
Berbaring di atas ranjang membuat tubuhnya terasa nyaman.
"Sebenarnya terbuat dari apa hati pria itu? Kenapa aku merasa jika dia memiliki 2 kepribadian?"
"Jika marah dia sangat menakutkan, tapi jika sedang baik bahkan gunung emas pun akan dibelikannya.." lanjut Vely sembari menggeleng pelan.
Setelah melewati beberapa jam, senja pun menyapa sebagai seorang kepala pelayan yang telah lama mengabdi Nan sudah mengatur menu untuk makan malam di vila.
Dengan adanya chef handal yang juga di pekerjakan di tempat itu, apapun yang mau dimakan tinggal bilang saja.
Jam 5 sore tepatnya Vely terbangun dari tidur siangnya, dia tidur dengan nyenyak. Vely mendudukan tubuhnya di sandaran ranjang dan samar-samar dia mendengar suara gemericik air dari dalam bath room.
Apakah dia sudah pulang? Kenapa tidak membangunkan ku?
Vely beranjak dari ranjang empuknya, mencoba mendekati pintu bath room dan menempelkan telinganya di daun pintu. Sialnya saat melakukan hal itu ternyata Gaara membuka pintu dan bruk..
"Eeee..." jadilah dia memeluk Gaara, pria itu langsung tersenyum.
Saat Vely hendak memisahkan diri, Gaara menahannya dengan tangan yang memeluk pinggang rampingnya.
"Kenapa, kau sangat merindukan ku.. sampai-sampai tidak sabar dan menyusulku ke bath room?" satu tangannya bergerak mengangkat dagu Vely.
Mereka bersitatap membuat wajahnya bersemu merah, kiss! Ciuman lembut di berikan Gaara.
Tubuh kekar yang hanya memakai balutan handuk di pinggang, sentuhan di bibir barusan membuat Vely tersadar.
Cepat-cepat dia mendorong pelan tubuh Gaara, "Tu- tuan sudah pulang?" lirih berucap.
"Kenapa memanggilku tuan?"
Eh?
"Saat di kebun binatang, kau memanggilku apa?"
"Emmm... su- suamiku.." wajahnya semakin merona merah.
Gaara tersenyum lembut di buatnya, tangannya mengusap pucuk kepala Vely lalu turun untuk mengelus pipi.
Vely tergelak saat mendengarnya, serasa angin lembut menyapa jantung dan hatinya.
"Siapkan pakaianku, bukankah itu sudah menjadi tugas mu sebagai istriku? Setelah itu pergilah mandi.."
Kebahagiaan mendesir pelan kedalam dadanya, oh Tuhan semoga cinta yang sesungguhnya lekas datang di hati Sagaara yang terhormat.
***
Selepas mandi dan memakai pakaian, Gaara memanggilnya untuk ikut duduk diatas ranjang yang sama dengannya.
Vely mengangguk memenuhi panggilan suaminya.
Pria itu mendekapnya dengan hangat, "Kau sudah merasa baikan?"
"I- iya.." duh jantungku deg deg kan seperti ini... gumam Vely dari dalam hatinya.
"Kau tidak bertanya kemana aku pergi tadi?"
Vely membenamkan kepalanya di dada bidang Gaara, "Kemana?" tangannya mengusap lembut dada itu.
"Hanya membelikan mu vitamin dan menemui Ars."
"Sekretaris Ars?" Gaara mengangguk, "Kenapa?" oh astaga bodohnya aku.. kenapa malah bertanya seperti itu?
Vely mendongak menatap wajah tegas dan tampan itu, tapi Gaara kembali membenamkan kepala Vely ke dada bidangnya. Dia mengusap-ngusap rambut coklat panjang nya itu. Dia suka melakukannya.
"Kenapa kau, kau ... mencurigaiku?" balas Sagaara seraya melirik istrinya dengan ekor matanya.
Velg menggeleng, "Mmmm... tidak kok, aku sama sekali tidak mencurigai mu."
"Sudahlah, jangan berpikiran yang tidak-tidak."
Gaara mengakhiri kalimatnya dengan sebuah kecupan hangat di pipi Vely.
###
Salam sabtu barokah yaaa...
Bab awal di pagi ini kita mulai dengan alur cerita yang hangat-hangat ehehehe..