan muda. Sudah tak punya tenaga lagi untuk melawan, pasrah..
"Ternyata kau wanita milik Gaara? Kau tenang saja, aku pasti akan membelimu mu darinya.."
"Tuan William?" seru sopir yang terheran-heran.
"Bawa perempuan ini kerumah, aku ingin lihat seberapa hebat pertunjukan yang bisa perempuan ini persembahkan untukku.." menyeringai.