Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.83


Tolong dong kencengin Votte nya 🙏🌝


Dan jangan lupa untuk like, komen, klik ❤️


###


Gaara melangkah cepat sembari menyeret tangan Vely.


Kenapa dia jadi marah sih? Katanya mau jalan-jalan. "Sayang sakit!" pekik Vely menarik tangannya, "Tadi katanya mau jalan-jalan.. tapi kenapa malah jadi seperti ini, hiks.." Vely mengusap sudut matanya yang mulai basah.


"Sayang kenapa kau menangis? Maaf sayang, aku tidak bermaksud seperti itu.." melihat Ars yang berdiri di dekatnya, "Ars jelaskan padanya.."


Tapi pria itu malah membuang wajah, pura-pura tidak kenal.


"Ars!!" aaaah sialan!


"Memangnya apa yang salah dengan memiliki seorang anak?" Vely menangis dan membuat orang-orang di sekitar memandangi Gaara.


"Hei tuan apa yang kau lakukan, cepat minta maaf.. jangan membuatnya menangis.."


"Iya, pria macam apa itu yang membuat seorang wanita menangis.."


Seru orang-orang yang melihat.


Duh sialan.. kenapa malah aku yang di marahi sih.. Gaara tetap menarik tangan Vely, "Ayo.. kita pulang saja.."


Di dalam mobil rasa-rasanya kepala Gaara ingin pecah, di tambah lagi kelakuan sekretaris nya yang luar bisa mampu membuatnya hampir berteriak gila.


"Hentikan mobilnya!" Ars mengangguk, "Kau turun dari mobil ini, pulang jalan kaki sana!" gertak Gaara membuat Ars menelan.


Dan jadilah Ars luntang lantung di tepi jalanan sendirian, mana lupa membawa dompet lagi aah sialnya.


Kenapa hidup ku begitu keras?


***


Mobil yang di kemudikan Gaara baru saja tiba di garasi Vila, "Turun, kita sudah sampai.."


Vely diam hanya mengerucutkan bibirnya saja, lalu Gaara mengelus pucuk kepalanya.


"Maaf ya aku tadi sudah membuat mu menangis.." cup! Mengecup pipi Vely, "Buatkan aku kue kelinci.. aku yakin kue buatan mu jauh lebih enak dari yang di buat Liora."


"E- emh.." haaah wajahnya sudah merona merah, "Kau yakin ingin aku yang membuatnya?"


"Iya tentu saja, ayo hari ini kita main masak-masakan.. aku yang akan mencuci piring dan perabotan kotor lainnya yang sudah kau gunakan sore ini.."


Setelah berganti baju, Gaara menyuruh para koki, Nan, dan juga pelayan lainnya untuk beristirahat di beskem.


Mulailah Vely menuangkan bahan-bahan nya ke dalam sebuah mangkuk yang cukup besar dan mulai menguleni nya.


Di bantu suami yang begitu menyayanginya, dia memeluk Vely dari belakang. Ikut juga memasukan tangannya menguleni adonan.


Bulat, bulat, bulat, akhirnya jadi juga kue kelinci nya selesai di bentuk.


Hampir setengah jam menunggu proses pemasakan kue nya, akhirnya jadi juga.


Kue khusus request san sang suami akhirnya bisa juga dia menyajikannya, Gaara menarik kursi untuk di duduki.


Vely masih menyusun kue kelinci nya ke atas piring lalu meletakannya di atas meja, dan langsung duduk di atas pangkuan Gaara.


"Aku tidak yakin dengan rasanya, enak atau tidak.."


Gaara memeluk pinggang istrinya, "Enak atau tidak.. aku akan tetap melahap mu setelah ini.."


Wajah wanita itu bersemu merah, mungkin inilah jalan yang telah di berikan Tuhan padanya.


Kini dirinya telah siap untuk mengandung, meskipun tanpa izin dari suaminya sendiri.


Tangan Vely bergerak meraih kue itu dan menyuapkannya ke dalam mulut Gaara, gigitan pertama hingga habis satu kue.


"Bagaimana rasanya?"


"Bukankah aku sudah mengatakannya, kue buatan mu jauh lebih enak dari Liora.."


Vely tersenyum, dia tersipu malu.


Eh?


Tubuhnya menekuk saat Gaara menggendongnya namun merebahkannya di atas sofa di ujung ruang makan.


"Sa- sayang.. jangan di sini.."


"Tenang saja, tidak ada yang berani masuk setelah aku menyuruh mereka keluar.."


"Ta- tapi.. eemhh.."


Gaara mengecup setiap inci tubuh istrinya hingga meninggalkan jejak kepemilikannya.


Pakaian pria dan wanita yang berserakan di lantai, aaah.. kalian deskripsikan saja sendiri ya 😂😅